Ternyata, hipertensi bisa menyerang segala usia, usia balita salah satunya. Bagaimana mencegahnya? Hipertensi pada anak berkisar 1-2%. Anak dengan hipertensi mempunyai risiko hampir 4 kali le...
Rabu, 24 Desember 2025 | 15:56 WIB Penulis :
Pentingnya sunscreen untuk anak
Melindungi anak dari paparan sinar matahari sangat penting untuk mencegah kerusakan kulit jangka
panjang.
Apalagi, kulit anak masih tergolong sensitif bila dibandingkan dengan orang dewasa, sehingga risiko
kerusakan dan penyakit kulit akibat paparan sinar UV lebih tinggi.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), semua anak, terlepas dari warna kulitnya, harus
menggunakan sunscreen dengan SPF minimal 30.
Penggunaan tabir surya, sunscreen, atau sunblock pada anak dapat mencegah kulit terbakar dan
mengurangi risiko kerusakan jangka panjang.
Selain itu, paparan sinar matahari yang berlebihan di masa kecil dapat menyebabkan bintik hitam, kulit
kering, dan mempercepat tanda-tanda penuaan di usia muda.
Sunscreen juga membantu menjaga kesehatan kulit anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Oleh karena itu, penting untuk mengaplikasikan sunscreen 15–30 menit sebelum keluar rumah dan
mengulanginya setiap dua jam, terutama setelah si Kecil berkeringat atau berenang.
Selain sunscreen, anak juga sebaiknya mengenakan topi, kacamata hitam, dan pakaian tertutup untuk
perlindungan tambahan.
Cara memilih sunscreen yang aman untuk kulit anak
Jangan asal membeli sunblock atau tabir surya untuk anak tanpa membaca labelnya terlebih dahulu.
Selain itu, bedakan juga antara sunscreen dan sunblock.
Pasalnya, salah memilih tabir surya anak justru dapat merusak kulit sensitifnya dan malah membuat kulit
anak cepat gosong.
Agar tidak salah pilih, berikut ini aturan memilih sunscreen atau sunblock anak yang tepat dan aman.
1. Mengandung SPF 30 atau lebih
Sun protection factor (SPF) adalah angka penentu seberapa lama kulit anak akan terlindungi dari sengatan
matahari UVB.
Semakin tinggi angka SPF, maka kulit anak akan semakin lama terlindungi dari risiko kulit terbakar dan
kanker kulit.
Namun, sebetulnya semakin tinggi angka SPF tidak selalu menunjukkan bahwa tabir surya tersebut
memberikan perlindungan yang kuat terhadap kulit anak.
Angka SPF tinggi memang akan memblokir lebih banyak UVB, tapi tidak 100% menjamin kulit anak
tidak akan gosong.
Meski begitu, tabir surya yang baik untuk kulit anak adalah yang mengandung SPF minimal SPF 30.
Lalu, walaupun kulit anak cenderung gelap, bukan berarti kulitnya aman dari sengatan matahari.
Terlepas dari apa pun warna dan jenis kulit anak, pastikan kulit si Kecil tetap terlindungi dengan tabir
surya yang mengandung SPF 30 atau lebih sebelum pergi ke luar rumah.
2. Bertuliskan “Broad Spectrum” pada label
Sebelum membeli sunscreen untuk anak, pastikan produk pelindung yang Anda pilih bertuliskan “Broad
Spectrum” pada labelnya.
Maksud “Broad Spectrum” adalah produk tersebut mampu melindungi kulit dari kedua jenis radiasi sinar
matahari, yaitu ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB).
Huruf A pada UVA berarti “aging” atau penuaan, sedangkan huruf B pada UVB artinya “burning” atau
pembakaran.
Dengan mengikuti aturan memilih tabir surya anak yang bertuliskan “Broad Spectrum“, ini artinya kulit
anak akan terlindung dari kulit gosong dan penuaan dini.
3. Tahan air
Beberapa produk sunscreen anak dapat luntur seketika saat terkena air atau keringat, apalagi kalau Anda
mengoleskannya sebelum si Kecil berenang.
Hal ini tentu membuat upaya Anda dalam melindungi kulit anak jadi sia-sia.
Sebagai solusinya, Anda bisa mengikuti aturan memilih sunscreen anak satu ini, yaitu pilih produk
dengan water-resistant alias tahan air.
Dengan begitu, krim sunblock dapat menempel lebih lama pada kulit anak tanpa takut terbilas air atau
kena keringat.
Biasanya, jenis sunblock ini dapat bertahan 40—80 menit di dalam air.
4. Jenis yang tepat
Tabir surya tersedia dalam beberapa bentuk atau jenis, baik untuk anak-anak, produk sunscreen remaja,
hingga orang dewasa.
Umumnya, ada tiga jenis tabir surya yang sering digunakan berdasarkan bentuknya, yaitu krim, losion,
dan semprot (spray).
