“Anak saya itu beberapa kali kalau lagi sedang main bersama temannya, lalu mainannya direbut, reflek temannya langsung dipukul. Cepet banget gerakannya, ampe ga sempet saya tahan tangannya. Pada...
Senin, 30 Maret 2026 | 14:48 WIB Penulis :
Mendeteksi gangguan antisosial pada anak sedini mungkin sangat penting, agar penanganan bisa segera dilakukan. Berikut ini gejala gangguan antisosial pada anak yang perlu diketahui:
1.Mudah Marah dan Agresif
Salah satu karakteristik yang menonjol dari anak-anak dengan gangguan antisosial adalah bahwa mereka tampaknya tidak memiliki perasaan. Mereka cenderung tidak menunjukkan perasaan mereka sendiri kecuali kemarahan, permusuhan, perilaku curang, agitasi, agresi atau kekerasan.
2.Impulsif
Anak dengan gangguan antisosial sering memiliki dorongan untuk melakukan sesuatu tanpa memikirkan konsekuensinya terlebih dahulu. Namun, orang di sekitarnya sering menyalahartikan perilaku impulsif ini sebagai sikap labil seorang anak.
Padahal, sebenarnya lebih dari sekadar labil. Perilaku impulsif anak dengan gangguan antisosial juga sering kali sembrono, dan membahayakan diri, serta orang lain di sekitarnya.
3.Memiliki Riwayat Kenakalan dan Tindakan Melawan Hukum
Bentuk perilaku antisosial pada anak yang parah dapat menyebabkan berbagai masalah dalam aspek sosial, seperti putus sekolah, dan kesulitan mempertahankan hubungan yang sehat dengan orang disekitarnya.
Orangtua perlu waspada jika anak memiliki riwayat kenakalan dan tindakan melawan hukum, seperti bolos sekolah, mencuri dengan sengaja, merusak barang atau properti di ruang publik. Jika tidak ditangani secepat mungkin, anak dengan gangguan perilaku antisosial tidak dapat terlepas dari tindak kriminal dan mungkin pada saat dewasa akan dengan mudah melakukan kejahatan.
4.Kurangnya Empati dan Penyesalan
Gangguan antisosial juga membuat kurangnya empati dan hati nurani pada anak. Hal ini ditunjukkan dengan mengabaikan serta menyalahgunakan wewenang dan hak-hak orang lain. Selain itu, mereka juga cenderung tidak menunjukkan rasa kepedulian terhadap perasaan atau penyesalan karena telah menyakiti orang lain.
Source : halodoc.com
“Anak saya itu beberapa kali kalau lagi sedang main bersama temannya, lalu mainannya direbut, reflek temannya langsung dipukul. Cepet banget gerakannya, ampe ga sempet saya tahan tangannya. Pada...
Saat si kecil mogok makan jangan dulu panik, cari tahu penyebab dan solusi yang tepat saat balita menjalankan aksi tutup mulit alias mogok makan : 1. Sakit Kondisi tenggoroakannya yang radang, a...
Duh kok anak jadi suka berkata kasar ya? Moms mungkin sering mendengar anak tiba-tiba berkata kasar. Apa ya penyebab anak jadi melakukan hal buruk ter...
Perkembangan emosional anak merupakan salah satu tahap tumbuh kembang anak untuk berinteraksi dengan orang lain dan mengendalikan emosinya. Semakin bertambah usia Si Kecil, maka kemampuan emosional Si...
WhatsApp ×