Sejak Oktober 2021 lalu, kegiatan belajar mengajar sudah mulai kembali dicoba secara perlahan. Anak-anak kembali hadir ke sekolah dan bertemu dengan guru serta teman-temannya. FullscreenKini ...
Kamis, 19 Mei 2016 | 11:22 WIB Penulis : Erni Wulandari
Menjelang masa ujian tidak jarang menimbulkan kecemasan bagi anak dan orang tua. Sebenarnya, apa yang perlu dipersiapkan anak-anak agar lancar mengikuti ujian dengan hasil yang baik?
- Keterampilan Belajar
Umumnya anak- anak yang memperoleh nilai memuaskan di dalam ujian kelulusan telah sejak lama mengembangkan tiga hal ini; kemampuan memahami bacaan yang baik, kemampuan memecahkan masalah dan berpikir kritis, serta memiliki kemampuan manajemen diri yang baik. Itu artinya anak sudah bisa belajar mandiri dan bertanggung jawab menyelesaikan tugasnya tanpa perlu
diingatkan lagi. Bahkan, ia dapat mengatur sendiri waktu belajar yang nyaman dan cara yang efektif baginya. Ketimbang berlatih soal jauh-jauh hari, kemampuan ini yang bisa Mama bantu tumbuhkan pada anak sejak dini.
- Latihan Ujian
Perlukah ikut bimbingan belajar? Jika Anda dapat membantu anak disiplin berlatih soal 20-30 menit sehari, tidak perlu ikut bimbingan belajar. Latihan selama 3-6 bulan pun sudah cukup untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian. Kalau pun Mama memutuskan untuk ikut lembaga bimbingan belajar, tetap perhatikan kesehatan dan stamina anak.
Jangan sampai ia tidak cukup istirahat. “Berlatih mengerjakan soal ujian atau praktik sesuai dengan kisi-kisi ujian itu penting. Orang tua bisa bertanya pada guru tentang kisi-kisi ujian tahun ini. ,” papar Lucky Palupi, Guru kelas 6 SD Kembang. “Memberi umpan balik juga penting," kata Diajeng Andina. “Anak belajar tahu alasan mengapa jawabannya benar atau salah, juga strategi menentukan jawaban yang benar dalam soal pilihan ganda. Jadi, mereka terbiasa memeriksa jawabannya sendiri.”
- Mengelola Stres
Apa yang dikhawatirkan anak dan orang tua saat menempuh ujian bisa sangat berbeda. Jika orang tua khawatir apakah anaknya dapat memperoleh nilai tinggi, kadang-kadang anak-anak justru khawatir tentang siapa yang mengawas ruang ujian, bolehkah mereka ke kamar kecil, atau bagaimana kalau lembar jawabannya sobek?
Anak-anak perlu belajar mengelola stres. Mama bisa ajari anak mengenali tanda-tanda ketegangan yang muncul serta teknik-teknik menenangkan diri seperti mengambil dan mengembuskan napas perlahan, berdoa, atau sugesti diri bahwa ia dapat mengikuti ujian dengan tenang dan semua berjalan lancar. Mama juga bisa bertanya pada guru tentan g tata tertib mengikuti ujian dan mengajak anak bermain peran dengan berbagai simulasi ‘masalah’ yang mungkin muncul. Tunjukkan bahwa semua masalah bisa diatasi, dan guru-guru serta pengawas ruangan akan selalu mau membantu mereka.
Ini paling penting! Mengelola stres mama. Jika mama yakin bahwa anak bisa, maka lebih mudah bagi mama untuk menyampaikan pesan padanya bahwa dengan belajar teratur, tekun berusaha dan bersikap tenang, ia akan mendapatkan hasil sesuai kemampuannya!
Sumber : parenting
Sejak Oktober 2021 lalu, kegiatan belajar mengajar sudah mulai kembali dicoba secara perlahan. Anak-anak kembali hadir ke sekolah dan bertemu dengan guru serta teman-temannya. FullscreenKini ...
Bunda, pernah mengalami kejadian Si Kecil memukul ketika sedang bermain dengan teman-teman sebayanya? Mungkin itu menjadi pertanyaan besar ya apakah Bunda melakukan kesalahan dalam pola asuhnya. ...
Jakarta - Tahukah Bunda, ASI pertama yang diberikan setelah kelahiran bayi memiliki manfaat yang sangat besar. ASI yang disebut dengan kolostrum ini dihasilkan dari kelenjar susu Bunda selam...
Sebagai makhluk sosial, kita butuh berinteraksi dengan orang lain. Nah, agar hubungan kita dengan orang lain berjalan baik, tentu dibutuhkan sopan santun. Sopan santun harus ditanamkan pada anak sejak...