Tahun lalu, pemerintah telah menggelar vaksinasi MR untuk anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di seluruh Pulau Jawa. Kini giliran Pulau Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Bali, Maluku dan P...
Kamis, 30 Januari 2025 | 13:48 WIB Penulis :
Kemampuan sensorik adalah proses yang mengacu pada kemampuan otak untuk menerima, menafsirkan, dan menggunakan informasi secara efektif yang disalurkan melalui pancaindra, yang meliputi:
· penglihatan,
· pendengaran,
· penciuman,
· perasa,
· peraba atau sentuhan,
· gerakan, dan
· keseimbangan.
Dengan kemampuan sensorik, anak akan mampu memproses informasi yang diterima oleh beberapa pancaindra secara bersamaan.
Fungsi tersebut dalam kemampuan sensorik anak berpengaruh pada keterampilan bahasa, sosial, kosakata, pemecahan masalah, dan koordinasi.
Bila ada masalah dengan kemampuan sensorik anak, maka berbagai keterampilan lainnya bisa ikut terganggu.
Kemampuan motorik adalah kemampuan gerak yang memungkinkan tubuh melakukan tugas dan aktivitas sehari-hari.
Tidak kalah penting dari kemampuan sensorik, melatih dan mengambangkan kemampuan motorik anak sejak usia dini adalah suatu kewajiban yang perlu dilakukan oleh setiap orangtua.
Secara umum, kemampuan motorik bisa terbagi menjadi dua jenis berikut ini.
Melansir dari Brown Health University, kemampuan motorik pada anak biasanya akan mulai berkembang pada usia tertentu.
Namun, tidak semua anak akan mengalami setiap tahap perkembangan di waktu yang sama.
Pada dasarnya, kemampuan sensorik anak berbeda-beda. Namun, kemampuan sensorik anak biasanya meliputi berikut ini.
· Penglihatan yang tajam. Anak-anak mulai mengembangkan kemampuan penglihatan yang lebih tajam saat mereka tumbuh. Sebagai contoh, anak usia 2—3 tahun dapat mengenali bentuk dan warna objek serta membedakan antara objek yang berbeda.
· Pendengaran yang jelas. Kemampuan untuk mendeteksi suara dan membedakan nada atau frekuensi yang berbeda berkembang seiring waktu. Misalnya, bayi yang baru lahir bisa menanggapi suara keras, dan pada usia 1 tahun mereka mulai menanggapi nama mereka.
· Penciuman dan pengecapan. Anak-anak mulai membedakan berbagai rasa dan bau, yang membantu mereka dalam memilih makanan dan memahami dunia sekitar mereka. Misalnya, bayi dapat menunjukkan kesukaan terhadap rasa manis atau bau makanan tertentu.
Sama seperti kemampuan sensorik, perkembangan kemampuan motorik pada setiap anak dapat berbeda-beda dan tergantung dari tiap jenis kemampuan motorik.
Berikut masing-masing contoh kemampuan motorik sesuai dengan jenisnya.
Contoh kemampuan motorik kasar (gerakan otot besar)
Contoh kemampuan motorik halus (gerakan otot kecil)
Itulah perbedaan sensorik dan motorik pada anak. Perkembangan sensorik dan motorik anak adalah kemampuan yang seharusnya sudah mulai dilatih sejak dini.
Selama melatih kemampuan sensorik dan motorik, penting untuk membatasi waktu menonton TV atau video karena bisa mengganggu konsentrasi anak selama bermain.
Source: hellosehat.com
Tahun lalu, pemerintah telah menggelar vaksinasi MR untuk anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di seluruh Pulau Jawa. Kini giliran Pulau Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Bali, Maluku dan P...
Tugas kita selanjutnya adalah, perlu membangun kemampuan anak terkait dengan literasi digital seperti halnya berikut ini: Mampu menggunakan perangkat elektronik untuk mendapatkan informasi. Me...
Anak-anak tidak perlu mengonsumsi sari buah atau minuman manis lainnya untuk menjalankan pola makan yang sehat. Asupan minuman manis mengurangi kualitas pola makan anak Mom, dan berhubungan dengan pen...
antrum adalah kondisi saat seorang anak menunjukkan ledakan kemarahan dan frustasi yang tidak terkendali. Setelah tantrum, terkadang balita memiliki beberapa kekhawatiran. Kekhawatiran yang biasany...
WhatsApp ×