Bagi kebanyakan orang tua, momen munculnya gigi pertama Si Kecil tentu sangat dinantikan. Walau sering diwarnai dengan sedikit demam dan rewel, hadirnya gigi pertama Si Kecil selalu membuat orang tua ...

Senin, 30 Maret 2026 | 14:15 WIB Penulis :
Muntah pada bayi, terutama setelah menyusu, merupakan hal yang wajar terjadi sehingga umumnya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, jika bayi muntah disertai dengan rewel, sesak napas, hingga berat badan yang tidak bertambah, mungkin saja Si Kecil mengalami asam lambung pada bayi.
Jika bayi terlalu sering muntah, terutama setelah makan, bayi kemungkinan mengalami penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).
Penyakit asam lambung terjadi ketika cincin otot di lambung yang berfungsi sebagai katup pemisah kerongkongan bagian bawah dengan lambung tidak berfungsi secara optimal. Akibatnya, asam lambung dan makanan dari lambung bisa kembali naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi.
Pada bayi, naiknya asam lambung terjadi karena ukuran lambungnya masih kecil sehingga mudah terisi penuh. Makanan bayi yang berbentuk cair, seperti ASI dan susu, disertai keseharian bayi yang banyak berbaring membuat isi perut gampang mengalami aliran balik ke kerongkongan.
Kejadian naiknya asam lambung atau GERD ini juga sering terjadi pada bayi-bayi yang lahir belum cukup bulan atau menderita gangguan di saluran pencernaan dan sarafnya, seperti atresia esofagus atau cerebral palsy.
Selain sering muntah, beberapa gejala lain yang menandakan gangguan asam lambung pada bayi, antara lain:
Penting untuk segera memeriksakan bayi ke dokter anak bila ia sering muntah disertai dengan gejala-gejala GERD. Guna menentukan diagnosis, dokter akan melakukan tanya jawab dengan orang tua atau pengasuh, serta melihat riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik pada bayi.
Dokter mungkin akan melakukan serangkaian tes tambahan untuk memastikan kondisi GERD, seperti endoskopi saluran cerna atas atau pemeriksaan Rontgen perut dengan atau tanpa barium enema.
Setelah memastikan kondisi asam lambung pada bayi, dokter umumnya akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi gas dalam lambung, sekaligus obat yang akan menurunkan kadar asam lambung pada bayi. Namun, pemberian obat-obatan harus sangat hati-hati karena bisa menimbulkan efek samping pada bayi.
Selain dengan obat-obatan, pada beberapa kasus mungkin diperlukan tindakan operasi untuk mengatasi GERD. Meskipun tergolong efektif, operasi jarang dilakukan karena mempertimbangkan risikonya untuk bayi.
Untuk membantu mencegah muntah karena gangguan asam lambung pada bayi, ada baiknya Anda mencoba beberapa hal yang dapat membantu bayi merasa nyaman. Misalnya, memberi bantal ekstra sehingga posisi kepala bayi sedikit lebih tinggi dan menyesuaikan jadwal makan.
Selain itu, mengupayakan bayi bersendawa dan menggendong bayi dalam posisi tegak sekitar 30 menit setelah menyusu atau makan juga bisa dilakukan. Pastikan tidak ada tekanan berlebihan di sekitar perut selama melakukannya.
Bagi bayi yang sudah bisa makan makanan padat, cara mencegah naiknya asam lambung pada bayi bisa dilakukan dengan memberikan makanan dengan tekstur yang lebih padat dalam porsi yang lebih kecil tetapi sering.
Meskipun asam lambung pada bayi tergolong tidak berbahaya, kondisi ini tetap membutuhkan perhatian, terutama jika menyebabkan muntah yang terjadi secara berlebihan atau disertai gejala-gejala lain, seperti muntah disertai darah atau sudah muncul tanda dehidrasi.
Bila sudah seperti itu, segera hubungi Dokter agar Si Kecil bisa mendapatkan pemeriksaan dan penanganan gangguan asam lambung pada bayi yang sesuai.
Source: alodokter.com
Bagi kebanyakan orang tua, momen munculnya gigi pertama Si Kecil tentu sangat dinantikan. Walau sering diwarnai dengan sedikit demam dan rewel, hadirnya gigi pertama Si Kecil selalu membuat orang tua ...
Apa gejala virus Zika? Jika seseorang terkena gigitan nyamuk yang mengandung virus Zika, akan menunjukkan gejala yang hampir mirip dengan kasus infeksi flu biasa, seperti demam ringan, sakit kepala, ...
Baru-baru ini, viral di media sosial berupa video bayi usia 13 bulan dikerok oleh babysitter hingga tampak merah lebam di bagian punggungnya. Peristiwa ini menimbulkan banyak komentar dar...
Tergantung dari tingkat keparahan kondisi yang dialami bayi, SBS bisa menimbulkan gejala yang ringan maupun yang sangat berat. Gejala yang ringan sering tidak disadari dan dapat membaik seiring berjal...
WhatsApp ×