Cara Membiasakan Makan Bersama

Kamis, 04 Agustus 2016 | 10:55 WIB Penulis : Erni Wulandari


Mungkin selama ini Bunda dan keluarga terbiasa makan di perjalanan, tak sarapan bersama, atau bahkan makan malam di sofa depan televisi. Jika Bunda peduli dengan family time dan masa depan anak, mulailah menata kembali kebiasaan makan Bunda dan keluarga agar tercipta kembali kebiasaan makan di meja.

Banyak sekali manfaat dari kebiasaan makan bersama keluarga. Sebuah penelitian, keluarga yang makan bersama di meja makan dapat membuat anak menjadi lebih tegas menghadapi peer pressure, pandai membuat keputusan, berprestasi di sekolah, serta terhindar dari penyalahgunaan alkohol, obat-obatan, dan seks bebas. Di samping itu, mereka juga belajar mengenai nutrisi sehingga terhindar dari gangguan perilaku makan saat beranjak dewasa.
 

Bagaimana mulai membiasakan anak makan di meja bersama keluarga ? Berikut yang bisa Bunda terapkan dirumah :

  • Libatkan semua orang dalam pemilihan menu. Beri kesempatan seluruh anggota keluarga secara bergiliran untuk memilih menu makan bersama. Ini akan memberi kesempatan mereka menunjukkan antusiasme terhadap momen makan bersama.
  • Buat tema menu hari tertentu. Misalnya, nasi goreng di Senin atau burger sehat di akhir pekan, yang tentu saja harus melalui diskusi dengan anak-anak.
  • Libatkan semua orang dalam tata meja. Mulai dari balita, remaja, dan orang tua sebaiknya mengambil peran saat menata dan membereskan meja makan.
  • Buat perencanaan matang. Jangan sampai Bunda memilih menu yang waktu pengolahannya lama. Sebaiknya, semua bahan sudah dipersiapkan terlebih dahulu, dan dimasak sesaat sebelum jam makan tiba, sehingga tidak ada yang mengeluh karena menunggu terlalu lama.
  • Selingi dengan keseruan. Bisa dengan menyetel lagu kesukaan, berdialog dengan anak, bermain kata, atau melempar lelucon agar suasana tetap menyenangkan.

 

Sumber : Parenting

Artikel Lainnya

Sistem visual anak dapat berkembang pesat selama usia 7 hingga 10 tahun, pertumbuhan usia anak ini memungkinkan cahaya lewat bolak-balik antara otak dan saraf optik menjadi berkembang. Amblyopia, y...

Anak-anak, terutama bayi dan balita, tergolong rentan karena daya tahan tubuh mereka belum sempurna. Adapun penyakit yang kerap menyerang mereka adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). Batuk pi...

Karakteristik Anak yang Hiperaktif Terkadang sangat sulit membedakan anak yang aktif dan hiperaktif, karena biasanya sama-sama ditunjukkan dengan perilaku tidak bisa diam dan duduk tenang. Namun, t...

Ketergantungan balita pada gadget bisa diatasi dengan mengajaknya aktif bergerak. Berikut aktivitas fisik yang akan mengalihkan anak dari gadget. 1.    Menari Daftarkan anak ke seko...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................