Si kecil sering mengeluh matanya terasa panas dan gatal. Belum lagi, Bunda juga kerap melihatnya mengusap matanya karena berair, padahal ia tidak sedang menangis. Bunda perlu curiga, jangan-jangan ...
Rabu, 08 Mei 2019 | 11:42 WIB Penulis : Erni Wulandari
Mengajarkan anak untuk berpuasa bukanlah hal mudah. Sebab tak jarang, ia akan mengeluh dan merengek karena merasa lemas, haus, dan lapar karena belum terbiasa berpuasa. Oleh sebab itu, sebelum membiasakan ia berpuasa, orang tua perlu mempertimbangkan usia dan kondisinya, termasuk apakah ia sudah bisa diajak berpuasa atau belum.
Saat melihat teman-temannya berpuasa, Si Kecil mungkin ingin ikut berpuasa. Kondisi tersebut tak jarang membuat beberapa orangtua bingung dan khawatir karena mereka masih belum tega untuk melihat anak-anaknya lemas karena menahan haus dan lapar saat berpuasa. Lantas, kapan ya waktu yang tepat untuk mengajarkan anak berpuasa?
Waktu Anak untuk Puasa
Puasa tidak hanya baik untuk kesehatan fisik anak, melainkan juga kesehatan mental. Banyak studi yang telah membuktikan bahwa puasa bisa meningkatkan hormon pertumbuhan anak, meningkatkan daya tahan tubuh, dan melatih emosi, kedisiplinan, kesabaran, serta sikap berbagi. Melihat banyaknya manfaat berpuasa bagi Si Kecil, tidak ada salahnya untuk ibu mengajarkan puasa kepadanya sejak dini.
Jika Si Kecil saat ini berusia 4-6 tahun, ia sudah bisa diajarkan untuk berpuasa. Sebab, para psikolog menyebutkan bahwa di usia tersebut anak sudah boleh diajarkan berpuasa secara bertahap, mulai dari memperkenalkan konsep puasa, puasa setengah hari, hingga puasa sehari penuh. Psikolog juga menyebutkan bahwa di usia 8-9 tahun, anak-anak seharusnya sudah bisa untuk berpuasa sehari penuh.
Memperkenalkan Konsep Puasa pada Si Kecil
Sejak Si Kecil balita, Mommy sudah bisa memperkenalkan konsep puasa kepadanya. Mulai dari menjelaskan tentang pengertian puasa, mengajaknya untuk sahur dan berbuka, hingga memberitah apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya saat puasa.
Sambil memperkenalkan konsep puasa, Mommy juga bisa mengajarkan Si Kecil berpuasa secara bertahap. Misalnya dengan mengajaknya berpuasa selama beberapa jam. Jika ia merasa haus dan lapar, Mommy bisa mengizinkannya untuk berbuka lalu meneruskan puasanya selama beberapa jam lagi. Lakukan seperti itu secara bertahap dan menambahkan jam berpuasa hingga ia benar-benar bisa berpuasa sehari penuh.
Membuat Si Kecil Bersemangat untuk Puasa
Ada beberapa cara yang bisa Mommy lakukan agar Si Kecil bersemangat saat berpuasa. Diantaranya dengan:
Jika Mommy dan Si Kecil punya keluhan kesehatan saat puasa, sebaiknya Mommy segera konsultasi dengan dokter.
Si kecil sering mengeluh matanya terasa panas dan gatal. Belum lagi, Bunda juga kerap melihatnya mengusap matanya karena berair, padahal ia tidak sedang menangis. Bunda perlu curiga, jangan-jangan ...
Alergi adalah salah satu jenis gangguan dari sistem kekebalan, menurut Dr. Anang Endaryanto, Sp.A(K). Dokter spesialis anak yang fokus pada alergi ini, menjelaskan di situs resmi Ikatan Dokter Anak In...
Cara Mencegah Sibling Rivalry Bagaimana sih cara mencegah sibling rivalry? Cara terbaik adalah dengan mempersiapkan si kakak untuk kehadiran adiknya yang akan segera lahir. Ya, tentu tak mudah...
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan vaksin Covid-19 buatan perusahaan China, Sinovac, untuk anak berusia enam sampai 11 tahun. Vaksinasi untuk anak usia sekolah dasa...