Bila sudah memasuki musim pancaroba seperti ini, anak-anak sudah pasti menjadi target incaran virus influenza. Apalagi kalau teman-temannya sudah mengalami flu. Aduh, semakin cemas ya Moms. ...
Rabu, 06 Desember 2023 | 16:28 WIB Penulis :
Stunting merupakan kondisi serius pada anak yaitu kondisi gagal tumbuh yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis dan ditandai dengan tinggi badan anak di bawah rata-rata atau anak sangat pendek serta tubuhnya tidak bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya dan berlangsung dalam waktu lama.
Stunting pada anak tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak diatasi, kondisi ini dapat mengganggu perkembangan otak serta menurunkan kemampuan mental dan tingkat kecerdasan anak. Kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor sejak dalam kandungan ibu yang meliputi infeksi pada kehamilan, kekurangan gizi (malnutrisi) pada ibu hamil, gizi yang tidak optimal pada bayi dari sejak lahir hingga dua tahun pertama kehidupannya, infeksi berulang, atau stimulasi yang buruk dari lingkungan.
Anak dikatakan mengalami stunting jika memiliki tinggi badan yang lebih pendek daripada anak lain seusianya, atau tinggi badan anak berada di bawah standar kurva pertumbuhan yang dibuat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Pada tahun 2020, Indonesia menempati posisi ke-2 untuk jumlah stunting terbanyak di Asia Tenggara. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sekitar 1 dari 3 balita Indonesia mengalami stunting
Penyebab Stunting pada Anak.
Penyebab stunting pada anak terjadi akibat kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1.000 hari pertama kehidupannya, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. Stunting pada anak bisa disebabkan oleh masalah pada saat kehamilan, persalinan, penyusuan, atau setelahnya, seperti pemberian MPASI yang tidak mencukupi asupan nutrisi.
Ciri-Ciri Stunting pada Anak
Ciri-ciri umum stunting pada anak dapat terlihat dari perawakan anak yang kerdil saat mencapai usia 2 tahun, anak mungkin juga memiliki tubuh kurus (wasting) atau perkembangan tubuhnya tidak sesuai dengan normal. Walaupun terlihat pendek dan kurus, tubuh anak tetap proporsional. Namun perlu diingat, tidak semua anak yang pendek disebut stunting.
Selain mengalami gangguan pertumbuhan, berikut adalah beberapa ciri-ciri stunting pada anak:
-Mengalami penurunan tingkat kecerdasan, gangguan berbicara, dan kesulitan dalam belajar
-Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, sehingga lebih mudah sakit, terutama akibat penyakit infeksi
-Berisiko mengalami penyakit diabetes, hipertensi, dan obesitas ketika dewasa nanti
Seluruh ciri-ciri anak stunting tersebut adalah dampak dari kurangnya nutrisi, seringnya terkena penyakit, dan salahnya pola asuh pada 1.000 hari pertama kehidupan anak.
Source : https://www.herminahospitals.com/
Bila sudah memasuki musim pancaroba seperti ini, anak-anak sudah pasti menjadi target incaran virus influenza. Apalagi kalau teman-temannya sudah mengalami flu. Aduh, semakin cemas ya Moms. ...
Tangisan palsu seringkali digunakan anak-anak sebagai cara untuk menarik perhatian atau mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. Fenomena ini bukan hal yang jarang terjadi, terutama pada ana...
Tantrum, bisa mulai terjadi saat anak memasuki usia 15 bulan, namun paling sering terjadi antara usia dua dan empat tahun. Meski frekuensi tantrum berbeda pada setiap anak, tapi pada anak yang aktif d...
Ikatan batin dengan anak memang diperlukan untuk orangtua. Tidak hanya dengan Bunda saja, si kecil juga butuh memiliki ikatan batin dengan Ayah. Ada banyak dampak buruk jika tidak ada peran ayah...
WhatsApp ×