Bintik Yang Wajib Bunda Waspadai

Selasa, 23 Agustus 2016 | 09:35 WIB Penulis : Erni Wulandari


Bintik yang mungkin di alami si kecil, apa saja ya Bund :

1. Flu Singpura
Bintik yang muncul pada penderita flu Singapura atau penyakit kaki, tangan dan mulut (KTM), adalah bintik-bintik merah di sekitar  atau di mulut, tangan dan kaki. Kemudian bintik-bintik tersebut akan berisi air. Bintik-bintik ini kadang muncul di bokong, lutut, lipatan paha atau siku. Bersamaan dengan itu muncul demam tinggi, sakit tenggorokan, luka seperti melepuh berwarna merah di lidah, gusi, dan di pipi. Keadaan ini akan membuat anak kesulitan makan. Penyebab flu ini  adalah  virus bernama enterovirus A yang menyebar ke jaringan mulut, lalu masuk ke dalam sistem pencernaan hingga menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Penanganan
Seperti penyakit lain yang disebabkan oleh virus,  flu Singapura yang menular ini tidak membutuhkan pengobatan khusus atau antibiotik. Gangguan ini biasanya akan pulih dalam waktu seminggu. Yang penting dilakukan adalah memberi penderita minum air yang tidak panas karena bisa membuat tenggorokan tambah sakit. Untuk meredakan nyeri atau demam biasanya dokter memberi  obat penurun demam. Untuk mencegah flu Singapura, Bunda sebaiknya membersihkan perlengkapan makan tidur yang dicurigai terkontamsinasi virus dan  melatih anak untuk mencuci tangan.

2. Campak
Bintinya berupa bercak merah agak keputihan yang menyebar di seluruh tubuh,  khususnya bagian belakang telinga hingga perut. Penyakit campak atau yang dikenal dengan penyakit rubela ini merupakan infeksi virus yang masuk melalui saluran pernapasan atas. Bintik pada penyakit campak akan muncul saat demam sedang tinggi. Penyakit ini akan  disertai dengan gejala  turunnya nafsu makan, demam, batuk, pilek, diare, peradangan selaput mata dan ruam kulit. Suhu tubuh anak juga akan meningkat tinggi. Selalu waspada terhadap peningkatan suhu tubuhnya. Bila kenaikan terlalu drastis, balita berisiko mengalami kejang.

Penanganan
Kompres bagian lipatan tubuh anak menggunakan air hangat dan hindari menyelimuti tubuhnya. Sebab panas tubuhnya justru akan meninggi dan bisa mengakibatkan kejang demam. Jika panasnya terus meningkat, sebaiknya anak tidak dimandikan. Jaga kebersihan tubuhnya dengan mengelap tubuhnya menggunakan air hangat. Pastikan anak tak kekurangan cairan dan berikan makanan dalam porsi kecil, namun sering. Jika anak sudah pernah diberi imunisasi campak, masih mungkin ia terkena penyakit ini namun biasanya dengan gejala yang lebih ringan.

3. Cacar
Bintik-bintik merah yang berubah menjadi tonjolan-tonjolan bening atau bintil yang berisi cairan dan terasa nyeri serta sangat gatal yang timbul di sekitar dada, perut atau punggung merupakan ciri penyakit cacar. Jadi, bila bintik merah yang timbul belum menjadi bintil, maka belum bisa dikatakan anak menderita cacar. Bintik di tubuh balita akan bertransformasi menjadi bintil-bintil kecil dalam waktu sekitar 24 jam setelah anak demam. Agar tidak menular pada orang di sekitarnya, anak disarankan untuk tidak banyak terkena angin.

Penanganan
Tingkatkan daya tahan tubuh anak melalui asupan makanan bergizi dan istirahat. Untuk gatalnya, oleskan bedak dingin tipis-tipis atau bedak pengurang gatal yang dapat membuat kulit anak terasa lebih nyaman. Bedak ini juga berfungsi mengurangi gesekan pada kulit sehingga mengurangi risiko iritasi. Selama sakit, ia boleh mandi seperti biasa untuk menghindari penumpukan kuman. Selain itu, hindari anak terlalu banyak terkena angin karena dapat memperburuk kondisi penyakitnya. Masa inkubasi penyakit ini sekitar 10-21 hari.

