Test Mantoux Pada Anak, Apa Fungsinya?

Rabu, 10 Januari 2024 | 14:11 WIB Penulis :


 

Tes Mantoux atau tuberculin skin test (TST) adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya paparan kuman TB pada tubuh. Tes Mantoux merupakan metode pemeriksaan awal yang umum dilakukan untuk skrining atau deteksi awal penyakit TBC pada populasi tertentu.Pemeriksaan ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan tuberkulin yang nantinya akan menimbulkan reaksi sebagai indikator ada tidaknya.

Tuberculosis (TB) adalah penyakit paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan bersifat menular. Penyakit TB tidak hanya menyerang orang dewasa, namun juga dapat menyerang anak-anak. Penularan penyakit TB dapat melalui udara, misalnya saat penderita TB batuk sehingga bakteri menyebar ke udara.

 

Penyakit tuberkulosis (TB) adalah jenis penyakit paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penularan penyakit TB dapat terjadi melalui udara, umunya terjadi saat penderita TB batuk tanpa menutup mulut. Percikan air liur (droplet) dari batuk tersebut mengandung bakteri yang kemudian terhirup oleh orang di sekitar dan menularkan penyakit.

 

Prosedur Tes Mantoux

Tes Mantoux pada anak dilakukan dengan menyuntikkan sejumlah cairan, yaitu PPD tuberculin ke kulit lengan. Suntikkan ini akan menimbulkan benjolan yang menjadi indikator tes.

Dokter akan memberi tanda batas awal di sekeliling benjolan tersebut menggunakan spidol agar dapat diketahui apabila nanti terdapat perubahan ukuran benjolan. Setelah 48-72 jam sejak tes Mantoux dilakukan, dokter akan memeriksa kembali benjolan yang terbentuk untuk melihat adanya perubahan.

Jika tidak muncul pembesaran pada benjolan, dapat disimpulkan bahwa hasil tes Mantoux negatif yang berarti pasien tidak terpapar kuman TB. 

Pada pasien dengan hasil tes yang menunjukkan penambahan ukuran benjolan, biasanya sebesar 5-9 mm dan terlihat adanya peradangan, ini berarti tes Mantoux dikatakan positif dan berarti pasien sedang atau sudah pernah terpapar kuman TB. Hasil tes ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat infeksi TB. Pemeriksaan lebih lanjut diantaranya rontgen thorax dan pemeriksaan fisik lain yang mendukung diagnosa TB Paru pada anak.

 

Source : https://bunda.co.id/

Artikel Lainnya

Tantrum, bisa mulai terjadi saat anak memasuki usia 15 bulan, namun paling sering terjadi antara usia dua dan empat tahun. Meski frekuensi tantrum berbeda pada setiap anak, tapi pada anak yang aktif d...

Dengan mengembangkan batas-batas, Bunda mengenalkan kepada anak tentang kenyataan yang terjadi di dunia atau kehidupan sehari-hari, yang punya banyak sekali peraturan. Dan meningkatkan sikap respek ya...

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus gagal ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak usia 6 bulan hingga 18 tahun mengalami peningkatan signifikan dalam dua bulan terakhir. Kementerian Kesehatan ...

Flu tidak hanya bisa menyebabkan demam pada anak, tapi juga bisa membuat anak tidak masuk sekolah dan tentunya ketinggalan pelajaran. Lindungi anak Bunda dari virus penyebab flu dengan mengajarkannya ...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................