Moms, Jangan Maklum Bila Anak Sering Berperilaku Tak Sopan

Selasa, 23 April 2019 | 08:35 WIB Penulis : Erni Wulandari


Dalam keseharian, seringkali anak berperilaku tak sopan. Sekali dua kali mungkin itu bisa dianggap normal. Tapi bila mereka sering bertindak tidak sopan, jangan dibiarkan ya, Moms. Menurut psikoterapis Amy Morin, perilaku anak yang tidak sopan dan dibiarkan bakal makin buruk, Moms. Ke depannya, Mommy bisa saja menemukan si kecil berperilaku seperti memanggil orang yang lebih tua dengan nama, mengabaikan aturan, atau melawan secara fisik.

Sebuah studi tahun 2015 yang dilakukan m peneliti di University of Virginia menemukan anak-anak yang tidak sopan cenderung menjadi orang dewasa yang kasar, Moms. Morin bilang Mommy memaklumi ketidaksopanannya dengan mengatakan, 'namanya juga anak-anak', tak akan membantu anak-anak, Menurutnya, anak-anak perlu belajar bagaimana memperlakukan orang lain dengan hormat. Sehingga, mereka bisa mengembangkan hubungan yang sehat dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan orang di sekitarnya. "Rasa tidak hormat anak Anda mungkin merupakan pertanda dia butuh bantuan untuk mempelajari cara-cara yang pantas secara sosial untuk mengelola amarah, mengatasi frustrasi, dan berkomunikasi secara efektif," tulis Morin mengutip Very Well Family.

Bila Mommy ingin memberi konsekuensi atas perilaku tidak sopan anak, Morin menyarankan:

1. Abaikan perilaku anak yang cenderung mencari perhatian

Morin mengatakan cara ini mungkin terlihat seperti mengabaikan rasa tidak hormat si kecil karena membiarkan dia melakukannya. Tapi, mengabaikan di sini lebih pada terus menyuruh anak tiap beberapa menit sampai beberapa kali. "Jika anak belum mau melakukannya, diskusikan bahwa dia sudah sering melakukan itu. Lalu, sampaikan bagaimana perasaan dia jika orang lain berlaku seperti itu padanya," kata Morin. 

2. Peraturan disiplin nenek

Aturan 'disiplin nenek' merupakan cara sederhana namun efektif untuk membuat anak patuh. Ketimbang memberi tahu anak apa yang tidak bisa ia lakukan, katakan padanya bagaimana ia bisa mendapatkan hak istimewa. Misalnya begini. Daripada Mommy mengatakan, "Kalau Kakak tidak mengambilnya sekarang, Kakak tidak akan bisa bermain di luar," coba ganti dengan, "Kakak bisa bermain di luar segera setelah selesai mengambil mainanmu." Morin berpesan, ajari anak bahwa perilaku sopan dan ramah menghasilkan hasil yang positif.

3. Beri peringatan tunggal

"Coba gunakan pernyataan jika begini maka anak akan begini, untuk memperingatkan mereka apa yang akan terjadi jika perilakunya tidak berubah. Cara ini memberi anak kesempatan untuk mengubah perilakunya. Pastikan Bunda sepenuhnya siap untuk menindaklanjuti dengan konsekuensi negatif jika dia tidak patuh," papar Morin.

4. Beri konsekuensi negative

Sebagian besar perilaku tidak sopan harus langsung mendapat konsekuensi negatif. Saat menentukan hukuman, pertimbangkan usia anak dan seberapa berat pelanggaran yang dia lakukan. "Istirahat dapat menjadi konsekuensi negatif yang efektif bagi anak kecil. Jika anak masih balita dan berteriak, beri dia time-out," ujar Morin. Sedangkan, konsekuensi logis umumnya lebih efektif untuk anak yang lebih besar dan remaja. Misal, saat anak tidak mengerjakan tugasnya, kurangi waktu mereka bermain gadget. 

5. Gunakan restitusi

Apabila anak atau remaja berperilaku tidak sopan, Morin mengatakan orang tua bisa mencegahnya dengan cara ganti rugi. Restitusi adalah tentang melakukan sesuatu untuk membuat ganti rugi atas sesuatu yang telah dilakukan. Misalnya ketika anak memukul kakaknya, suruh dia melakukan pekerjaan kakaknya pada hari itu. Atau, jika anak yang remaja memecahkan sesuatu karena marah, buat dia memperbaikinya atau membayar untuk memperbaikinya. "Ajari anak mengatakan maaf tidak selalu memperbaiki keadaan. Restitusi akan membantunya bertanggung jawab atas perilakunya yang tidak sopan sambil juga memperbaiki hubungan," tutur Morin.

Dia menekankan, konsistensi adalah kunci untuk membantu anak berperilaku sopan. Ya, sopan santun memang menjadi hal yang harus ditanamkan sejak kecil. Dengan tahu cara menjaga perilaku, orang-orang di sekitar anak akan melihatnya sebagai pribadi yang baik. Mengutip detikcom, semakin dini Bunda memperkenalkan sopan santun kepada anak, maka akan semakin baik agar sikap sopan tumbuh bukan menjadi sebuah keterpaksaan. Tapi memang menjadi sifat dasarnya.

 

Artikel Lainnya

Apakah Moms sering merasakan puting nyeri dan retak setelah menyusui? Atau sesi menyusui yang konstan dan membutuhkan waktu lebih dari satu jam? Apakah bayi tidak bertambah berat badannya dengan ba...

  Masa pubertas adalah masa pertumbuhan yang dialami oleh semua anak laki-laki dan perempuan. Masa pubertas bisa terjadi dalam waktu cepat atau lambat. Jadi, penting bagi Mom untuk mengenali c...

Cara berikut merupakan cara mencabut gigi susu supaya tidak sakit: Kompres gusi di sekitar gigi yang goyang dengan es batu. Ini membantu mengurangi rasa sakit karena gusi dibuat mati rasa sement...

Menulis merupakan salah satu kemampuan motorik halus yang perlu dikuasai oleh anak. Dengan menulis, seorang anak dapat mengungkapkan isi pikiran dan emosinya di atas kertas. Kemampuan dasar menulis ha...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................