Tip Berbagi Momen Si Kecil

Selasa, 23 Januari 2018 | 16:45 WIB Penulis : Erni Wulandari


Zaman semakin canggih, banyak orang tua yang mengikuti perkembangannya saat ini. Merekam kegiatan bayi atau anak mereka, lalu diunggah ke dalam akun sosial media. Alasannya beragam, mulai dari seru-seruan dengan sesama orang tua, berbagi momen dengan keluarga dan iseng-iseng berhadiah demi mengikuti ajang casting atau modeling.

Memang lucu, merekam aksi-aksi si kecil yang menggemaskan, tapi apakah Anda sudah mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan gambar yang baik dan benar? Salah satu hal terpenting yang Anda harus perhatikan adalah cahaya. Gunakan cahaya alami semaksimal mungkin atau gunakan reflektor cahaya kearah si kecil. Untuk mengetahui lebih lanjutnya, yuk simak artikel di bawah ini!

Yang perlu Anda perhatikan ketika membuat video dan foto si kecil agar menarik:

  • Momen yang tepat, sesuai mood anak
  • Mempunyai konsep unik agar lebih menarik
  • Kesabaran supaya hasil lebih maksimal
  • Ketahui jam bermain anak
  • Untuk hasil yang bagus, usahakan dapat pose candid
  • Selalu siapkan kamera karena momen unik selalu tak disangka-sangka
  • Ambil gambar sebanyak-banyaknya jangan hanya sekali atau dua kali
  • Gunakan cahaya untuk dibeberapa tempat yang agak gelap

Baca juga: Tip Membuat Video Rekaman

Ini yang perlu Anda hindari dalam mengambil momen bersama si kecil:

  • Anak menangis ketika sedang disuntik. Ini sama saja kita menunjukkan kelemahan anak kita, salah-salah malah bisa menjadi bullying!
  • Anak sedang sakit. Tidak etis ketika anak kita sedang sakit atau terluka kemudian difoto. Anda sebagai orang tua perlu  mempertimbangkan kembali.
  • Anak mandi, usahakan ketika mulai pengambilan gambar, jangan sampai terlihat alat vital si kecil. Hal ini bisa membuka peluang kejahatan jika jatuh kepada pihak yang tak tepat seperti menjadi bagian dari pornografi anak.
  • Anak melakukan  kekerasan  seperti menendang atau sekadar memukul, karena akan memberi nilai buruk bagi anak Anda di mata orang lain yang menyaksikannya.
  • Saat di toilet. Wajar jika kita bangga bahwa anak kita sudah bisa menggunakan toilet, namun tak perlu Anda mengunggahnya dalam bentuk video atau foto.
  • Anak melakukan tindakan memalukan, bisa berdampak  di kemudian hari setelah anak beranjak besar. Hal ini dapat memicu ketidakpercayaan terhadap orangtua, post-traumatic stress disorder, depresi dan kecemasan di hari mendatang.

 

Sumber : Ayahbunda

Artikel Lainnya

Moms pasti sudah tidak asing lagi dengan penyakit yang kebanyakan menyerang anak-anak ini. Penyakit yang satu ini merupakan disabilitas fisik yang memengaruhi gerakan dan postur tubuh. Apa lagi kalau ...

Tantrum, bisa mulai terjadi saat anak memasuki usia 15 bulan, namun paling sering terjadi antara usia dua dan empat tahun. Meski frekuensi tantrum berbeda pada setiap anak, tapi pada anak yang aktif d...

Demam menjadi salah satu gejala yang paling sering dialami anak-anak. Meskipun demam biasa terjadi pada anak rasanya tetap khawatir ya, Bunda, kalau anak sakit dalam kondisi pandemi COVID-19 sepe...

Batita adalah usia dimana prilaku anak sangat menguji kesabaran Bunda. Saat si kecil menjatuhkan barang, memuntahkan makanan, membuat mainan berantakan, memukul, menjambak dan sebagainya, kesabaran B...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................