Mengenal Sibling Rivalry pada Anak dalam Keluarga

Selasa, 28 April 2026 | 11:03 WIB Penulis :


Sibling dalam konsep psikologi diartikan sebagai saudara laki-laki atau perempuan yang tinggal bersama dalam satu pengasuhan orangtua yang sama. Sibling dapat merupakan saudara kandung, saudara tiri atau saudara adopsi. Kehadiran adik bagi anak pertama atau anak sulung dapat memunculkan berbagai macam kecemburuan atau persaingan yang berbeda satu sama lainnya. Cemburu pertama kali terlihat ketika kakak mempunyai adik baru. Sebelum adiknya lahir, kakaknya merasa orang tua menjadi milik sepenuhnya. Kakaknya tidak perlu bersaing dengan orang lain untuk mendapatkan kasih sayang atau perhatian. Lahirnya saudara kandung membuat kakak merasa waktu dan perhatian ibu kurang. Selain itu, kakak takut tidak lagi disayang oleh orang tuanya. Dalam sebuah tulisan disampaikan bahwa kecemburuan atau persaingan yang terjadi antara saudara kandung disebut dengan istilah sibling rivalry. Sebuah tulisan yang sama menyampaikan sibling rivalry adalah kecemburuan, persaingan dan pertempuran antara saudara laki-laki dan saudara perempuan, masalah sering dimulai tepat setelah kelahiran anak kedua.

Persaingan umumnya terjadi ketika anak masih kecil dan persaingan akan menurun ketika anak semakin dewasa. Hal ini juga terjadi karena jarak usia antar anak sangat dekat. Sibling rivalry menjadi sumber masalah jika rasa permusuhan antar individu semakin dalam. Pertengkaran akan semakin membahayakan masing-masing individu, salah satunya anak merasa rendah diri dan mungkin akan melakukan tindakan yang menyakiti saudaranya.

Dampak sibling rivalry pada anak yaitu adanya tingkah laku regresi. Regresi yang dimaksud adalah kembali pada taraf perkembangan yang lebih dahulu. Tingkah laku anak ini biasanya terjadi supaya anak mendapatkan perhatian lebih dari orang tuanya. Bentuk regresi yang biasa ditunjukkan yaitu gangguan terhadap pengendalian buang air besar dan buang air kecil serta tendensi perilaku seperti bayi seperti memasukkan jari ke dalam mulut. Sedangkan dampak pada saudaranya yaitu agresi. Agresi adalah setiap usaha yang disengaja untuk menyakiti saudaranya, baik secara fisik atau verbal. Agresi fisik tersebut seperti memukul, menendang, meludah, mencakar terhadap adiknya. Sedangkan agresi verbal yaitu menyalahkan adiknya saat tidak nyaman terhadap sesuatu.

Pola asuh orang tua sangat penting dalam menghadapi masalah pada anak, pola asuh orang tua pada kehidupan anak tidak hanya mempengaruhi kehidupan salah satu anak, tetapi juga hubungan antar sibling. Dalam sibling rivalry anak tidak hanya membandingkan dirinya dengan saudara kandungnya yang lain melainkan ia juga menilai bagaimana orangtuanya membandingkan dengan saudaranya yang lain. Sibling rivalry bisa menghasilkan manfaat, tetapi biasanya anak merasa direndahkan oleh orang tuanya yang lebih suka pada anak lain. Banyak permasalahan yang timbul karena pola asuh yang kurang tepat misalnya memberikan perhatian yang lebih pada anak yang lain sehingga akan menimbulkan reaksi sibling rivalry.

Permasalahan yang sering terjadi dalam sibling rivalry adalah kurangnya waktu dan perhatian yang dimiliki oleh suatu keluarga. Seorang kakak yang iri terhadap adiknya menganggap adik sebagai penyebab hilangnya kasih sayang dan perhatian yang selama ini menjadi miliknya seorang. Bagi anak-anak yang menjadi bahan yang diperebutkan adalah waktu, perhatian, cinta, dan penerimaan yang diberikan orang tua kepada setiap anak. Dengan demikian tentunya pola asuh yang benar dari orangtua, mempunyai peranan yang penting dalam sibling rivalry. Oleh karenanya, pengetahuan ibu tentang sibling rivalry merupakan hal yang sangat penting terutama dalam hal pencegahan dan cara penanganan yang tepat. Secara teori sibling rivalry merupakan hal yang biasa yang terjadi di dalam keluarga namun sibling rivalry harus mendapatkan perhatian orang tua karena penanganan yang tidak tepat dapat menimbulkan masalah yang berkelanjutan. Bila pertengkaran yang terus menerus dipupuk sejak kecil akan terus meruncing saat anak-anak beranjak dewasa, anak-anak akan terus bersaing dan saling mendengki dan perselisihan saudara kandung (sibling rivalry) bisa berkelanjutan sepanjang hidup anak. Bahkan ada kejadian saudara kandung saling membunuh karena memperebutkan warisan. Namun, jika masih berada dalam taraf yang wajar dan diatasi dengan cara yang tepat, maka sibling rivalry masih memiliki efek yang positif. Anak dapat berlatih mengatasi masalah, mengontrol emosi, belajar etika meminta maaf, serta bisa lebih jernih dalam menilai serta mencari solusi masalah.

 

Source :keslan.kemkes.go.id

 

Artikel Lainnya

Sebagai orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Salah satunya adalah dengan mengajak anak untuk bermain di luar. Meskipun permainan di luar ruangan seringkali membuat anak kotor, tap...

Mengawasi anak yang sedang berenang dan bermain di kolam renang atau di pantai, merupakan hal yang wajar dilakukan. Namun, masih ada hal lain yang dapat Anda lakukan untuk menjaga mereka tet...

Gigi berlubang adalah masalah yang sering sekali terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Sering kali, kita tidak menyadari adanya lubang pada gigi, hingga gigi terasa sakit dan mengganggu aktivita...

Mudik atau melakukan perjalanan jauh saat libur lebaran memang menyenangkan bagi keluarga. Selain dapat berkunjung kepada sanak saudara, mudik juga menjadi sarana membentuk hubungan yang baik di kelua...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................