Pahami Sibling Rivalry, dari Tanda hingga Cara Mengatasi

Rabu, 24 Desember 2025 | 16:45 WIB Penulis :


Apa itu sibling rivalry? Agar kakak adik tidak bertengkar lagi, apa yang harus dilakukan orangtua? Cari tahu jawabannya berikut ini.

 

Apa itu sibling rivalry?

Sibling rivalry adalah kondisi ketika timbul persaingan atau konflik di antara kakak beradik dalam satu keluarga.

 

Sebenarnya, sibling rivalry merupakan kondisi yang normal. Persaingan dan pertengkaran adik kakak umum terjadi. Bahkan, hal ini menjadi bagian dari tumbuh kembang anak.

 

Kondisi ini lebih sering terjadi pada kakak beradik yang memiliki jenis kelamin sama dan usia yang tidak terpaut jauh atau sekitar kurang dari dua tahun.

 

Pada kondisi ini, anak-anak akan saling bersaing untuk mendapatkan apa yang sama-sama mereka inginkan, misal kasih sayang dari Anda atau mainan yang sama.

 

Tanda sibling rivalry pada anak

Ada beberapa gejala yang timbul pada anak saat mereka memiliki sibling rivalry dengan saudaranya.

 

Pada anak di bawah usia 9 tahun, gejala yang dapat dialami meliputi berikut ini.

  • Bertengkar, secara fisik atau verbal.
  • Frustrasi.
  • Mengadukan perilaku saudaranya kepada orang lain.
  • Mencari perhatian.
  • Perilaku menyimpang, seperti mengompol atau mengisap jari sendiri.

 

Sementara itu, anak yang lebih tua biasanya akan menunjukan gejala sebagai berikut.

  • Sering bertengkar.
  • Bersaing dalam pertemanan, olahraga, atau nilai di sekolah.
  • Melampiaskan kemarahan pada benda, binatang, atau orang lain.

 

Contoh kasus sibling rivalry

Gejala-gejala sibling rivalry dapat terlihat jelas dan tercermin pada perilaku anak sehari-hari.

 

Sebagai contoh, melansir dari Life Start Foundation, saat ada salah satu anak yang sakit, sebagai orangtua, Anda akan cenderung melimpahkan perhatian Anda pada anak tersebut hingga ia sembuh.

 

Selama hal tersebut terjadi, mungkin anak Anda yang lain akan merasa cemburu dan iri akan kasih sayang yang didapat oleh saudaranya.

 

Akibatnya, bisa timbul persaingan antara kedua anak tersebut dalam mendapat perhatian Anda.

 

Selain kondisi tersebut, sibling rivalry bisa timbul saat orangtua sering membandingkan anak dengan anak lainnya.

 

Anak bisa merasa tersaingi jika terus-menerus diukur dari pencapaian orang lain.

 

Pada kakak adik dengan jarak usia yang dekat, sibling rivalry umumnya terjadi saat sang kakak merasa iri dengan adiknya yang terlihat lebih disayang.

 

Penyebab sibling rivalry pada anak

 

Meskipun dibesarkan dalam lingkungan yang sama, tidak semua anak dan saudaranya dapat hidup dengan rukun.

 

Terkadang, tidak dapat dipungkiri, sibling rivalry bisa terjadi di dalam keluarga.

 

Ada beberapa alasan kenapa kakak adik sering bertengkar dan timbul sibling rivalry, yang meliputi berikut ini.

 

1. Bagian dari tumbuh kembang

Seiring dengan tumbuh kembang anak, ia akan semakin memiliki insting untuk melindungi apa yang mereka miliki.

 

Selain itu, mereka sedang belajar untuk menegaskan keinginan mereka, sehingga cenderung menjadi agresif.

 

2. Emosi anak

Suasana hati dan kemampuan beradaptasi memainkan peran besar pada perilaku anak.

 

Maka dari itu, kepribadian yang berlawanan antara satu anak dengan anak lainnya rentan menimbulkan persaingan.

 

Selain itu, anak akan cenderung membenci satu sama lain jika ada sikap atau perilaku yang tidak disukai dari masing-masing.

 

3. Mencontoh orang di lingkungannya

Orangtua yang sering bertengkar di depan anak membuat ia cenderung melakukan hal yang sama untuk menyelesaikan masalah dan perselisihan.

