"Pubertas dini bisa disebabkan akibat adanya gangguan kesehatan yang memengaruhi hormon gonadotropin. Ketahui tandanya agar ibu bisa memberikan perawatan yang tepat untuk anak.” Masa pub...
Selasa, 22 Januari 2019 | 11:51 WIB Penulis : Erni Wulandari
Salah satu yang sering menjadi perhatian penting para Moms dalam mengasuh dan membesarkan balita adalah kemampuan atau perkembangan bicara Si Kecil. Ya, tak sedikit Moms yang khawatir, apakah buah hatinya mengalami keterlambatan atau gangguan bicara. Pasalnya, begitu Moms perhatikan, Si Kecil ternyata kurang 'bawel' atau 'cerewet' jika dibandingkan dengan anak lain seusianya. Atau, ketika Moms perhatikan sehari-hari, kosa kata yang keluar dari mulut Si Kecil masih kurang banyak. Ia justru lebih sering menggunakan bahasa tubuh atau gerakan tangan untuk mengungkapkan maksud atau keinginannya.
Nah Moms, yang perlu Anda ketahui, ternyata keterlambatan atau gangguan perkembangan bicara anak baru akan terlihat saat Si Kecil berusia di atas 2 tahun. Kalau Anda mencurigai ada tanda-tanda bahwa anak mengalami gangguan bicara, segeralah berkonsultasi dengan ahli, baik dokter maupun psikolog. Kenapa demikian? Karena gangguan bicara yang dialami anak, apalagi bila terus dibiarkan, dapat memengaruhi masa depannya.
Berikut ini 4 efek jangka panjang yang dapat ditimbulkan dari masalah gangguan bicara pada anak, seperti dilansir dari Idai.or.id :
1. Anak Mengalami Kesulitan Belajar
Gangguan bicara pada anak akan memengaruhi kemampuannya dalam memahami sesuatu. Ia pun akan mengalami kesulitan membaca. Akibat selanjutnya, ia akan mengalami kesulitan belajar di sekolah ataupun melanjutkan pendidikan hingga dewasa.
2. Tingkat Kecemasan Anak Lebih Tinggi
Anak dengan gangguan bicara kemungkinan akan memiliki kadar kecemasan yang lebih tinggi, terutama saat ia beranjak remaja. Selanjutnya, saat menginjak usia produktif, ia mungkin akan merasakan ketakutan berlebihan, terutama saat bersosialisasi dengan orang lain.
3. Anak Cenderung Tidak Suka Berteman
Anak dengan gangguan bahasa mempunyai kualitas persahabatan dan partisipasi aktivitas sosial yang lebih rendah bila dibandingkan dengan anak lain dengan perkembangan normal. Selain itu, menurut studi, ia juga lebih berisiko menunjukkan kesulitan berhubungan dengan teman sebayanya.
4. Gangguan Bahasa akan Menetap
Sebuah riset menunjukkan bahwa gangguan bicara dan bahasa yang diidentifikasi saat anak berusia 5 tahun, sebanyak 72 persen di antaranya tetap mengalami gangguan di usia 12 tahun.
Nah, agar efek jangka panjang di atas tidak terjadi, Moms perlu mendeteksi gangguan atau keterlambatan bicara yang dialami anak sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan terus memantau perkembangan bahasa Si Kecil. Apabila tidak sesuai dengan milestones-nya, segeralah berkonsultasi dengan ahli. Selain itu, pantau terus prestasi akademik anak di sekolah ya, Moms!
Sumber : motherandbaby.co.id
"Pubertas dini bisa disebabkan akibat adanya gangguan kesehatan yang memengaruhi hormon gonadotropin. Ketahui tandanya agar ibu bisa memberikan perawatan yang tepat untuk anak.” Masa pub...
Memasuki usia dua tahun, anak perlahan-lahan sedang mengalami transisi dari bayi ke usia balita. Keterampilan berbicara dan memahami bahasa verbalnya semakin meningkat seiring dengan rasa ingin tahuny...
Di era sekarang dengan teknologi yang sudah semakin canggih membuat Si Kecil mudah bermain menggunakan gadget mereka. Apalagi untuk Moms yang telah memberikan gadget, sehingga mempermudah ak...
Montessori merupakan metode pendidikan anak yang dikembangkan oleh Maria Montessori, tokoh pendidik asal Italia. Menurutnya, semua anak dilahirkan dengan potensi luar biasa. Potensi ini hanya akan ber...
WhatsApp ×