Ternyata warna tidak asal warna saja, ada psikologi warna untuk anak yang dapat menjadi ciri khas mengapa seseorang memilih warna tersebut. Tiap warna juga diduga memiliki sifat psikologis berbeda-bed...
Kamis, 04 Agustus 2016 | 10:55 WIB Penulis : Erni Wulandari
Mungkin selama ini Bunda dan keluarga terbiasa makan di perjalanan, tak sarapan bersama, atau bahkan makan malam di sofa depan televisi. Jika Bunda peduli dengan family time dan masa depan anak, mulailah menata kembali kebiasaan makan Bunda dan keluarga agar tercipta kembali kebiasaan makan di meja.
Banyak sekali manfaat dari kebiasaan makan bersama keluarga. Sebuah penelitian, keluarga yang makan bersama di meja makan dapat membuat anak menjadi lebih tegas menghadapi peer pressure, pandai membuat keputusan, berprestasi di sekolah, serta terhindar dari penyalahgunaan alkohol, obat-obatan, dan seks bebas. Di samping itu, mereka juga belajar mengenai nutrisi sehingga terhindar dari gangguan perilaku makan saat beranjak dewasa.
Bagaimana mulai membiasakan anak makan di meja bersama keluarga ? Berikut yang bisa Bunda terapkan dirumah :
Sumber : Parenting
Ternyata warna tidak asal warna saja, ada psikologi warna untuk anak yang dapat menjadi ciri khas mengapa seseorang memilih warna tersebut. Tiap warna juga diduga memiliki sifat psikologis berbeda-bed...
Bully atau perundungan memiliki dampak psikologis yang dapat merugikan anak-anak. Korban bully atau perundungan bisa kehilangan rasa percaya dirinya bahkan mengalami depresi. Perundungan tidak terjadi...
Anak yang terlambat bicara kadang dianggap memiliki autisme. Padahal beda anak speech delay dan autis dapat dilihat dari beberapa aspek. Sayangnya, tidak semua orangtua memahami hal tersebut...
Mengajarkan anak untuk berpuasa bukanlah hal mudah. Sebab tak jarang, ia akan mengeluh dan merengek karena merasa lemas, haus, dan lapar karena belum terbiasa berpuasa. Oleh sebab itu, sebelum membias...
WhatsApp ×