Siapa yang tak suka yogurt? Olahan fermentasi susu ini banyak digemari karena memiliki rasa yang menyegarkan dan kaya manfaat. Namun sebagian ibu mungkin merasa ragu memberi yogurt untuk ...

Selasa, 05 Januari 2021 | 10:43 WIB Penulis :
Kulit yang sensitif membuat bayi sering kali tak bisa menghindari berbagai permasalahan kulit. Salah satu masalah kulit bayi yang menyebabkan peradangan berupa ruam gatal kemerahan adalah dermatitis kontak. Seperti namanya, kondisi ini terjadi akibat adanya kontak langsung dengan zat tertentu yang mengiritasi kulit, atau merupakan reaksi alergi terhadap suatu zat.
Ruam yang muncul akibat dermatitis kontak umumnya tidak menular atau berbahaya, tapi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman. Agar pengobatan bisa berjalan efektif, orangtua harus mengidentifikasi dan menghindari penyebab munculnya dermatitis kontak pada kulit bayi. Ruam biasanya dapat hilang dalam waktu dua hingga empat minggu.
Gejala dermatitis kontak muncul pada bagian tubuh yang melakukan kontak langsung dengan zat yang memicu reaksi pada kulit. Gejala tersebut dapat muncul dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah kontak terjadi. Gejala umum dermatitis kontak pada kulit adalah:
Gejala dermatitis kontak yang muncul tergantung dari penyebab dan sensitivitas kulit terhadap zat yang memicu reaksi tersebut. Dermatitis kontak karena alergi dapat muncul dalam waktu beberapa hari setelah kontak. Selain gejala umum, gejala lain pada dermatitis kontak alergi ditunjukkan dengan kulit terlihat lebih gelap, terasa terbakar, sensitif terhadap sinar matahari, serta terjadi pembengkakan pada wajah, mata, atau selangkangan.
Sementara itu, dermatitis kontak karena iritasi dengan zat tertentu ditunjukkan dengan kulit berkerak atau sangat kering, kulit terasa kaku atau keras, serta muncul luka terbuka yang membentuk lapisan kulit keras.
Dermatitis kontak juga dapat menimbulkan infeksi sekunder. Tanda-tanda kulit terinfeksi antara lain:
Penyebab dermatitis kontak adalah kulit yang terpapar oleh zat tertentu yang menyebabkan iritasi atau reaksi alergi. Ada dua jenis dermatitis kontak yang dibedakan berdasarkan reaksi kulit terhadap zat penyebab dermatitis, yaitu:
Terjadi kontak langsung lapisan luar kulit dengan zat tertentu, sehingga merusak lapisan pelindung kulit. Jenis dermatitis inilah yang lebih banyak terjadi. Beberapa zat yang dapat memicu dermatitis kontak iritasi adalah sabun, detergen, sampo, cairan pemutih, zat yang berada di udara (misalnya serbuk gergaji atau serbuk wol), tumbuhan, pupuk, pestisida, asam, alkali, minyak mesin, parfum, dan bahan pengawet.
Muncul saat kulit bersentuhan dengan zat alergen yang memicu sistem kekebalan tubuh bereaksi, menyebabkan kulit gatal dan meradang. Zat alergen yang sering memicu reaksi alergi pada kulit di antaranya adalah obat-obatan (misalnya krim antibiotik), zat yang ada di udara (misalnya serbuk sari), tanaman, bahan logam dalam perhiasan, karet, dan bahan kosmetik (misalnya cat kuku dan pewarna rambut).
Beberapa jenis pekerjaan berhubungan dengan zat yang telah disebutkan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami dermatitis kontak. Jenis pekerjaan tersebut meliputi petugas kesehatan, pekerja tambang dan konstruksi, penata rambut, mekanik, penyelam atau perenang, petugas kebersihan dan kebun, serta koki.
Source: .halodoc.com
Siapa yang tak suka yogurt? Olahan fermentasi susu ini banyak digemari karena memiliki rasa yang menyegarkan dan kaya manfaat. Namun sebagian ibu mungkin merasa ragu memberi yogurt untuk ...
Memperoleh tidur yang cukup dan berkualitas sangat baik untuk proses tumbuh kembang bayi. Namun, tak sedikit bayi yang kerap terbangun saat tidur di malam hari. Hal apa sajakah yang bisa mengganggu ti...
Umumnya, bayi bisa tengkurap antara usia 3-5 bulan. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap bayi berkembang pada kecepatannya masing-masing. Bayi 4 bulan belum bisa tengkurap tidak selalu menanda...
Munculnya kerak di kepala bayi atau cradle cap merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi, terutama bayi baru lahir. Walau tidak berbahaya, kerak ini tetap perlu dibersihkan. Oleh karena ...
WhatsApp ×