Pada dasarnya, tangisan bayi merupakan caranya berkomunikasi untuk mengatakan kalau ia sakit, lapar, atau mengantuk. Tetapi, bagaimana jika bayi Anda sering menangis saat ditinggal oleh Moms walau han...
Kamis, 25 Januari 2018 | 16:13 WIB Penulis : Erni Wulandari
Sejak anak mulai berjalan, kaki merupakan bagian tubuh yang berperan besar dalam mendukung proses perkembangan balita untuk latihan berjalan. Saat ini, kaki juga menanggung beban terberat. Saat memilih sepatu untuk balita, warna cerah dan desain bagus saja tidak cukup untuk menjadi pilihan dan acuan.
Sepatu yang tepat dapat membantu perkembangan tulang dan otot kaki, sedangkan sepatu yang tidak tepat justru membuat pertumbuhan kaki terhambat. Boleh saja memilih sepatu yang lucu dan memiliki bentuk yang bagus, namun kenyamanan dan ketepatan sepatu di kaki si kecil juga merupakan perhatian khusus. Perhatikan hal berikut ketika Bunda ingin membelikan sepatu si kecil.
Ukuran
Sepatu tidak boleh terlalu sempit atau longgar longgar. Tulang kaki anak belum terbentuk dengan sempurna sampai ia berusia 6 tahun. Tulangnya masih muda dan lunak, otot-otot dan jaringan ikat di kaki juga masih mudah memuai. Sepatu yang kekecilan dapat merusak pertumbuhan kakinya, begitu pula dengan sepatu yang kebesaran. Saat membeli sepatu, tekan ujung sepatu untuk mengetahui apakah ada sisa ruang di depan jarinya. Minta anak menggerakkan ujung kakinya. Jika ujung kaki masih bisa digerakkan, maka sepatu dapat dinyatakan aman.
Ganti seiring pertumbuhan kaki
Sebab kaki anak tumbuh sangat cepat. Selama tumbuh kembang, ukuran sepatu anak bisa berubah 34 kali sampai ia berusia 10 tahun. Setidaknya, enam bulan sekali ukuran kaki anak berubah. Idealnya, tiga kali setahun beli sepatu baru. Hindari memberi si kecil sepatu warisan sang kakak, karena setiap anak memiliki pola telapak kaki yang berbeda.
Pilihkan sepatu berkualitas
Terbuat dari bahan yang kuat, tidak terlampau tipis, ringan, memiliki sol yang empuk dan bertekstur agar tidak licin saat digunakan berjalan. Pilih bahan sepatu terbuat dari bahan yang berpori sehingga dapat menyerap keringat, penyangga telapak kaki melengkung sehingga telapak kaki tersangga dengan baik. Sepatu yang berkualitas buruk tidak memberi topangan pada telapak kaki dengan baik. Tak jarang bahan sepatu berkualitas buruk bisa membuat kulit anak melepuh dan kemerahan, sehingga menyebabkan trauma pada kakinya.
Beli pada malam hari
Karena ukuran kaki dapat berubah dalam satu hari dan akan mengalami ukuran terbesar pada malam hari. Jadi, ajak si kecil untuk membeli sepatu pada malam hari. Selalu coba sepatu pada kedua kaki, karena tidak ada ukuran telapak kaki yang sama walaupun perbedaan ini sangat kecil. Saat mencoba, minta anak berjalan beberapa langkah, dan tanyakan padanya apakah kulitnya terasa nyaman, jari-jarinya tergencet atau ada bagian yang tidak enak saat sepatu tersebut dipakai berjalan.
Hindari memakai sandal
Tidak seperti sepatu, sandal jepit tidak baik untuk berjalan jauh karena tidak memberikan dukungan pada kaki dan bantalan tumit. Si kecil bisa menderita sakit kaki, tendinitis atau iritasi pada otot kaki dan terkilir pada pergelangan kakinya jika tetap menggunakan saat berjalan. Tergantung pada struktur kaki, tapi pada anak yang telapak kakinya rata, penggunaan sandal jepit menyebabkan kekuatan kaki untuk menopang tubuh melemah.
Sumber : Ayahbunda
Pada dasarnya, tangisan bayi merupakan caranya berkomunikasi untuk mengatakan kalau ia sakit, lapar, atau mengantuk. Tetapi, bagaimana jika bayi Anda sering menangis saat ditinggal oleh Moms walau han...
Jakarta - Membuat anak tumbuh cerdas enggak cuma dengan memberikan asupan yang bergizi, Bun. Mereka juga butuh stimulasi, salah satunya dengan mainan. Nah, ternyata mainan bisa membuat anak tumbuh cer...
Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada anak usia 6-12 tahun adalah usaha perlindungan ekstra bagi anak dan orang-orang di sekitarnya. Ada setidaknya 4 fakta yang perlu kamu ketahui terkait dengan pela...