Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Memberikan MPASI dari Keju!

Selasa, 10 Mei 2022 | 17:56 WIB Penulis :


Keju bisa jadi bagian diet sehat si Kecil dengan kandungannya yang tinggi kalsium, protein, dan vitamin. Rasa gurih keju juga bisa membuat MPASI si Kecil menjadi lebih kaya rasa. Namun, sebelum memberikan si Kecil MPASI dari keju, ada beberapa hal yang harus Moms perhatikan. Apa saja? Mari kita simak bersama. 

Usia yang Aman 

Menurut laman NHS, keju lemak penuh pasteurisasi dapat dikonsumsi bayi sejak berusia 6 bulan. Sementara Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan pengenalan keju dimulai dari usia 7 atau 8 bulan. Supaya lebih yakin, Moms bisa bertanya pada dokter anak yang tahu riwayat si Kecil, kapan waktu yang tepat untuk mengenalkan MPASI dari keju. 

Jenis Keju 

Keju memiliki banyak jenis dengan tekstur dan rasa yang bervariasi. Keju terbaik untuk anak adalah keju lemak penuh yang dipasteurisasi untuk keamanan. Pilihlah keju sebenarnya, bukan keju olahan yang memiliki banyak bahan aditif. Moms bisa pilih jenis keju colby, keju cheddar, keju mozarella, keju parmesan, keju romano, keju cottage, keju ricotta, atau keju krim. Hindari jenis keju lunak yang difermentasi dengan kapang, seperti keju brie, camembert, dan beberapa keju susu kambing yang dimatangkan dengan bakteri. Jenis keju biru seperti Roquefort juga sebaiknya dihindari. Pasalnya, jenis-jenis ini rentan terkontaminasi Listeria, bakteri yang bisa beracun untuk bayi. 

Kandungan Sodium 

Selain untuk menguatkan rasa, garam ditambahkan pada keju sebagai pengawet alaminya. Setiap keju memiliki kandungan sodium yang berbeda-beda, sehingga Moms harus mengecek labelnya dengan teliti. Sebagai patokan, bayi di bawah 12 bulan, seharusnya mengonsumsi kurang dari 400 mg sodium setiap hari. 

Riwayat Alergi 

Keju merupakan produk turunan susu, dan susu merupakan bahan pangan yang umum membuat alergi. Ada pula kondisi yang menyebabkan anak tidak bisa mencerna susu, yaitu intoleransi laktosa. Perhatikan reaksi si Kecil setelah mengonsumsi keju. Gangguan pencernaan, gangguan pernapasan, ruam kulit, gatal, atau bengkak adalah contoh reaksi-reaksi yang perlu dicatat. 

 

Source: https://www.momsindonesia.com/

Artikel Lainnya

Bagi anak-anak, musik bukan hanya sebagai sarana hiburan, melainkan memiliki manfaat lebih untuk otaknya. Pakar terapi musik dan founder The British Society for Music Therapy, Juliette Louise Alvin, d...

Salah satu yang sering menjadi perhatian penting para Moms dalam mengasuh dan membesarkan balita adalah kemampuan atau perkembangan bicara Si Kecil. Ya, tak sedikit Moms yang khawatir, apakah buah hat...

Moms, mungkin Anda pernah mengalami hal-hal seperti ini saat di rumah, tiba-tiba Si Kecil berteriak, “Ma, ada dinosaurus gede banget!”. Ia pun kemudian langsung berlari ke kamarn...

Mem-posting foto-foto anak di media sosial sepertinya sudah menjadi hal yang biasa. Berbagai momen seakan tak boleh terlewat untuk ‘dipamerkan’. Mulai dari anak bangun tidur, sedang makan,...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................