Layaknya orang dewasa, Si Kecil juga memiliki beragam perasaan. Setiap anak juga memiliki karakteristik yang khas dan khusus, yang dapat membedakan mereka dengan teman seusianya. Yuk, kita gali l...
Selasa, 13 Februari 2024 | 15:29 WIB Penulis :
Reaksi Bunda saat melihat Si Kecil memukul adalah kunci perubahan kebiasaannya. Simak beberapa panduan di bawah ini agar Si Kecil yang masih balita berhenti memukul:
1. Hindari menggunakan kekerasan
Memukul, mencubit, atau melakukan tindakan fisik apa pun yang termasuk kekerasan pada anak justru akan membuatnya semakin agresif. Untuk memberi pelajaran pada Si Kecil, cobalah melakukannya dengan cara yang lembut, seperti memeluknya dengan tenang seraya menasihatinya, meskipun dengan tegas.
2. Jauhkan dari anak-anak lain
Apabila memungkinkan, jauhkan Si Kecil dari anak-anak lain ketika Bunda melihat ia memukul karena mainannya direbut. Untuk mengalihkan perhatiannya, Bunda bisa mengarahkan ia ke mainan lain.
Namun, jika Si Kecil yang mengambil mainan anak lain, sebaiknya hindarkan ia dari mainan tersebut agar ia tahu bahwa bersikap kasar membuatnya tidak mendapatkan apa pun.
3. Ajak minta maaf
Mintalah Si Kecil untuk meminta maaf apabila ia telah memukul temannya. Meski ia menolak atau tidak tulus, setidaknya Bunda sudah mencoba menanamkan kebiasaan baik.
Si Kecil mungkin belum bisa membayangkan dirinya ada di posisi anak yang dipukulnya. Namun, sikap terpuji ini perlahan-lahan akan meresap dalam dirinya dan membuat ia menyadari konsekuensi dari tindakannya.
4. Diskusikan tindakannya
Saat Si Kecil sudah merasa tenang, ajak ia berdiskusi tentang alasannya melakukan pemukulan seraya menasihatinya dengan lembut tapi tegas. Misalnya dengan mengatakan, “Dipukul itu sakit. Menyakiti orang lain itu tidak baik.”
Bunda juga bisa menjelaskan kepada Si Kecil bahwa emosi sesekali itu tidak apa-apa, tetapi ada batasan untuk tidak sampai memukul, apalagi menyakiti teman.
5. Ajarkan untuk menggunakan tangan dengan baik
Bunda perlu memberikan banyak waktu untuk memeluk, membelai, atau memijat Si Kecil agar ia belajar untuk menggunakan tangan dengan cara lembut. Mungkin jika ia ingin mulai memukul, Bunda dapat mengalihkannya, misalnya dengan gerakan “Tos!”
6. Berikan konsekuensi bila mengulangi perbuatannya
Memberikan hukuman tidak harus berupa kekerasan. Ada banyak cara lain yang bisa Bunda lakukan sebagai konsekuensi atas tindakan Si Kecil. Misalnya, Bunda bisa mengurangi waktunya bermain bersama mainan favoritnya.
Penting juga untuk Bunda pahami bahwa terkadang balita bisa bersiap agresif akibat meniru adegan kekerasan pada film maupun acara TV. Untuk mengatasi hal ini, Bunda harus membatasi dan selalu mengawasi tontonan Si Kecil. Bila perlu, pastikan untuk mengatur program TV yang ditonton Si Kecil terbatas untuk program anak-anak saja.
Memiliki balita yang suka memukul memang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Namun, dengan memahami alasan dan mengetahui beragam cara menanganinya, diharapkan anak mampu mengubah perilaku ini secara perlahan hingga tidak mengulanginya lagi di kemudian hari.
Akan tetapi, jika perilaku ini masih terus berlanjut, jangan segan untuk meminta bantuan psikolog anak. Psikolog akan menelaah penyebab utama balita suka memukul dan membantu Bunda dalam memperbaikinya.
Layaknya orang dewasa, Si Kecil juga memiliki beragam perasaan. Setiap anak juga memiliki karakteristik yang khas dan khusus, yang dapat membedakan mereka dengan teman seusianya. Yuk, kita gali l...
Sebagai orang tua, Ayah dan Bunda pasti menginginkan yang terbaik untuk sang buah hati, terutama dalam aspek pendidikan. Tak jarang, masih banyak yang kebingungan ketika memilih metode belajar yang co...
Moms, tentunya ingin Si Kecil memiliki gigi yang sehat dan kuat. Oleh sebab itu, Anda perlu mengajarkannya untuk menyikat gigi sejak dini. Namun jangan asal memilih pasta gigi bagi buah hati Anda ya, ...
Tak terasa libur akhir tahun sudah datang dan inilah pertanda bagi Moms dan keluarga untuk berlibur. Setelah menghabiskan banyak waktu untuk bekerja, tak ada salahnya Moms dan keluarga ...
WhatsApp ×