Mana Yang lebih Baik Kukus atau Rebus Bahan Makanan ?

Kamis, 02 Maret 2017 | 10:39 WIB Penulis : Erni Wulandari


Cara memasak ternyata berperan menentukan kualitas nutrisi masakan. Dalam mengolah masakan biasanya kita hanya fokus memerhatikan bahan bakunya saja. Pastikan Bunda juga memerhatikan proses atau cara mengolahnya. Kalau selama ini kita mengira merebus dan mengukus sama saja, sama-sama baik dibandingkan menggoreng dan membakar ternyata salah loh Bunda. Ada kelebihan dan kekurangan dari metode mengolah makanan tersebut. Yuk kita bahas apa yang terjadi dari proses merebus dan mengukus.


Merebus 
Proses perebusan melibatkan kontak antara air dan sayuran, sehingga beberapa ahli mengatakan ada penarikan senyawa-senyawa aktif dari sayuran itu sendiri (Ekstraksi). Akibat dari penarikan ini, beberapa kandungan nutrisi dari bahan yang direbus menjadi hilang. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition, "Mendidihkan makanan (penelitian menggunakan brokoli atau bayam) mengakibatkan hilangnya folat hingga 20%. Bahkan mampu menghilangkan kandungan vitamin C dan beberapa vitamin B yang memang bersifat larut air. Merebus juga dipercaya dapat meluluhkan lebih banyak antioksidan karena beberapa senyawa pelawan penyakit larut dalam air panas. Belum lagi ketika Bunda merebus makanan terlalu lama, bisa-bisa senyawea vitamin dan mineral akan ikut larut dalam air panas.

Sedangkan menurut penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Aglicultural and Food Chemistry, AS. Mendidihkan bahan makanan, khususnya sayuran dapat menghilangkan 87 % oksalat-asam organik yang mampu membuat seseorang terkena penyakit batu ginjal, jika terlalu banyak mengonsumsunya. Konsultan gizi, Jansen Ongko, M.Sc., RD, menambahkan, merebus sayuran dapat mengurangi kadar polifenol sebesar 38%.

Mengukus 
Senyawa pada bahan makanan seperti vitamin akan terjaga dan tidak mudah rusak ketika dikukus, sebab melibatkan uap panas yang tidak menarik senyawa vitamin yang terdapat pada bahan makanan yang justru membuat senyawa-senyawa beracun seperti sianida atau cemaran pestisida keluar dari sayuran. Menurut ahli diet, Nigel Denby, "mengukus bahan makanan dapat mempertahankan zat gizi hingga 82%. Brokoli misalnya, hanya kehilangan 11% kandungan antioksidan ketika dikukus, menurut Journal of Science if Food and Agriculture.

Dokter spesialis gizi, dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt juga menganjurkan mengolah sayuran dengan mengukus daripada merebus, khususnya sayuran yang mengandung vitamin larut air. Tujuannya agar vitamin tetap tertahan ketika proses mengukus. Kuncinya, jangan mengukus terlalu lama-lihat warna hijaunya, buat warna tetap hujau segar. Janseng Ongko, M.Sc., RD bahkan berpendapat bahwa ada penelitian yang menunjukan bahwa mengukus sayuran dapat meningkatkan kandungan gizi dari sayurannya. Mengukus sayuran ternyata justru meningkatkan kadar polifenol (salah satu jenis antioksidan) hingga 52% karena proses pemanasannya tidak berlebih dan sayuran tidak terendam dengan air. Kelebihan lain dari proses mengolah makanan ini adalah makanan yang sudah dingin bisa kembali dipanaskan tanpa harus memengaruhi kualitas makanan.

William Sears, MD dan Martha Sears, RN dalam buku The Family Nutrition Book, turut menjelaskan bahwa cara mengolah makanan berpengaruh terhadap kualitas nutrisinya. Semakin sedikit pemrosesan, maka akan semakin baik.

Artikel Lainnya

1. Biasakan memulai hari dengan sarapan gizi seimbang Dengan membiasakan anak sarapan pada pagi hari, anak bisa menjadi lebih bertenaga dan semangat untuk beraktivitas. Karena saat tidur malam hari, ...

Hari pertama sekolah akhirnya datang juga. Boleh jadi, ini momen penting bagi si kecil dan juga Moms. Perasaan campur aduk pasti menggelayuti Moms dan juga si Kecil. Sekolah baru, kelas b...

Asal tahu kiatnya, Bunda pasti tidak akan mengalami kesulitan berarti saat melakukan perjalanan bersama bayi Bunda meski sedang dalam masa menyusui. Praktis, mudah diberikan, tersedia kapan saja, d...

Jika Bunda mengalami anak yang menjadi cengeng sejak dia memiliki adik, sudah jelas si kakak mengalami regresu, antara lain terjadi kemunduran dari bisa pipis sendiri menjadi pipis di celana, menjadi ...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................