Bayi Melewati Fase Merangkak dan Langsung Berjalan, Mengapa?

Senin, 24 Mei 2021 | 16:22 WIB Penulis :


Saat bayi mulai merangkak, Si Kecil masih membutuhkan bantuan Moms untuk bergerak. Saat dia mulai terbiasa, Moms akan melihat bayi berada di lantai sambil menggerakkan tubuh kecilnya. Melihat Si Kecil bisa merangkak sendiri tentu menjadi sesuatu yang membanggakan.

Namun, ada bayi yang melewati fase merangkak dalam perkembangannya. Bayi tampak lebih tertarik untuk langsung berdiri dan bisa melangkahkan kakinya sedikit demi deikit. Apakah ini adalah hal yang normal ataukah harus diwaspadai?

Menurut Anne Rowan-Legg, seorang dokter anak di East Ontario Children's Hospital di Ottawa, kebanyakan bayi mulai merangkak antara usia tujuh hingga 10 bulan.

"Saat ada bayi yang melewati fase merangkak, saya bisa mengerti mengapa itu membuat orang tua stres," kata dia.

Bayi Bisa Melewati Fase Merangkak

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), ternyata ada beberapa bayi yang melewati fase merangkak dan hal tersebut adalah sesuatu yang normal.

Sebagai gantinya, bayi menggunakan gerakan alternatif seperti menggeser pantatnya atau menggeser badannya di lantai. Selama bayi belajar mengoordinasikan setiap sisi tubuhnya dan menggunakan setiap lengan dan kaki secara merata, tidak ada alasan untuk khawatir.

Gina Posner, MD, seorang dokter anak bersertifikat di MemorialCare Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, California, mengatakan biasanya bayi memiliki semacam alternatif untuk berkeliling sebelum berjalan, tetapi beberapa tidak pernah merangkak.

"Setiap anak memiliki tonggak keterampilan motorik secara berbeda. Anak-anak yang berjalan pertama tidak lebih istimewa daripada anak-anak yang merangkak terlebih dahulu,” ujarnya.

Bayi yang melewati fase merangkak bukan berarti suatu keajaiban atau keajaiban medis.

"Ini berarti bayi mengetahui keseimbangannya sendiri dan melewatkan satu tonggak perkembangan, tetapi berkembang dalam perkembangan yang lain," jelas Dr. Danelle Fisher, MD, dokter anak dan wakil ketua pediatri di Providence Saint John Health Center di Santa Monica, California.

Merangkak terasa seperti langkah pertama yang alami sebelum berjalan, tetapi beberapa anak kecil tidak menyukai berlutut atau hanya tertarik untuk berjalan. Sisi positifnya, saat bayi melewati fase merangkak, hanya ada sedikit kesempatan bagi bayi untuk melukai lututnya.

Teori lama yang mengatakan bahwa seorang anak melewatkan merangkak, maka memiliki masalah perkembangan nantinya hanyalah teori usang.

"Kekhawatiran tentang masalah belajar nanti hanya akan valid jika mereka tertunda di banyak tonggak lainnya. Misalnya, jika mereka mengalami masalah dengan keterampilan bahasa dan sosial dan keterampilan motorik halus, maka saya akan khawatir,” jelas Danelle.

Cara Merangsang Bayi untuk Merangkak

Memang tidak semua bayi dapat merangkak sebelum melangkahkan kakinya untuk berjalan hingga akhirnya melewati fase merangkak. Beberapa bayi terlihat menggeser perut atau pantat, menggeliat atau berguling.

Selama keterampilan motorik kasar bayi seperti berguling dan duduk dimiliki dengan baik, Moms tidak usah mengkhawatirkannya.

“Mekanisme apa pun yang mereka gunakan untuk menjelajahi sekitarnya memungkinkan bayi untuk mengembangkan koordinasi dan keseimbangan. Ini memungkinkan seorang anak untuk menjelajahi lingkungannya dan mendapatkan rasa kemandirian,” terang Anne.

Jika Moms tetap khawatir dan ingin mendorong bayi untuk merangkak, Moms bisa mulai merangsang kemampuan bayi dengan beberapa cata. Misalnya:

  • Taruh bayi di atas perutnya selama beberapa menit pada satu waktu. Ini dapat membantu mengembangkan kekuatan lengan yang akan membantunya merangkak,
  • Duduk di depannya atau letakkan mainan di depannya untuk mendorongnya bergerak maju,
  • Cobalah memberikannya benda-benda menarik yang ditempatkan tepat di luar jangkauannya. Saat bayi menjadi lebih gesit, buat sebuah rintangan mini menggunakan bantal, kotak, dan bantal sofa agar bayi mendapatkan tantangan saat melewatinya,
  • Bergabunglah dalam permainan tersebut dengan bersembunyi di balik salah satu rintangan dan mengejutkannya dengan "cilukba!". Namun, jangan pernah meninggalkan bayi tanpa pengawasan dalam rintangan mini tersebut. Jika bayi jatuh di antara bantal atau di bawah kotak, bayi mungkin tidak bisa menarik diri dan ini pasti akan membuatnya takut, dan bayi bahkan bisa tersedak.

Saat bayi melewati fase merangkak, mungkin Si Kecil hanya ingin segera berlari menyambut Dads di depan rumah. Tetap berpikir positif ya Moms.

 

Source: orami.co.id/

Artikel ditulis oleh Fia Afifah R

Artikel Lainnya

Hallo Mom, sudah tertawa belum hari ini? Tahu tidak, sih, kalau reaksi janin saat Mom tertawa, dirinya juga akan merasa bahagia. Happy parents, happy kids. Kalimat ini tentu sudah sangat familiar y...

Keputusan untuk membawa bayi baru lahir ke luar rumah maupun ke tempat publik bisa jadi hal yang cukup membingungkan untuk orang tua baru. Isu utamanya adalah bayi belum mempunyai sistem imun yang kua...

Sekitar 43 persen bayi di Indonesia mengalami ruam popok, mulai dari kadar ringan sampai berat. Hal ini menjadikan kulit di sekitar bokong dan paha dalam bayi terlihat kemerah-merahan. Dalam keadaan p...

Orangtua mana yang tidak ingin anaknya sukses di masa depan? Karena alasan ini, sebagian orangtua menerapkan tiger parenting kepada si buah hati. \ Tiger parenting yang diyakini mencetak anak ya...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................