Tanda Anak Kekurangan Zat Besi

Kamis, 18 Agustus 2016 | 15:28 WIB Penulis : Erni Wulandari


Salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh anak, termasuk bayi, dan tak boleh terlewatkan adalah zat besi. Kekurangan mineral ini umumnya dapat memengaruhi kesehatan anak secara signifikan.
Seperti disampaikan oleh dokter spesialis anak dr Yoga Devaera, SpA(K), bahwa kandungan zat besi yang cukup dan tepat merupakan salah satu syarat makanan pendamping ASI (MPASI) yang sehat.

"Sumber zat besi dari hewani umumnya lebih mudah diserap tubuh anak. Jangan lupa juga cukupi kebutuhan vitamin C, karena vitamin C membantu memperbaiki penyerapan besi dari nabati".

Dikutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gejala yang paling sering ditemukan jika anak kekurangan asupan zat besi yakni pucat yang berlangsung lama (kronis) dan dapat ditemukan gejala komplikasi seperti lemas, mudah lelah, mudah infeksi, menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi dan gangguan perilaku.

"Sudah telat sebenarnya jika anak sudah tampak pucat. Segera bawa ke dokter, cek darah sambil tetap evaluasi sumber zat besi yang biasa diberikan pada anak. Berikan sumber zat besi seperti hati dan daging sapi misalnya 2-3 kali dalam seminggu, dengan porsi masing-masing minimal 75-100 gram," pesan dr Yoga.

Fungsi zat besi bagi tubuh yang paling penting adalah dalam perkembangan sistem saraf. Oleh sebab itu, kekurangan zat besi sangat memengaruhi fungsi kognitif, tingkah laku dan pertumbuhan seorang bayi.

Pada anak usia 1 hingga 2 tahun, defisiensi zat besi bisa disebabkan oleh beberapa hal. Selain karena tidak mendapat makanan tambahan yang memadai, kekurangan zat besi juga bisa muncul karena anak minum susu murni berlebih, obesitas dan memang kebutuhannya yang kian meningkat karena adanya infeksi berulang.

 

Sumber : Detik health

Artikel Lainnya

Kaget dan bingung pastinya saat Bunda di tanya "adik asalnya dari mana sih Bunda ?" atau "kok dada Bunda sama Ayah beda sih?". Jika Bunda mendapat pertanyaan seperti itu Bunda jang...

Mata minus, atau dinamakan sebagai rabun jauh (miopia), tidak hanya dapat terjadi pada usia remaja atau dewasa, tetapi mata minus juga bisa dialami pada balita dan anak-anak. Mengutip&nbs...

Pernahkah si anak tak mau lepas dari anda? Saat punya balita, sekedar untuk makan saja anda pasti tergesa-gesa, mandi tergesa-gesa karena sikecil ingin selalu bersama anda. Bahkan, saat anda buang air...

Di era sekarang dengan teknologi yang sudah semakin canggih membuat Si Kecil mudah bermain menggunakan gadget mereka. Apalagi untuk Moms yang telah memberikan gadget, sehingga mempermudah ak...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................