Ini Dia Cara Membuat Salt Therapy di Rumah!

Rabu, 06 Maret 2024 | 16:22 WIB Penulis :


Salt therarpy terbagi menjadi dua kategori utama: Terapi Garam Basah dan Terapi Garam Kering.

Masing-masing memiliki metode penerapannya sendiri yang bisa Moms lakukan di rumah. Berikut di antaranya:

Terapi Garam Basah

  • Semprotan Salin Hidung: Gunakan semprotan salin atau larutan salin yang diuapkan ke udara dan dihirup.
  • Neti Pot: Untuk irigasi hidung.
  • Berkumur dengan Air Garam: Meredakan tenggorokan yang gatal atau sakit.
  • Pembersihan dengan Air Garam: Untuk detoksifikasi.
  • Mandi Air Garam: Merendam tubuh dalam air garam.
  • Dome Detoks: Sebagai terapi tambahan.

Terapi Garam Kering

  • Lampu Garam: Untuk memperbaiki kualitas udara.
  • Dome Detoks: Sebagai terapi tambahan.
  • Inhaler Garam: Untuk membantu pernapasan.
  • Halogenerator Portabel: Meski relatif mahal, tetapi efektif.

Nah, jika masih bingung, berikut Orami berikan penjelasan beberapa cara salt therapy yang mudah dilakukan di rumah, seperti dikutip dari Select Salt.

Mandi Air Garam

  • Sebelum memulai, mandi terlebih dahulu untuk membersihkan kulit.
  • Isi bak mandi dengan air hangat dan tambahkan antara 1-2 kg garam mandi seperti garam laut, garam himalaya, atau epsom salt.
  • Hindari menambahkan sabun atau sampo; kecuali minyak esensial seperti minyak eukaliptus atau lavender (maksimal 3 tetes).
  • Durasi ideal perendaman adalah 20-30 menit.

Berkumur dengan Air Garam

  • Mayo Clinic menyarankan mencampur 1/4 hingga 1/2 sendok teh garam meja ke dalam 120-240 ml air hangat.
  • Berkumurlah selama 30 detik, lalu buang.
  • Lakukan sesuai kebutuhan.

Namun, jangan melakukan salt therapy jika memiliki hipertensi atau kondisi medis lain yang bisa memburuk akibat paparan garam.

Jika sedang mengalami masalah medis, konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan salt therapy, ya Moms.

 

Source : https://www.orami.co.id/

Artikel Lainnya

Siapa yang tak suka yogurt? Olahan fermentasi susu ini banyak digemari karena memiliki rasa yang menyegarkan dan kaya manfaat. Namun sebagian ibu mungkin merasa ragu memberi yogurt untuk ...

Saat si Kecil demam, Mom pasti langsung merasa resah melihat kondisi si Kecil sehingga terburu-buru memberikan obat penurun panas. Padahal, demam atau panas sebetulnya tidak selalu menunjukkan ko...

Setelah bayi berusia 6 bulan, pemberian ASI saja sudah tidak cukup lagi untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Maka dari itu, bayi membutuhkan MPASI atau makanan pendamping ASI. Dikutip dari idai.or.id, tu...

Perubahan fisik saat hamil memang bisa saja mengganggu. Perubahan tersebut terjadi di berbagai tubuh, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Moms mungkin mengalami gusi bengkak saat hamil. Gusi...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................