Orangtua pasti punya banyak cara untuk menenangkan bayi yang menangis khususnya yang mendadak rewel di tengah malam. Salah satu cara yang sering digunakan adalah metode menangis artinya membiarkan bay...

Jumat, 16 September 2022 | 16:05 WIB Penulis :
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang terjadi secara berlebihan selama hamil. Mual dan muntah (morning sickness) pada kehamilan trimester awal sebenarnya normal. Namun, pada hiperemesis gravidarum, mual dan muntah dapat terjadi sepanjang hari dan berisiko menyebabkan dehidrasi.
Tidak hanya dehidrasi, hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan ibu hamil mengalami gangguan elektrolit dan penurunan berat badan. Kondisi ini perlu segera ditangani untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada ibu hamil dan janinnya.
Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti, tetapi kondisi ini sering kali dikaitkan dengan tingginya kadar hormon human chorionic gonadotropin (HCG) dalam darah. Hormon ini dihasilkan oleh ari-ari (plasenta) sejak trimester pertama kehamilan dan kadarnya terus meningkat sepanjang masa kehamilan.
Ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil lebih berisiko mengalami hiperemesis gravidarum, yaitu:
Gejala utama hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah saat hamil, yang bisa terjadi hingga lebih dari 3–4 kali sehari. Kondisi ini bisa sampai mengakibatkan hilang nafsu makan dan penurunan berat badan. Muntah yang berlebihan juga dapat menyebabkan ibu hamil mengalami pusing, lemas, dan dehidrasi.
Selain mual dan muntah secara berlebihan, penderita hiperemesis gravidarum juga dapat mengalami gejala tambahan berupa:
Gejala hiperemesis gravidarum biasanya muncul di usia kehamilan 4–6 minggu dan mulai mereda pada usia kehamilan 14–20 minggu.
Kapan harus ke dokter
Ibu hamil dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan sejak awal kehamilan. Dengan begitu, kondisi ibu dan janin dapat selalu terpantau. Jadwal pemeriksaan kehamilan yang dianjurkan adalah:
Di samping melakukan pemeriksaan rutin, ibu hamil perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika mual dan muntah bertambah parah atau disertai dengan:
Dalam mendiagnosis hiperemesis gravidarum, dokter akan menanyakan gejala dan memeriksa riwayat kesehatan ibu hamil dan keluarganya. Pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk melihat dampak dari hiperemesis gravidarum, seperti tekanan darah rendah dan denyut jantung cepat.
Dari pemeriksaan fisik , dokter dapat menentukan apakah muntah yang dialami ibu hamil masih normal atau sudah berlebihan (hiperemesis gravidarum). Untuk melihat lebih detail akibat dari hiperemesis gravidarum, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan.
Pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan dengan tes darah dan urine. Tujuannya adalah untuk memeriksa tanda-tanda gangguan elektrolit dan dehidrasi. USG kehamilan juga dilakukan untuk memantau kondisi janin dan mendeteksi kelainan dalam kandungan.
Selain itu, untuk memastikan gejala mual dan muntah yang dialami ibu hamil bukan disebabkan oleh suatu penyakit, seperti penyakit liver, dokter akan melakukan tes lanjutan, misalnya uji fungsi hati.
Source : https://www.alodokter.com/
Orangtua pasti punya banyak cara untuk menenangkan bayi yang menangis khususnya yang mendadak rewel di tengah malam. Salah satu cara yang sering digunakan adalah metode menangis artinya membiarkan bay...
Penting buat para ibu paham perbedaan warna feses bayi, maknanya, dan kemungkinan adanya gangguan kesehatan bayi. Ada beberapa jenis warna feses si kecil dan maknanya. Kenali yuk biar nggak cepat...
Siapa nih yang anaknya sudah mulai MPASI? Pasti bingung kan, kenapa setiap makanan dalam menu MPASI harus diberi lemak tambahan? Lalu sebenarnya apa sih manfaat dari lemak tambahan ini? Apa ...
Cara Menstimulasi Motorik Halus Anak 1-3 Tahun Banyak aktivitas yang bisa Moms lakukan untuk membantu stimulasi motorik halus anak usia 1-3 tahun. Caranya juga tak perlu rumit. Moms bisa melakuk...
WhatsApp ×