Orang tua yang memiliki anak dengan alergi biasanya harus ekstra selektif dalam memilih bahan makanan. Dan sebagian besar dari Bunda berharap Bisa di hilangkan, berikut menurut doker. Menurut dr Vera...
Kamis, 30 Januari 2025 | 13:50 WIB Penulis :
Di sisi lain, sibuknya urusan pekerjaan yang dihadapi orang tua seringkali menyebabkan hilangnya waktu untuk buah hatinya. Sehingga anak menjadi kurang perhatian dan kurang kasih sayang dari orang tuanya. Sejatinya, anak yang kurang perhatian dari orang tuanya, mampu memberikan dampak buruk bagi tumbuh kembangnya.
Berikut dampak negatif yang dapat dialami anak bila kurang perhatian dari orang tuanya:
1. Emotional bonding antara anak dan orang tua tidak terjalin dengan baik
Perhatian, komunikasi atau sikap yang baik sangat dibutuhkan dalam mempererat emotional bonding antara anak dengan orang tuanya. Hal tersebut sangat bermanfaat dalam menunjang perkembangan emosional, sosial, serta kognitif anak. Jadi, meluangkan waktu untuk anak tidak hanya sekadar menemani anak bermain atau belajar, namun lebih dari itu.
Bila anak kurang perhatian dari orang tuanya, tidak menutup kemungkinan hubungan antara anak dan orang tuanya menjadi renggang. Hubungan yang renggang antara anak dan orang tua dapat mengakibatkan anak sulit untuk mencari tempat mencurahkan isi hatinya atau menceritakan kejadian yang dialami sehari-hari. Sehingga anak cenderung menjadi pendiam bahkan menjadi pemurung.
2. Hilangnya rasa percaya diri
Dampak selanjutnya dari kurangnya perhatian pada anak adalah anak akan kehilangan rasa percaya dirinya secara perlahan, hingga mengganggap dirinya kurang berharga bila dibandingkan dengan teman-temannya.
Hilangnya rasa percaya diri ini cukup berkaitan dengan dampak sebelumnya. Anak dapat kehilangan rasa percaya dirinya bila orang tuanya kurang meluangkan waktu untuk anaknya. Anak akan sulit untuk bercerita tentang apa yang dialaminya, baik hal baik ataupun hal buruk. Kemudian anak akan merasa tidak adanya apresiasi dari orang tua terhadap dirinya akan pencapaian atau prestasi apa yang telah diraih. Hal tersebut dapat menyebabkan anak merasa tidak diperhatikan, tidak diakui, tidak dihargai hingga merasa tidak dicintai. Sehingga anak akan merasa rendah diri bahkan merasa minder ketika hendak melakukan sesuatu terutama di depan orang banyak.
3. Gangguan mental
Pada tubuh, terdapat hormon serotonin yang berfungsi dalam memperbaiki suasana hati. Anak yang kurang perhatian dari orang tuanya tidak menutup kemungkinan memiliki kadar serotonin yang lebih rendah bila dibandingkan dengan anak yang mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tuanya.
Tak hanya itu, anak dengan hormon serotonin yang rendah cenderung lebih mudah marah dan tertekan karena meningkatnya hormon kortisol. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan anak memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami gangguan mental, seperti stres, gangguan kecemasan hingga depresi.
4. Kesulitan dalam menjalin hubungan
Siapa sangka, bila anak yang kurang perhatian dari orang tuanya dampat berdampak buruk bagi kemampuan anak dalam menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain. Bila sedari kecil anak tidak memiliki hubungan erat yang baik dengan orang tuanya, anak tersebut juga akan kesulitan dalam menjalin hubungan pertemanan. Hal ini tentunya bisa mempengaruhi kehidupan dan masa depan anak bila ia telah beranjak dewasa, karena tidak menutup kemungkinan anak akan kesulitan dalam menjalin hubungan dalam pekerjaan atau hubungan dengan pasangannya.
5. Perkembangan kognitif terganggu
Perhatian yang diberikan orang tua dalam bentuk sentuhan kasih sayang seperti pelukan, belaian dan kecupan dapat menunjang perkembangan kognitif anak. Sehingga, anak yang kekurangan stimulasi tersebut mampu mengakibatkan anak mengalami masalah intelektual, seperti keterlambatan dalam bicara ataupun masalah dalam akademis.
6. Gangguan perilaku
Anak berpotensi memiliki perilaku menyimpang bila kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Perilaku menyimpang dapat berupa suka mencuri, membuat onar atau melakukan perilaku bullying. Anak akan melakukan perilaku negatif tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mendapatkan perhatian orang tuanya ataupun orang-orang disekitarnya.
Jangan pernah anggap sepele dampak yang akan dialami bila anak kurang mendapatkan perhatian. Karena dampak buruk tersebut dapat berlanjut hingga dewasa. Oleh karena itu, sebisa mungkin orang tua harus meluangkan waktu untuk buah hatinya sesibuk apapun aktivitas orang tua, dengan tujuan agar anak merasa diperhatikan disayang dan tidak diabaikan.
Rubah dan atur kembali waktu untuk bekerja dan waktu quality time untuk anak. Tidak ada kata terlambat untuk para orang tua dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog bila membutuhkan solusi dan anjuran dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak yang tepat. .
Source: telemed.ihc.id
Orang tua yang memiliki anak dengan alergi biasanya harus ekstra selektif dalam memilih bahan makanan. Dan sebagian besar dari Bunda berharap Bisa di hilangkan, berikut menurut doker. Menurut dr Vera...
Beberapa waktu belakangan, beredar video yang menunjukkan 2 orang tengah berbelanja di supermarket kawasan Jakarta Selatan, dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, berupa baju hazmat, sar...
Apa yang terjadi ketika musim hujan tiba? Selain ada banjir, biasanya kondisi daya tahan tubuh Anda dan anak akan melemah. Untuk itu, sebagai orang tua harus tetap menjaga kesehatan si Kecil. Cara...
Suhu tubuh anak mencapai 39 derajat celcius ketika demam? Bunda tidak perlu panik, tingginya suhu tubuh anak tak selalu berbanding lurus dengan keparahan penyakitnya. Anak dengan suhu tubuh 38,8 deraj...
WhatsApp ×