Clubfoot dikenal juga sebagai congenital talipes equinovarus (CTEV). Ini merupakan kelainan bentuk kaki dan pergelangan kaki, di mana posisi kaki bayi membengkok ke bawah dan memutar ke dalam. &quo...

Selasa, 23 Agustus 2016 | 10:04 WIB Penulis : Erni Wulandari
Kadang kala, balita ada yang sengaja menunjukkan tingkah seperti bayi, baik dari cara bicaranya atau berperilaku. Nah, ketika anak melakukan hal seperti itu, apa ya sebabnya?
"Berbeda-beda untuk tiap kasus. Harus kita lihat lagi lebih dalam. Bisa saja karena dia baru punya adik atau ibunya lagi hamil sehingga dia takut ada saingan, terus kasih sayang ibunya hilang.
Ketika anak khawatir tidak lagi mendapat kasih sayang dari ibunya, bisa timbul respons regresi di mana ia melakukan hal-hal yang dilakukan di usia sebelumnya. Seperti halnya orang dewasa yang sedang sedih, ia bisa melakukan kebiasaan ketika sedih di kala kecil dulu seperti menggunakan selimut kesayangan.
Atau, bisa saja meniru perilaku bayi karena memang si anak sedang bermain peran. Kebetulan, kala itu pilihan peran yang ia lihat adalah bayi. Hal ini menurut Saskhya bisa saja terjadi dan orang tua tak perlu khawatir selama si anak hanya sesekali berpura-pura jadi bayi dan tidak keterusan memainkan perannya sebagai bayi.
"Tapi kalau dia terus-terusan perilakunya kayak bayi, perlu dilihat lebih jauh sebabnya. Contohnya kebetulan anak dititipkan di day care, apa di kelasnya itu dia bareng juga sama anak lain yang masih bayi? Atau memang ternyata dia diperlakukan seperti bayi, contoh simpelnya selalu diajak ngomong dengan baby talk.
Lantas, bagaimana jika perilaku seperti bayi yang dilakukan anak cenderung pada aktivitas menangis? bisa jadi menangis seperti bayi dilakukan anak untuk mencari perhatian. Jika ini terjadi, perlu dicek bagaiamana perkembangan bahasa anak apakah sudah lancar atau belum.
"Atau orang tua terbiasa ketika anak belum ngomong, tapi udah dipenuhi keinginannya. Sehingga, tiap ada keinginan, anak jadi tantrum, nangis-nangis demi keinginannya terpenuhi.
Sumber : health.detik.com
Clubfoot dikenal juga sebagai congenital talipes equinovarus (CTEV). Ini merupakan kelainan bentuk kaki dan pergelangan kaki, di mana posisi kaki bayi membengkok ke bawah dan memutar ke dalam. &quo...
Menangis kejer, berguling-guling di lantai, hingga memukuli diri sendiri atau orang lain umum dilakukan anak saat tantrum. Untuk lebih memahami si kecil saat tantrum, yuk kenali apa saja penyebabnya. ...
Tidak ada pemandangan yang lebih indah bagi orangtua selain melihat bayinya tidur dengan nyaman. Terlebih ketika si kecil sesekali tersenyum saat tidur, rasanya ingin sekali mengetahui apa yang sedang...
1. Bayi belajar bicara sejak dalam kandungan Bayi sudah bisa mendengar suara Moms dan suara lain di luar kandungan sejak usia 23–24 minggu di dalam kandungan. Bahkan, bagi kebanyakan bayi, su...
WhatsApp ×