Meski zat kimia yang terkandung di dalam sunscreen sangat bagus dan bermanfaat untuk kulit, bahan-
bahan tersebut berisiko bahaya untuk paru-paru.
Oleh karena itu, penelitian menganjurkan agar tidak menggunakan tabir surya semprot untuk anak-anak.
Ini karena anak sering kali kesulitan untuk menahan napasnya. Hal ini berisiko membuat zat kimia di
dalam sunscreen tidak sengaja terhirup saat disemprotkan.
Kebanyakan orang mungkin lebih suka sunscreen losion karena biasanya mengandung pelembap.
Namun, untuk anak-anak, tabir surya berbentuk krim yang lebih kental merupakan pilihan terbaik karena
umumnya bisa bertahan dan melindungi kulit lebih lama.
Cara tepat mengoleskan sunscreen pada kulit anak
Melihat pentingnya penggunaan sunblock, orangtua juga harus tahu waktu atau usia yang tepat untuk
mulai rutin menggunakannya.
Idealnya, sejak usia 6 bulan, si Kecil sudah mulai bisa rutin Anda pakaikan sunblock maupun sunscreen.
Nah, setelah Anda sudah tahu aturan memilih sunscreen anak yang aman untuk kulitnya dan waktu tepat
menggunakannya, Anda juga perlu memahami cara menggunakannya.
Jika produk sunblock yang Anda beli sudah benar, cara pemakaiannya tentu juga harus tepat. Jangan
sampai manfaat sunblock untuk melindungi kulit anak jadi tidak maksimal.
Tak perlu bingung. Berikut ini aturan menggunakan sunscreen anak yang benar.
Oleskan sunscreen 15—30 menit sebelum si Kecil bermain di luar.Mengoleskan sunscreen sebelum si
Kecil bermain di luar dilakukan supaya kandungan sunscreen dapat terserap lebih maksimal ke dalam
kulit anak.
Oleskan sunscreen dalam jumlah yang cukup. Pastikan untuk mengoleskan tabir surya dalam jumlah yang
cukup pada tubuh anak, yaitu sekitar dua ruas jari. Jangan mengoleskannya terlalu sedikit. Kebanyakan
orang hanya mengoleskan setengah dari jumlah yang disarankan dan tidak merata.
Oleskan pada telinga, tangan, kaki, pundak, dan belakang lehernya.Tetap oleskan sunscreen pada bagian
tubuh anak yang tertutup, misalnya pada lengan atas anak yang tertutup lengan baju pendeknya atau di
sekitar pundak. Saat anak bergerak aktif, bajunya tentu akan bergeser-geser dan membuat kulitnya
terkena sinar matahari.
Oleskan sunscreen berulang kali, setidaknya setiap satu hingga dua jam sekali.Terlebih kalau anak sering
keringatan atau setelah berenang yang dapat melunturkan sunscreen.
Food and Drug Administration (FDA) menyarankan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung
antara jam 10 pagi sampai 2 siang.
Ini karena pada jam-jam tersebut, sinar matahari sedang sangat kuat sehingga radiasi UV yang dihasilkan
juga lebih besar.
Manfaat sunscreen untuk anak sudah terbukti dan bisa dipastikan baik untuk melindungi kulit anak dari
bahaya paparan sinar matahari langsung.
Sunscreen bisa melindungi tubuh dari bahaya sinar matahari, terutama di area tubuh yang tidak tertutup
baju, seperti wajah dan tangan.
Namun, perlu diingat bahwa sunscreen bukanlah satu-satunya cara yang perlu dilakukan untuk
menghindari sinar UV.
Sunscreen merupakan bagian dari serangkaian langkah perlindungan kulit terhadap sinar matahari,
misalnya dengan pakai topi, kacamata, dan pakaian.
Sumber: hellosehat.com
Ternyata, hipertensi bisa menyerang segala usia, usia balita salah satunya. Bagaimana mencegahnya? Hipertensi pada anak berkisar 1-2%. Anak dengan hipertensi mempunyai risiko hampir 4 kali le...
Mendengkur ketika sedang tidur sering kali dianggap remeh oleh kebanyakan orang. Padahal, mendengkur bisa jadi tanda bahwa seseorang mengalami gangguan sleep apnea, yaitu tersumbatnya pasokan oksigen,...
1. mete Cita rasa : Creamy, agak manis, dan sangat gurih, dengan rasa dan aroma kacang yang kuat. Pilih ini karena: Rasanya lebih lezat daripada susu sapi, kaya protein, dan tinggi kalsium, dilengkapi...
Setiap anak pasti punya banyak khayalan dan mimpi mengenai apa yang menjadi cita-cita mereka. Sudah menjadi tugas orangtua untuk membantu si kecil mengetahui cita-citanya. Apa yang menjadi cita-cita m...
WhatsApp ×