Mainan dari barang bekas untuk anak TK tidak hanya menghibur tetapi juga mengajarkan mereka tentang pentingnya daur ulang dan kreativitas. Terlebih, salah satu cara untuk menghemat pengeluaran bias...
Kamis, 03 Januari 2019 | 10:23 WIB Penulis : Erni Wulandari
Ketika membuka pintu rumah, Anda menemukan ruang tamu berantakan dengan mainan, krayon dan benda-benda yang tidak diletakkan pada tempatnya. Ingin marah pada si kecil, nggak sih? Tunggu dulu.
Di usia 3-4 tahun, anak memang sedang senang-senangnya bereskplorasi dan bereksperimen. Justru sekarang saat yang tepat untuk mulai mengajarkannya bertanggung jawab terhadap kebersihan rumah, layaknya anggota keluarga lainnya. Nah simak yuk Moms tips agar Si Kecil mau membereskan rumah :
1. Terapkan aturan
Membereskan tempat tidur setelah digunakan, meletakkan mainan di boks selesai bermain, dan membuang sampah pada tempatnya. Terapkan aturan sederhana ini secara konsisten dan berikan contoh agar si kecil bersedia melakukannya. Siapa pun yang melanggar aturan baik Anda mau pun si kecil harus dikenakan sanksi, misalnya tidak dapat jatah puding hari itu.
2. Jadikan bebersih kegiatan menyenangkan
Gunakan kreativitas Anda. Misalnya agar si kecil mau membereskan sepatunya yang berantakan, ajak ia ‘balapan’ bersama Anda untuk meletakkan sepatu pada tempatnya. Si 3 tahun yang suka berkompetisi akan dengan senang hati menyambut tantangan yang Anda berikan!
3. Putar musik atau nyanyikan lagu
Mood yang ceria akan membuat anak bersemangat melakukan apa pun, termasuk bebersih rumah. Pilih lagu kesukaan si Kecil agar ia merasa nyaman dan senang. Atau, sesuai dengan aktivitasnya, nyanyikan lagu ‘Bangun Tidur’ sambil mengajak anak beberes tempat tidur di pagi hari.
4. Sederhanakan pekerjaan
Agar si kecil tak bingung dan merasa berat mengerjakannya, buat instruksi sesederhana mungkin. Misalnya, dari pada kalimat yang terlalu umum, seperti, “Bereskan ruang bermain,” lebih mudah meminta anak mengerjakan hal spesifik, seperti, “Masukkan mainan ke boks,” atau, “Susun buku dalam raknya,” atau, “Taruh bantal di tempat tidur.”
5. Jadikan ia penanggung jawab
Si kecil dengan rentan usia 3 tahun paling senang diberi kepercayaan dan tanggung jawab layaknya orang dewasa. Tunjuklah sebuah area, misalnya kamar tidur atau ruang bermain, dan katakan bahwa ia adalah ‘pejabat kebersihan’ di area tersebut. Jika sudah memberinya kepercayaan, jangan meragukan kemampuan buah hati Anda. Cukup berikan contoh cara melakukan pekerjaan tersebut dan biarkan ia melakukannya sendiri. Bantu ia hanya jika sudah terlihat kesulitan.
6. Hargai usahanya
Selain memberikan pelukan dan ciuman hangat, katakan bahwa Anda menghargai usahanya. Agar anak lebih bersemangat dan menjaga perilaku positifnya, buat papan penghargaan dengan desain yang lucu dan menarik. Setiap kali si kecil berhasil melakukan aktivitas bersih-bersih, ia berhak mendapat 1 stiker untuk ditempelkan di papan koleksinya.
7. Dapatkan manfaatnya
Dengan mengajarkan anak bersih-bersih rumah, secara otomatis Anda akan melatih kemampuan kognitifnya untuk belajar mengenai berbagai konsep di sekitarnya seperti membuah sampah pada tempatnya. Tak hanya itu, hal ini juga sangat bermanfaat bagi keterampilan fisiknya, melatih saraf motorik halus, menjaga emosinya agar tetap senang dan gembira, serta sekaligus dapat melatih kemampuan adaptasi sosialnya untuk sekadar membantu pekerjaan orang-orang di sekitarnya.
Sumber : ayahbunda
Mainan dari barang bekas untuk anak TK tidak hanya menghibur tetapi juga mengajarkan mereka tentang pentingnya daur ulang dan kreativitas. Terlebih, salah satu cara untuk menghemat pengeluaran bias...
Makan kadang jadi waktu berdebat antara Bunda dan si kecil. Si kecil yang susah makan hingga gemar memilih-milih makanan kadang membuat pertengkaran. Siapa sangka ada beberapa penyebab anak susa...
Saat di sekolah ia adalah anak yang baik dan mendengarkan semua apa yang di perintah guru. Namun, ketika sampai di rumah justru ia jadi anak yang tidak mau mendengar dan cenderung membangkang. Ternyat...
Seiring pertambahan usianya, kemampuan sensorik pada bayi akan terus mengalami perkembangan hingga memasuki masa kanak-anak. Untuk mendukung perkembangan sensorik yang optimal, ada berbagai metode sti...