Kesalahan Finansial Seputar kebutuhan Anak

Senin, 06 Februari 2017 | 10:34 WIB Penulis : Erni Wulandari


Bila Bunda ingin melihat anak bahagia di masa depan, hindari kesalahan keuangan yang kerap dilakukan oleh banyak orangtua. Berikut kiat memperbaiki kesalahan yuang di anjurkan founder LiveOlive.com

  • Anak dulu, orangtua kemudian

Banyak orang tua yang rela mengorbankan segalanya, termasuk hari tua mereka demi anak-anaknya. Alasannya karena tidak ingin menjadi beban anak-anak dihari tua. Bila tidak ingin menjadi beban sebaiknya persiapkan tabungan hari tua dari sekarang. Hari tua juga perlu mendapatkan perhatian dan sebaliknya menjadi prioritas. 

Solusi Kunci dari dana pensiun yang cukup adalah seberapa lama Bunda mulai menabung. Semakin lama berinvestasi, semakin besar pula hasil yang akan diterima. Sisihkan 15% dari pendapatan untuk tabungan pensiun. Lalu investasikan uang ke dalam instrumen-instrumen investasi yang tepat, seperti deposito atau reksa dana.

  • Menunda Merencanakan dana pendidikan 

Orangtua memiliki cita-cita ingin memenpatkan anak-anaknya di sekolah terbaik. Berapapun usia anak sekarang Bunda sebaiknya menyisihkan pendapatan bulanan untuk pendidikan anak kelak.

Solusi Bila anak baru lahir, sebaiknya Bunda mulai menyisihkan uang utnuk dana pendidikannya. Atau mengikuti program asuransi pendidikan atau investasi lainnya. Pastikan retrun yang diterima sesuai kebutuhan sekolah anak nantinya.

  • Tidak mengajarkan anak nilai Uang 

Bukan hanya orangtua yang perlu mengetahui pentingnya nilai uang. Anak-anak perlu diajarkan agar menghargai setiap rupiah yang dikeluarkan. Bunda perlu mengajrkan bahwa uang perlu dicari dengan bekerja dan usaha, ditabung agar bertambah banyak, serta tidak boleh dihambur-hamburkan.

Solusi Saat anak mulai mampu berhitung, ajak ia menabung atau mulai bukakan rekening bank agar dia mengerti bagaimana uang bisa 'tumbuh'.

  • Tidak melengkapi tabungan dengan proteksi 

Tujuan utama asuransi adalah menggantikan sumber pendapatan seandainya terjadi sesuatu. Orangtua perlu memiliki asuransi jiwa karena menanggung biaya hidup keluarganya. Dana pendidikan yang Bunda siapkan untuk anak sebaiknya ditambahkan dengan proteksi. Bila terjadi masalah pada kesehatan orangtua nantinya, tujuan finansial membiayai pendidikan anak akan tetap tercapai.

Solusi Mencari produk asuransi yang memberi fasilitas investasi dan proteksi kesehatan. Konsultasikan lebih dahulu detail dengan penasehat perencanaan keuangan.

  • Tidak ada surat hak asuh dan dana perwakilan

Surat wasiat atas hak asuh serta dana perwalian bagi anak menjadi hal penting ketika orangtua tiba0tiba meninggal dunia. Semua dana perwalian yang menjelaskan kapan anak bisa mendapat dan mengelola warisan dari orangtuanya.

Solusi Konsultasikan pada orang terdekat dan pengacara, hal-hal terbaik yang bisa dilakukan terhadap surat wasiat utnuk hak asuh dan dana perwakilan.

  • Royal untuk anak 

Dalam setiap kesempatan di mal, terjadi fenomena Bunda yang begitu royal membeli berbagai macam kebutuhan yang disukai oleh anak. Setelah dicermati lebih lanjut banyak hal yang sebenarnya tidak perlu dibeli, kerap terjadi sesampainya dirumah barang tersebut hanya menjadi penghuni lemari dan tidak pernah di tengok lagi.

