Apakah Bunda bertanya-tanya mengapa anak bertubuh pendek, padahal orangtuanya tinggi? Wajar enggak sih tubuhnya yang pendek itu? Sebelum mengambil kesimpulan apa pun, Bunda dan Ayah perlu mel...
Rabu, 19 Oktober 2022 | 17:16 WIB Penulis :
Tenggelam merupakan peristiwa yang bisa dialami siapa saja, termasuk orang yang mahir berenang. Tenggelam dapat menyebabkan korban kesulitan bernapas bahkan setelah keluar dari permukaan air. Kondisi ini dikenal dengan nama dry drowning dan berisiko dialami anak-anak.
Pernahkah Anda mendengar istilah dry drowning? Dilansir dari Cleveland Clinic, sebenarnya dry drowning bukanlah istilah medis. Namun, istilah dry drowning kerap digunakan untuk menyebut komplikasi langka yang dapat terjadi setelah tenggelam dan lebih sering dialami anak-anak. Selain dry drowning, ada juga istilah secondary drowning yang menggambarkan tahapan komplikasi tenggelam.
Dry drowning dan secondary drowning merupakan kondisi gangguan akibat cedera di bawah permukaan air. Dry drowning adalah kondisi gangguan pernapasan akibat masuknya air ke saluran napas melalui mulut atau hidung. Pada dry drowning, air tidak masuk ke paru-paru namun dapat menyebabkan kejang pada saluran pernapasan. Akibatnya, otot saluran napas menutup sehingga anak sulit bernapas.
Sedangkan pada secondary drowning, air masuk ke saluran paru-paru dan menyebabkan peradangan lapisan paru. Kondisi ini menyebabkan cairan menumpuk atau yang dikenal dengan edema paru.
Baik dry drowning dan secondary drowning merupakan komplikasi langka akibat tenggelam. Anak yang tenggelam tidak selalu mengalami kedua komplikasi tersebut. Tetapi jika komplikasi tersebut tidak segera ditangani, keduanya dapat menyebabkan kematian.
Dlansir WebMD, komplikasi tenggelam pada anak dapat ditandai dengan:
Menurut Medical News Today, Anda perlu segera memeriksakan anak ke dokter jika dalam 2-3 jam setelah keluar dari permukaan air mengalami gejala di atas. Termasuk jika gejala semakin memburuk dalam 8 jam pertama, maka sebaiknya anak segera mendapat perawatan medis.
Source : ai-care.id
Apakah Bunda bertanya-tanya mengapa anak bertubuh pendek, padahal orangtuanya tinggi? Wajar enggak sih tubuhnya yang pendek itu? Sebelum mengambil kesimpulan apa pun, Bunda dan Ayah perlu mel...
Memang menyebalkan melihat anak tantrum di tempat umum. Ini karena anak kurang mampu mengontrol keinginannya. Contoh, bila anak ingin dibelikan camilan ketika berada di supermarket, dan Bunda menolak ...
Anak saya makannya banyak tapi kok kurus yah ? Menurut Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.AK, dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) Jaya, pola makan yang banyak tapi bila disertai pola buang air b...
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak, jumlah sayur dan buah yang dikonsumsi dapat tergantung dari usia, jenis kelamin dan juga tingkat aktivitas fisik yang dilakukan anak. Dilansir dari laman&...
WhatsApp ×