Kapan Anak Boleh Mengakses Sosial Media? Ini yang Perlu Orang Tua Pahami

Kamis, 30 April 2026 | 10:48 WIB Penulis :


Pertanyaan “kapan anak boleh mengakses sosial media?” kini bukan lagi sekadar pilihan gaya hidup, melainkan isu krusial yang menyangkut keamanan dan tumbuh kembang buah hati.

Pemerintah Indonesia pun kini semakin serius dalam melindungi anak-anak di dunia maya. Dengan adanya regulasi terbaru, batasan usia dan pengawasan menjadi lebih ketat.

Aturan Baru 2026: Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Sosmed

Memasuki tahun 2026, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengeluarkan aturan tegas mengenai batasan usia pengguna media sosial. Melalui Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026, pemerintah mewajibkan platform digital untuk menonaktifkan akun anak yang berusia di bawah 16 tahun.

Langkah berani ini diambil untuk meminimalisir risiko tinggi yang mengintai anak-anak di ruang digital. Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa platform besar seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, hingga Roblox wajib mematuhi aturan ini.

Jika platform tersebut “ngeyel” atau tetap mengizinkan anak di bawah 16 tahun memiliki akun, pemerintah tidak segan-segan memberikan sanksi berat mulai dari denda administratif hingga pemutusan akses atau pemblokiran layanan di Indonesia.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengakses Sosial Media?

Berdasarkan regulasi Permen Komdigi No. 9 Tahun 2026 yang berlaku secara bertahap mulai 28 Maret 2026, usia minimal yang diizinkan untuk memiliki akun sosial media adalah 16 tahun. Angka ini menjadi standar baru bagi para orang tua di Indonesia dalam menentukan kesiapan anak.

Mengapa harus 16 tahun? Pada usia ini, remaja dianggap mulai memiliki kematangan emosional yang lebih baik untuk memilah informasi dan menghadapi interaksi sosial di dunia maya. Namun, kesiapan setiap anak bisa berbeda.

Sebagai orang tua, kamu perlu memastikan bahwa sebelum mengizinkan mereka memiliki akun, mereka sudah memahami konsep privasi, jejak digital, dan etika berkomunikasi.

Memahami Dampak Sosial Media bagi Perkembangan Anak

Membatasi akses bukan berarti bersikap otoriter tanpa alasan. Sebagai orang tua, kamu perlu memberikan pemahaman kepada anak mengapa aturan ini ada. Media sosial dirancang dengan fitur yang memicu adiksi, yang jika diakses terlalu dini dapat mengganggu pola tidur, konsentrasi belajar, hingga kesehatan mental anak.

Pemerintah menekankan bahwa masa depan anak-anak dipertaruhkan jika mereka dibiarkan di ruang digital tanpa perlindungan yang memadai. Oleh karena itu, aturan penonaktifan akun bagi anak di bawah 16 tahun merupakan upaya sistematis untuk mencegah eksploitasi dan dampak psikologis negatif di usia dini.

Cara Membatasi Screen Time Anak

Membatasi screen time atau waktu layar adalah tantangan besar di masa kini. Selain mengikuti aturan usia minimal untuk akun sosial media, kamu bisa menerapkan langkah-langkah berikut:

  • Terapkan jadwal digital: Buatlah kesepakatan waktu penggunaan gawai. Misalnya, gawai hanya boleh digunakan setelah tugas sekolah selesai dan maksimal 1-2 jam sehari.
  • Zona bebas gadget: Tetapkan area tertentu di rumah, seperti meja makan atau kamar tidur, sebagai zona bebas perangkat elektronik untuk mendorong interaksi keluarga secara langsung.
  • Berikan contoh nyata: Anak adalah peniru yang hebat. Kurangi durasi penggunaan ponselmu sendiri saat berada di depan mereka agar mereka melihat bahwa hidup tidak harus selalu terpaku pada layar.
  • Gunakan fitur parental control: Manfaatkan pengaturan keluarga pada gawai untuk membatasi durasi penggunaan aplikasi tertentu dan menyaring konten yang tidak sesuai usia.

Source : Halodoc 

 

Artikel Lainnya

Mama, kita semua pasti setuju bahwa menjaga kesehatan si Kecil adalah prioritas nomor satu. Melihatnya dapat tumbuh dengan baik, riang dan sehat adalah hal yang selalu Mama dan Papa inginkan. Namun ta...

Berikut 10 cara merawat rambut anak mulai dari bayi hingga usia batita: Hindari mencuci rambutnya setiap hari ya Bu apalagi pada bayi yang baru lahir. Hanya gunakan shampo dua kali saja dalam se...

Anak-anak suka ngompol, itu pasti masalah biasa. Bunda pasti sudah punya cara untuk mengantisipasinya. Tetapi kalau anak usia 5 atau 6 tahun masih ngompol, hal itu menandakan suatu masalah kesehatan t...

Menonton TV dan Perkembangan Anak Bagi anak-anak, gambar yang bergerak dengan berbagai warna cerah dan mengeluarkan suara tentu lebih menarik dibandingkan dengan gambar-gambar yang tidak bergerak. ...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................