Solusi buat rencana atau daftar belanja yang sudah didiskusikan juga dengan pasangan, asisten rumah tangga dan anak. Beri prioritas utama pada kebutuhan dibandingkan keinginan. Daftar belanja akan mengontrol niat Bunda untuk membeli.

  • Lupa mencatat pengeluaran 

Tidak hanya pengeluaran besar keluarga saja yang dicatat. Sebaliknya pengeluaran kecil pun tidak luput untuk dicatat. Karena tanpa disangka pengeluaran yang Bunda anggap kecil bisa jadi itu pengeluaran yang terbanyak.

Solusi kumpulkan setiap nota yang diterima, termasuk tiket parkir, struk belanja , belanja mainan anka, dll. Catat dalam buku setiap pengeluaran. Sebaiknya Bunda memiliki buku kas yang berisi daftar pemasukan dan pengeluaran. Jadikan ini sebagai acuan dalam menata keuangan keluarga.

  • Tidak bisa menolak 

Tidak sedikit orangtua yang sulit menolak permintaan anaknya. Bunda bisa langsung mengabulkan setiap keinginan anak. Lama-lama anak akan tertanam dikelapa anak bahwa dia bisa mendapatkan segalanya secara instan.

Solusi  Beranilah bilang 'Tidak' bila anak menginginkan sesuatu yang tidak ada dalam anggaran. Katakan padanya bahwa jika ingin membeli barang yang ia minta, ia perlu menabung terlebih dahulu. Ajarkan mereka untuk bersabar dan mendapatkan sesuatu dengan usahanya.

  • Terbelit hutang 

Hutang menjadi salah satu penyebab munculnya masalah keuangan. Hutang yang besar bisa menggagalkan semua perencanaan keuangan keluarga, termasuk dana pendidikan yang tiap bulannya harus disisihkan. Banyak alasan kita berutang salah satunya adalah tingkat konsumsi yang cukup tinggi.

Solusi Sesuaikan pemasukan dan pengeluaran, bila Bunda terpaksa berhutang pilih pihak yang memungkinkan bisa dilakukan negosiasi bila sampai terlambat membayar utang. Demikian pula jika Bunda ingin mengambil kredit jangan lebih dari 30% dari penghasilan keluarga. Pastikan hutang berkuarang sesuai jadwal yang direncanakan dan waspadai bunga yang diberlakukan.

  • Mengabaikan kebutuhan jangka panjang

Kita sering terpaku pada kebutuhan tiap hari dan kurang mempertimbangkan kebutuhan masa depan. Misalnya membeli tempat tidur bayi untuk si kecil yang baru lahir. Padahal dia akan tumbuh besar dan tempat tidur tersebut tidak mungkin digunakan lagi nantinya.

Solusi Hitung kembali untung rigi membeli mobil atau rumah. Atau pertimbangkan beberapa lama si kecil akan tidur di tempat tidurnya. Sebaliknya pilih tempat tidur yang berukuran besar, sebab akan terus bermanfaat sampai dia dewasa. Jika perlu mengganti Bunda hanya perlu mengganti kasurnya.

Artikel Lainnya

Moms bingung kegiatan apa yang bisa dilakukan bersama Si Kecil di akhir pekan? Jangan buru-buru mengajak Si Kecil bermain ke pusat perbelanjaan. Moms bisa mengisi waktu Si Kecil dengan cara menyenangk...

Bagi si 1-2 tahun, pagi, siang, sore, dan malam bukanlah sesuatu yang nyata alias abstrak, karena tidak menjelaskan apapun. Konsep waktu belum dipahaminya dengan benar. Namun, tak berarti dia tidak te...

Tahukah anda bahwa anak (Baca : Psikologi Anak) dibawah usia 10 tahun memang sudah bisa berpikir dan menilai hal-hal yang mereka lihat atau mereka dengar. Namun sayangnya mereka belum memiliki po...

Bila Bunda ingin melihat anak bahagia di masa depan, hindari kesalahan keuangan yang kerap dilakukan oleh banyak orangtua. Berikut kiat memperbaiki kesalahan yuang di anjurkan founder LiveOlive.com ...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................