 

Akibatnya, anak juga akan lebih mudah memulai pertengkaran dengan orang lain, termasuk dengan saudaranya sendiri.

 

4. Pengaruh pola asuh orangtua

Seperti yang telah diketahui, pola asuh orangtua sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Salah menerapkan pola asuh bisa menimbulkan sibling rivalry.

 

Jika orangtua suka membandingkan satu anak dengan anak lainnya, maka akan timbul rasa persaingan antara kedua anak tersebut.

 

Ini sama halnya jika orangtua cenderung memanjakan satu anak dibandingkan dengan anak lainnya.

 

Anak tersebut akan merasa iri dengan anak yang dimanja, sehingga timbul rasa ingin menyainginya.

 

Cara mengatasi sibling rivalry

 

Hubungan saudara memberi anak peluang untuk membela diri, mengasah potensi, dan bergaul.

 

Namun, hubungan ini mungkin tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya mereka saling bersaing dan bertengkar.

 

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa cara Anda menghadapi anak-anak yang berantem akibat sibling rivalry di rumah rupanya bisa memicu mereka bertengkar lebih sering jika keliru?

 

Supaya tidak salah langkah dalam menghadapi anak-anak yang berantem, ikuti beberapa tipsnya berikut ini.

 

1. Lihat situasinya, jangan langsung terlibat

Saat anak berantem, jangan langsung bergegas melerai anak. Tidak semua pertengkaran berakhir dengan aksi saling pukul, jambak, atau gigit.

 

Ada kalanya, Anda perlu memberi waktu bagi anak untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri.

 

Namun, bila salah satunya mulai terlihat agresif, keberadaan Anda sangat dibutuhkan sebagai pemisah supaya pertengkaran tidak bertambah parah.

 

2. Jangan biarkan anak saling berkata kasar

Saat bertengkar, Si Kecil mungkin akan beradu mulut. Ia bahkan bisa saja mengejek satu sama lain dengan kata-kata yang kasar.

 

Keluarnya perkataan yang tidak baik ini bisa memperkeruh suasana dan membuat amarah anak semakin bergejolak.

 

Ketika hal ini terjadi, fokuslah pada perasaan yang mungkin anak Anda rasakan ketimbang memarahinya dengan menggunakan kata-kata kasar.

 

Sebagai contoh, Anda mendengar sang adik mengejek sang kakak “jahat” karena tak meminjamkan mainannya.

 

Anda bisa berkata, “Adik bosan ya main sendirian?” dibandingkan memarahinya karena menggunakan kata “jahat”.

 

3. Pisahkan jika anak sudah mulai ‘main’ fisik

Saat Anda mendapati anak-anak yang bertengkar mulai melakukan penyerangan fisik, inilah saatnya Anda memisahkan salah satunya dari ruangan tersebut.

 

Biarkan mereka berada di ruangan berbeda hingga mereka tenang.

 

Setelah suasananya mereda, jangan fokus mencari tahu kesalahan apa yang dilakukan anak. Justru, mintalah sang anak untuk saling memaafkan satu sama lain.

 

Terapkan metode “win-win solution“, sehingga anak harus bekerja sama untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

 

Tidak mudah memang menghadapi anak-anak yang bertengkar akibat sibling rivalry.

 

Namun, perlu diingat bahwa cara Anda menghadapinya ternyata berimbas pada perilaku anak di masa depan.

 

Pasalnya, tindakan Anda akan memberi mereka contoh dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah.

 

Sumber: hellosehat.com

A

Artikel Lainnya

 1. Faktor Keluarga  - Interaksi Orang Tua Pola asuh orang tua sangat berpengaruh pada perkembangan emosional anak. Gaya pengasuhan yang hangat dan responsif cenderung menghasilkan an...

Air merupakan komponen penting dalam kehidupan, namun seringkali kurang diperhatikan. Anak – anak yang pergi bersekolah selama beberapa jam atau beraktivitas lama di luar rumah seringkali kurang...

Rambut tebal, lebat, dan keriting membutuhkan perawatan khusus, karena tekstur rambut keriting cenderung rentan terhadap kerusakan.  Tapi harus diperhatikan kalau penanganan dalam merawat...

Montessori merupakan metode pendidikan anak yang dikembangkan oleh Maria Montessori, tokoh pendidik asal Italia. Menurutnya, semua anak dilahirkan dengan potensi luar biasa. Potensi ini hanya akan ber...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................