Cara Menghadapi Anak yang Mulai Tertarik dengan Lawan Jenis

Kamis, 11 September 2025 | 10:29 WIB Penulis :


Menghadapi Anak yang Mulai Tertarik dengan Lawan Jenis

Saat mendengar anak mulai naksir temannya, jangan langsung tidak mengindahkannya, Moms. Anda bisa menyikapinya dengan bijak seperti cara-cara berikut ini:

1. Bicara soal Hubungan

Meski masih anak kecil, Anda tidak perlu menunda-nunda untuk berbicara soal konsep berhubungan dengan lawan jenis. Sebagai orang tua, Anda tetap perlu tenang dan jadilah teman berbicara yang baik bersama anak.

"Orang tua harus tenang saat berbicara tentang hubungan, karena Anda harus menjaga pintu komunikasi tetap terbuka. Anda tidak boleh menertawakannya, atau memberi tahu anak-anak bahwa mereka masih terlalu muda untuk tertarik pada lawan jenis," jelas Bates.

2. Tanyakan Alasan Anak Naksir Temannya

 

zoom-in-whitePerbesar

Ilustrasi Anak Mulai Naksir Temannya. Foto: Shutterstock

Satu hal yang bisa dilakukan adalah bertanya mengapa si kecil menyukai temannya: "Mengapa kamu menyukai temanmu?", "Apakah dia orang yang lucu dan bisa membuatmu tertawa?", "Apa benar dia jago pelajaran olahraga?" dan semacamnya. Ya, Anda perlu fokus untuk menghargai setiap alasan mengapa anak naksir temannya. Hal ini sekaligus menunjukkan dukungan orang tua bagi kualitas batin dan kepercayaan diri si kecil.

 

3. Lakukan Pendekatan yang Nyaman

Mengutip laman Parents, jangan menghindari omongan atau bahkan melarangnya sama sekali ketika anak menceritakan ketertarikannya kepada temannya yang lawan jenis. Cobalah untuk menjadi seseorang yang selalu mendengarkan setiap ceritanya, dan jangan menertawakan apa pun yang dia katakan atau berusaha untuk mengabaikan perasaannya. Sebab, Anda perlu membuat anak tetap merasa nyaman, sehingga mau terbuka dengan situasi yang dialami.

4. Tetapkan Batas

 

zoom-in-whitePerbesar

ilustrasi anak laki-laki dan perempuan. Foto: Shutterstock

Peran orang tua penting dalam mengajari batasan-batasan ketika anak menyukai orang lain. Misalnya, jangan sampai menyukai berlebihan atau tidak boleh sampai menyentuh fisiknya. "Anda dapat memberi tahu anak bahwa mereka boleh bermain bersama di sekolah, tetapi tidak untuk berperilaku dengan fisik," jelas Asisten Profesor di The Chicago School of Professional Psychology, Cynthia Langtiw, Psy.D.

5. Ajari Tentang Penolakan

Wajar dalam sebuah hubungan, termasuk pertemanan, bisa mengalami konflik dan penolakan. Hal ini juga berlaku bagi anak yang mungkin telah menyatakan perasaan kepada teman lainnya, namun mendapat penolakan. Jelaskan bahwa penting untuk menghormati perasaannya, karena kemungkinan temannya lebih nyaman menjadi teman biasa.

"Tanyakan bagaimana perasaannya tentang penolakan itu, kemudian jelaskan bahwa teman-temannya yang lain tetap mendukung dan bisa menjadi teman bermainnya," tutup Profesor Psikologi University of California, Kristin Lagattuta, Ph.D.

 

 

Source : kumparan.com

Artikel Lainnya

Menghadapi tantrum Si Kecil memang bukan perkara mudah, terkadang Mamas bisa jadi panik atau bahkan ikut emosi. Tantrum merupakan suatu keadaan ketika Si Kecil meluapkan emosinya dengan cara menang...

Bunda dan Ayah hobby Traveling ? Tentunya Bunda ingin menularkan hobby tersebut pada si kecil ya Bund.  Tahukah Bunda jika anak yang sering di ajak traveling akan membentuk karakternya. Anak bis...

Ooops…! Lihatlah Si Kecil tidak sengaja melukai wajahnya sendiri. Ternyata kukunya sudah panjang dan perlu dirapikan, Moms. Inilah saatnya Si Kecil mendapatkan perawatan kuku pertamanya. Namun ...

Kemunculan gigi pertama atau gigi susu merupakan tahap penting dalam proses tumbuh kembang bayi. Saat gigi pertamanya muncul, bayi akan merasa tidak nyaman, rewel, dan sering menangis tanpa alasan yan...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................