Perbedaan Kista Dan Miom

Jumat, 21 Oktober 2016 | 15:35 WIB Penulis : Erni Wulandari


Meski sekilas tampak sama, tapi kedua “pengganggu” organ reproduksi perempuan yakni kista dan miom ini ternyata berbeda.

Walau belum ada data pasti jumlah penderita kista dan miom, namun berkat kesadaran masyarakat yang semakin tinggi dan canggihnya alat kedokteran, kini lebih banyak terdiagnosa penderita miom atau kista, khususnya yang ada di organ reproduksi. Semoga tabel berikut tabel berikut bisa membantu Bunda.

 

Kista

Miom

Definisi

Tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan dan berisi cairan.

Bungkus otot rahim yang berubah menjadi tumor jinak. Istilah sederhananya, daging-tumbuh di rahim.

Lokasi

  • Biasa terdapat di rahim, saluran telur, indung telur, dan juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan).

  • Bisa juga terjadi di bagian tubuh lain seperti gusi.

 

  • Sebagian besar miom tumbuh di dalam dinding rahim (miom uteri). Gejala yang ditimbulkan biasanya tidak akan terlalu berat dan jarang mengganggu kehamilan.

  • Sebagian kecil lagi tumbuh di leher rahim (miom servik uteri).Bisa menyebabkan infertilitas, karena akan mengganggu masuknya sperma ke rahim.

Gejala

  • Nyeri di perut bagian bawah.

  • Nyeri saat haid.

  • Sering merasa ingin buang air besar atau kecil.

  • Pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut.

Catatan: ada jenis kista yang tidak memberikan rasa nyeri, sehingga penderita tidak menyadarinya.

  • Nyeri di perut bagian bawah, atau di sekitar pinggul.

  • Nyeri saat sanggama.

  • Gangguan haid, seperti nyeri saat haid, perdarahan haid sangat banyak, dan haid tak beraturan (sering haid).

  • Perut terasa penuh.

  • Sebagian wanita kadang mengeluhkan frekuensi buang air kecil yang tinggi (ingin pipis terus).

Penyebab

Sampai sekarang belum diketahui pasti, sehingga belum bisa dicari cara pencegahannya. Tetapi diduga, kista disebabkan pencermaran oleh bahan-bahan yang bersifat karsinogenik, misalnya zat kimia.

  • Faktor hormonal, terutama hormon estrogen. Miom cenderung berkembang pada masa reproduksi, dan dapat bertambah besar dengan cepat selama kehamilan. Miom biasanya menyusut setelah menopause ketika kadar estrogen menurun.

  • Faktor-faktor lain seperti ketidakseimbangan emosi, misalnya sering stres, daya tahan tubuh rendah, dan gaya hidup yang tidak seimbang.

Penanganan

Tergantung jenis kistanya.

  • Kistanon-neoplastik. Sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2-3 bulan.

  • Kistaneoplastik ditangani melalui operasi. Relatif mudah diangkat dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya

Dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

  • Miomektomi: yaitu operasi pengangkatan miom tanpa mengorbankan rahim.

  • Histerektomi: yakni pengangkatan miom bersamaan dengan rahim

Artikel Lainnya

Bagi sebagian orang, terutama anak-anak, jamu bukanlah minuman favorit karena rasa rempah-rempah yang begitu kuat dan pahit. Biasanya jamu diminum sebagai obat tradisional ketika gejala-gejala peny...

Moms, pernah mendapati Si Kecil sedang asyik memainkan alat kelaminnya sendiri? Jangan khawatir, itu adalah pertanda bahwa mereka telah memasuki fase phallic. Anak-anak tidak hanya m...

Menginjak usia balita mulai dari 1 hingga 5 tahun, anak sudah bisa melakukan banyak hal dan bisa dibilang sedang aktif-aktifnya. Moms pasti tahu banget nih ada aja kelakuan buah hati yang bikin g...

Tanda anak terkena diare dan kolik dan cara mengatasinya Diare   Anak dinyatakan diare jika BAB-nya lebih encer dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Diare menandakan adanya...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................