4. Demam bedarah
Bercak merah yang timbul sebagai tanda penyakit demam berdarah ini mirip dengan penyakit campak. Tetapi, saat kulit diregangkan bintik merah tersebut tidak akan hilang. Walau bentuknya mirip gigitan serangga, bintik merah ini tidak menimbulkan rasa gatal karena ia timbul akibat pecahnya pembuluh darah di dalam tubuh. Seringnya, bintik ini banyak ditemukan di daerah lipatan tangan si penderita. Tetap waspadai gejala lain dari penyakit ini karena bercak merah tak harus muncul di hari pertama saat anak terjangkit demam berdarah.

Penanganan
Pastikan Bunda tetap siaga. Saat anak mengalami panas tinggi atasi dahulu dengan obat penurun panas dan jaga agar ia tak kekurangan cairan. Lakukan pengecekan laboratorium sejak panas hari pertama. Bila kaki dan tangannya dingin, atasi dengan memberikan infus atau minum sebanyak-banyaknya. Masa kritis ini akan berlangsung selama 24-28 jam. Kecenderungan orangtua menganggap remeh gejala awal penyakit dan ini lah penyebab buruk bagi anak.

5. Roseola Infantum
Bentuk bintik yang menjadi gejala dari penyakit ini berbentuk seperti bunga mawar. Tanda kemerahan di kulit ini muncul setelah demam turun. Penyebarannya bisa di seluruh tubuh atau hanya pada bagian tertentu. Bila bercak tersebut ditekan akan terlihat bekas lingkaran seperti cincin, ia juga tidak berubah menjadi nanah atau berisi cairan serta tidak gatal. Bedanya dengan campak ruam, roseola infantum timbul setelah demam anak turun kemudian hilang setelah tiga atau empat hari, sementara pada campak muncul pada saat demam sedang tinggi.

Penanganan
Segera tangani agar tak terjadi komplikasi seperti kejang dan pneumonia dengan menurunkan demamnya. Beri obat penurun demam untuk anak tetapi jangan gunakan aspirin, sebab bila bereaksi dengan virus dapat memicu timbulnya sindroma Reye (menyebabkan pembengkakan hati dan otak). Kompres dengan air hangat, beri banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Masa inkubasi penyakit ini rata-rata 5–15 hari, dan umumnya akan sembuh dalam waktu sekitar 1 minggu.

6. Alergi
Kebanyakan bintik merah pada kasus alergi awalnya muncul satu persatu, dan tersebar di bagian tertentu saja seperti perut, kaki, tangan dan wajah serta menimbulkan rasa yang sangat gatal. Semakin sering bintik tersebut digaruk maka bentuknya pun akan semakin lebar seperti pulau dan jika diraba bagian merah tersebut terasa timbul. Alergi dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti dingin, debu, makanan atau udara.

Penanganan
Atasi sesuai dampak yang timbul, jika demam, turunkan panasnya dengan obat penurun demam yang aman untuk anak bila diperlukan. Kompres dengan lap bersih yang dibasahi dengan air hangat. Jika terkena gangguan pencernaan, banyak berikan cairan seperti ASI, air putih atau oralit. Bila kesadaran menurun dan balita kejang, segera bawa ke dokter. Lakukan tes alergi untuk mengetahui alergen apa saja yang perlu ia hindari. Seiring bertambahnya usia, biasanya reaksi alergi dapat berkurang karena daya tahan yang semakin kuat.

 

 

Sumber : Ayahbunda

Artikel Lainnya

Saat ajak anak makan di restoran, tetap pilihkan makanan yang menyehatkan dengan cara ini. Sebuah studi terbaru dari American Journal of Preventive Medicine menyebutkan bahwa menemukan restoran den...

Hati-hati itu harus, tetapi dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A(K), PhD, dari bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada/INSKA RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, mengingatkan agar beri...

Moms, yuk, ketahui cara mudah dan seru mengenalkan matematika kepada balita Tahukah Moms? Mengenalkan matematika kepada balita ternyata bisa dilakukan dengan cara-cara seru, lho! Moms ...

Ibu hamil dengan diabetes gestasional biasanya tidak memiliki gejala khas yang terlihat. Kondisi baru diketahui setelah melakukan tes skrining kehamilan rutin, di mana salah satunya ada tes gula darah...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................