Agar bayi Anda memiliki keterampilan makan yang baik, diperlukan proses belajar dan stimulasi oromotor yang tepat. Stimulasi ini juga berperan dalam kelancaran berbicara Si Kecil nantinya, Moms. Ap...

Jumat, 20 Mei 2016 | 10:27 WIB Penulis : Erni Wulandari
Penyakit kaki tangan dan mulut atau penyakit flu singapura ini mulai merebak. Istilah kedokterannya adalah HFMD atau Hand Foot Mouth Disease atau KTM (Kaki tangan dan Mulut). Nama populernya adalah Flu Singapura. Mengapa penyakit ini dinamakan atau disebut flu singapura? Bukan berarti penyakit kaki tangan dan mulut ini berasal dari sana, melainkan karena penyakit ini pernah merebak di sana, tepatnya belasan tahun silan atau pada tahun 2000.
Penyakit flu singapura adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (Pico, Spanyol = kecil ), Genus Enterovirus ( non Polio ). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. Didalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.
Penyebab flu singapura yang paling sering adalah virus Coxsackie A16. Virus lain yang sering menjadi penyebab adalah Enterovirus 71, yang kerap menyebabkan komplikasi kematian pada anak. Flu singapura jarang menyerang orang dewasa karena kekebalan tubuhnya sudah berfungsi optimal. Penyakit flu singapuralebih banyak menyerang bayi dan balita dengan rentang usia 2 minggu hingga 5 tahun, meski tak jarang menyerang anak usia 10 tahun.
PENULARAN PENYAKIT FLU SINGAPURA :
Flu singapura mudah menular. Penularannya mirip penyakit flu, yaitu melalui kontak langsung dengan penderita. Medianya yaitu droplet. Jadi, saat penderita bersin, bernapas, batuk, maupun pilek, virus itu langsung terisap dan menyebabkan anak lain sakit.
Selain kontak langsung, flu singapura juga dapat menular lewat barang, mainan, peralatan makan, pakaian, dan barang lainnya yang terkontaminasi oleh lendir yang sudah terkontaminasi virus flu singapura. Penyakit flu singapura juga dapat dibawa oleh nyamuk dan lalat.
Anak yang sudah terkena flu singapura, biasanya kebal terhadap penyakit ini. Dengan catatan, virus strain-nya sama, tapi jika virus strainnya berbeda, anak tetap dapat terkena lagi.
TANDA-TANDA PENYAKIT FLU SINGAPURA :
Masa inkubasi atau masa yang dihitung dari masuknya virus flu singapura ke dalam tubuh sampai timbul gejala, kira-kira membutuhkan waktu 2-5 hari. Adapun gejala atau tanda-tanda penyakit singapura antara lain:
* Awalnya muncul demam, suhu anak atau bayi tidak kelewat tinggi yang muncul selama 2-3 hari.
* Anak mengeluh sakit leher, sulit makan atau enggan menyusu ASI, pilek.
* Bayi biasanya rewel
* Timbul vesikel (lepuh kemerahan) pada beberapa bagian tubuh anak atau bayi, yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus di mulut seperti sariawan ( lidah, gusi, pipi sebelah dalam ) terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan.Bersamaan dengan itu timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh kemerahan/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal di telapak tangan dan kaki. Kadang-kadang rash/ruam (makulopapel) ada di bokong.
* Seperti halnya penyakit virus lainnya, penyakit flu singapura akan membaik sendiri dalam waktu 7-10 hari.
ANAK/BAYI PENDERITA FLU SINGAPURA HARUS DIRAWAT BILA:
Penyakit ini membaik sendiri dalam 7-10 hari.Bila anak atau bayi muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat.
BAWA KE DOKTER BILA ANAK/BAYI PENDERITA FLU SINGAPURA:
- Demam pada anak atau bayi tinggi > 39 derajat celcius.
- Demam yang terjadi tidak turun-turun (Prolonged Fever)
- Tachicardia (denyut jantung cepat)
- Tachypneu (sesak)
- Anak tidak mau makan, muntah atau diare sehingga kekurangan cairan dehidrasi. Pada bayi, ia tidak mau menyusu ASI.
- Lethargi atau lemah dan kesadaran menurun
- Anak mengeluh nyeri pada leher, lengan, dan kaki.
- Anak atau bayi alami kejang.
Sumber : tabloid-nakita.com
Agar bayi Anda memiliki keterampilan makan yang baik, diperlukan proses belajar dan stimulasi oromotor yang tepat. Stimulasi ini juga berperan dalam kelancaran berbicara Si Kecil nantinya, Moms. Ap...
Setelah melahirkan, banyak Bunda enggak percaya diri dengan penampilannya. Badan yang masih melar, ditambah kulit kusam, hingga lingkaran mata hitam membuat penampilan Bunda sangat berbeda dari sebelu...
pada bayi perlu ditangani sesuai dengan penyebabnya. Selain itu, diperlukan juga perawatan yang benar agar penyakit kulit bayi bisa cepat sembuh, tidak meninggalkan bekas, dan tidak muncul lagi. Be...
Dermatitis atopik atau yang dikenal masyarakat sebagai eksim susu, merupakan penyakit kulit paling banyak pada bayi dan anak, yang mengintai 10-20% anak-anak tanpa diketahui penyebab pastinya. Kemungk...
WhatsApp ×