Perubahan fisik saat hamil memang bisa saja mengganggu. Perubahan tersebut terjadi di berbagai tubuh, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Moms mungkin mengalami gusi bengkak saat hamil. Gusi...

Selasa, 08 Juli 2025 | 15:10 WIB Penulis :
Sebagai orang tua baru, Ayah Moms mungkin memiliki banyak pertanyaan terkait kondisi,
kebiasaan, dan tumbuh kembang bayi Moms Dad yang baru lahir, apakah ia berkembang dengan
normal atau tidak. Nah, untuk memahaminya, perlu Moms Dad ketahui bahwa orang tua dapat
memperhatikan kebiasaan bayi sejak baru dilahirkan. Ada beberapa kebiasaan bayi baru lahir
(new born) berusia 0 hingga 6 bulan. Namun, kendati merupakan hal yang wajar, beberapa
kebiasaan dapat menjadi tanda bahaya bagi si Kecil jika sudah mulai terlihat berlebihan. Di sini
lah pentingnya peran Moms Dad untuk selalu mengawasi si Kecil. Untuk lebih jelasnya, simak
kebiasaan bayi dari usia 0 hingga 6 bulan seperti di bawah ini, termasuk gejala, cara mengatasi,
hingga tanda-tanda bahayanya!
1. Gumoh
Gumoh merupakan saat bayi mengeluarkan cairan dari mulut setelah ia menyusu. Untuk
mengatasi bayi yang sedang gumoh, Moms Dad dapat memposisikan si Kecil secara tegak,
kemudian elus atau tepuk lembut punggungnya selama sekitar 30 menit. Langkah selanjutnya,
Moms Dad dapat memvariasikan posisi sendawa dengan cara mendudukkan atau
menengkurapkan si Kecil di paha.
Kendati merupakan hal yang wajar bayi mengalami gumoh, Moms Dad perlu meningkatkan
kewaspadaan apabila si Kecil menunjukkan tanda-tanda bahaya seperti berikut ini:
? Gumoh berwarna hijau atau coklat.
? Bayi tampak lemas.
? Terjadi lebih dari 4x dalam sehari.
2. Cegukan
Cegukan juga merupakan hal yang wajar dialami. Cegukan merupakan efek yang timbuhl saat
terjadi kontraksi spontan pada otot diafragma. Cara untuk mengatasi bayi yang sedang cegukan
sebetulnya tidak terlalu jauh berbeda dari cara mengatasi bayi gumoh. Yakni, memposisikan
anak tegak, kemudian elus atau tepuk lembut punggungnya selama kurang lebih 30 menit.
Selanjutnya, Moms Dad dapat memvariasikan posisi sendawa pada bayi, yakni dengan
mendudukan atau menengkurapkan si Kecil di paha. Jika cara yang sudah dilakukan tidak
menunjukkan hasil dan bayi masih cegukan terus, Moms Dad patut meningkatkan kewaspadaan.
Ada beberapa tanda bahaya bayi cegukan yang perlu diwaspadai Moms Dad, yakni cegukan non-
stop selama lebih dari 1 jam, rewel, disertai muntah, batuk-batuk, serta kesulitan bernapas.
3. Ngulet
Ngulet dapat diartikan sebagai gerakan meregangkan badan si Kecil untuk mengeluarkan gas
dari saluran cernanya. Untuk mengatasi bayi yang sering ngulet, Moms Dad dapat rutin memijat
perut anak dengan jari searah jarum jam. Selanjutnya, kayuhkan kedua kaki anak seperti sedang
naik sepeda. Saat melakukan itu, letakkan bayi Moms Dad dalam posisi telentang. Kemudian,
ajak ia tummy time. Seperti dikemukakan sebelumnya, ngulet merupakan respon bayi terhadap
kondisi tubuhnya yang kelebihan gas di saluran cernanya. Moms Dad perlu waspada apabila bayi
sulit menyusu, perut kembuh, atau muntah-muntah.
4. Ngemut Jari
Mengemut jari atau memasukkan barang ke dalam mulut oleh si bayi sebetulnya merupakan hal
yang wajar. Aktivitas ini tidak perlu dilarang sampai ia berusia 2 tahun. Namun demikian, Moms
Dad tetap perlu melakukan pengawasan terhadap si Kecil kesayangan. Pastikan barang yang
dimasukkan si Kecil ke dalam mulut bersih, aman, serta tidak mudah retak, yang pada akhirnya
justru dapat membahayakannya. Jika sampai si Kecil tersedak sampai sulit bernapas atau bahkan
barang yang dimasukkannya ke dalam mulut tertelan, itu merupakan tanda bahaya dan Moms
Dad wajib segera bertindak.
5. Jarang Bab
Bayi jarang melakukan buang air besar (BAB) sebetulnya juga merupakan hal yang masih dapat
dikatakan normal dan dapat segera diatasi. Bayi yang baru berusia satu minggu biasanya BAB
sebanyak 4 kali sehari, kemudian turun menjadi rata-rata 2 kali sehari hingga mereka mencapai
usia 1 tahun. Jika BAB bayi menunjukkan tekstur yang lembek, sedangkan anak masih aktif dan
masih mau menyusu, ini merupakan hal yang normal. Namun jika bayi jarang BAB, terutama
pada bayi yang mendapatkan air susu Moms (ASI) eksklusif, sebaiknya segera dilakukan
langkah penanganan yang baik supaya tidak menjadi berkelanjutan. Untuk mengatasinya, cukup
rutin memposisikan bayi dalam posisi sendawa. Beberapa tanda bahaya dari kondisi ini yang
patut Moms Dad waspadai yakni apabila kasus bayi tidak BAB terjadi selama berhari-hari
bahkan lebih dari 10 hari, menolak menyusu dan disertai dengan muntah-muntah, kembung, atau
tinja keras Jika tanda-tanda bahaya muncul, sebaiknya Moms Dad cepat bertindak dan segera
bawa si Kecil ke dokter atau pusat kesehatan terdekat.
Source: tentanganak.com
Perubahan fisik saat hamil memang bisa saja mengganggu. Perubahan tersebut terjadi di berbagai tubuh, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Moms mungkin mengalami gusi bengkak saat hamil. Gusi...
Separation anxiety adalah suatu kondisi yang terjadi ketika si kecil histeris saat ditinggal Ibu, Ayah, atau pengasuhnya walaupun hanya sebentar. Kondisi ini sebenarnya sangat wajar dialami anak ...
Membersihkan peralatan bayi termasuk salah satu aktivitas yang ikut mempengaruhi kesehatan si kecil. Lho, apa hubungannya? Moms, membersihkan peralatan bayi (termasuk peralatan makan, botol s...
Kesehatan kulit si kecil harus terus terjaga, Ma, apalagi sering memakai popok. Popok kotor dan basah yang tidak cepat diganti bisa cepat menimbulkan masalah pada kulit bayi baru lahir yang masih sens...
WhatsApp ×