Orang tua mana yang tidak ingin anaknya cerdas dan pertumbuhannya sesuai usia? Tentu semua orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Nah, untuk mengetahui perkembangan dan kemampuan ...
Jumat, 15 Juli 2016 | 13:58 WIB Penulis : Erni Wulandari
Bunda baru saja datang, tangis si kecil pun pecah. Bukan karena lapar atau kesal, mungkin ia hanya rindu.
Menangis merupakan salah satu wujud ekspresi anak untuk meluapkan perasaannya. Salah satunya ingin mengungkapkan tidak ingin jauh atau lepas dari Bunda. Bahkan tak jarang anak-anak berekpresi menggerutu, memunggungi, atau tidak mau melepaskan pelukan Bunda.
Apa Alasan Anak?
Si kecil menyadari bahwa Bunda sangat mencintainya. Sehingga, anak memanfaatkan kondisi ini untuk “menguasai” Bunda. Selain itu, si kecil melakukan hal ini untuk mengurangi kerinduan serta kecemasannya selama tidak bersama Bunda. Sehari tidak bersama, ia mungkin berusaha baik-baik saja di rumah, namun ketika Bunda ada di hadapannya, dengan segera balita ingin mengungkapkan perasaannya.
Bagaimana Sikap Bunda?
Melihat balita menangis, tentu Bunda merasa kasihan. Namun, jangan terlalu mudah memerlihatkan perasaan Bunda di depan anak. Tetap tegas dan konsisten, inilah pesan psikolog keluarga, Efriyani Djuwita, S.Psi., M.Si. Jika Bunda dan balita memiliki kesepakatan, tetap jalankan aturannya. Walau ia terus menangis, tak perlu buru-buru melonggarkan aturan yang Bunda buat. Cukup berikan tanggapan yang cepat untuk tangisannya agar ia mengerti bahwa Bunda mengerti apa yang ia rasakan. Dengan demikian, semakin tinggi pula rasa percaya anak bahwa Bunda memahami apa yang ia rasakan.
Cara mengatasinya
Jangan membiarkan anak menangis atau mengancamnya dengan, ”Kalau kamu tidak berhenti menangis, Bunda akan pergi lagi.” Lebih baik setelah Bunda menenangkan tangisannya, tanyakan apa kegiatannya selama sehari. Jika ia melakukan rutinitas dengan baik, Bunda bisa memberikan pelukan atau ciuman sebagai reward. Bunda juga bisa menyusun jadwal khusus untuk “berkencan” dengan si kecil, sehingga ia tidak merasa kehilangan waktu bersama Bundanya.
Sumber : Ayah Bunda
Orang tua mana yang tidak ingin anaknya cerdas dan pertumbuhannya sesuai usia? Tentu semua orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Nah, untuk mengetahui perkembangan dan kemampuan ...
Memasuki trimester pertama kehamilan, Mom pasti akan mengalami beberapa macam gejala seperti pusing, perubahan mood secara tiba-tiba, nyeri pada payudara, hingga perubahan nafsu makan dan merasa mual ...
ichael Ungar, ahli psikolog dari Dalhousie universitas Kanada, menyarankan agar orang tua memberikan tugas dan tanggung jawab sederhana kepada anak seiring pertambahan usia. Kemungkinan besar banyak o...
Seiring bertambahnya usia Si Kecil, kemampuannya untuk bersosial pun tentu semakin baik. Di usia sekolah, Si Kecil diharapkan sudah mampu untuk mudah berteman, tanpa perlu ditemani orang tua lagi.Agar...
WhatsApp ×