Latih si kecil agar tak lagi mengompol dengan 4 langkah ini : Kurangi minum teh serta minuman manis lainnya karena teh dan gula bersifat diuretik atau menyerap cairan sehingga menyebabkan anak s...
Selasa, 01 Agustus 2017 | 14:45 WIB Penulis : Erni Wulandari
Semua pasti pernah marah ya, Bun. Termasuk anak-anak. Kalau anak marah, boleh aja kok. Cuma, yang penting kita ajari ke si kecil yaitu gimana cara dia mengekspresikan marahnya tanpa mengganggu dirinya sendiri, apalagi orang lain.
Ketika si kecil marah, Bun, biarkan. Nggak apa-apa kok mereka marah karena memang setiap orang harus bisa merasakan emosi, salah satunya marah. Nah, saat anak marah, yang bisa kita lakukan adalah melatih anak mengekspresikan emosinya tanpa mengganggu diri sendiri dan orang lain.
Terlebih pada usia batita (di bawah tiga tahun), anak masih menunjukkan emosinya tanpa berpikir akibatnya. Jadi, kalau dia memukul Bunda pas marah, itu dia lakukan aja Bun tanpa ada niat menyakiti Bunda. Nah, ketika batita marah, coba yuk Bun kita tenangkan. Tapi, ingat ya. Jangan kita kasih apa yang dia mau.
misalnya anak marah karena nggak dikasih permen. Hingga akhirnya dia teriak-teriak dan nangis kejer, jangan 'menyerah' dan kasih si kecil permen. Kalau begitu, anak akan berpikir kalau caranya minta sesuatu itu dengan marah dan menangis.
"Saat anak marah, kita validasi emosinya. Kita akui kalau memang dia sedang marah. Tapi, kita ajarkan cara mengekspresikan emosinya yang lebih aman. Nggak mengganggu diri sendiri artinya nggak sampai dia menyakiti dirinya,"
Terus, jangan sampai mengganggu orang lain, nih Bun. Kalau pas marah anak biasa membanting barang atau melempar barang ke arah orang lain, coba ajarkan dia melempar guling ke kasur. Atau, cara lain yang bisa kita lakukan yaitu ajak anak ke kamar mandi lalu buka keran air hingga airnya keluar deras.
Setelah itu, ajak anak untuk teriak-teriak guna mengekspresikan emosi marahnya. penting banget kita ngajari anak mengekspresikan emosinya. Sebab, kalau emosi dipendam aja, itu juga nggak baik lho Bun buat anak.
"Kalai disimpan terus, nggak diekspresikan, didiamkan aja, bisa menimbulkan gangguan di dalam. Makanya anak boleh mengekspresikan emosinya tapi dengan catatan jangan sampai mengganggu dirinya juga orang lain.
Latih si kecil agar tak lagi mengompol dengan 4 langkah ini : Kurangi minum teh serta minuman manis lainnya karena teh dan gula bersifat diuretik atau menyerap cairan sehingga menyebabkan anak s...
Rebutan mainan atau pukul-pukulan adalah hal yang biasa dilakukan balita. Anda yang melihat adegan ini akan segera memisahkan pertikaian, serta menyuruh anak minta maaf dan saling memaafkan. A...
Kesehatan gigi dan mulut yang terjaga sejak dini dapat memberikan dampak besar pada kehidupan Si Kecil. Selain tumbuh lebih sehat karena berkurangnya risiko terjangkit penyakit-penyakit tertentu, kond...
Salah satu alergi yang kerap menyerang anak-anak adalah alergi susu sapi. Lantas, bisakah kondisi ini menyebabkan anak menjadi stunting? Alergi sendiri merupakan suatu reaksi yang tidak diinginkan ...
WhatsApp ×