Menangis keras sembari memukul dan menendang orang lain maupun dirinya sendiri, sering dilakukan si kecil pada saat tantrum. Di saat anak sulit ditenangkan seperti ini, terkadang emosi orang tua juga ...
Selasa, 29 November 2022 | 16:33 WIB Penulis :
ASI merupakan salah satu hal terbaik yang bisa diberikan seorang ibu kepada buah hatinya. Kandungan ASI yang selalu mengikuti tahap pertumbuhan dan perkembangan bayi sejak lahir tak akan tergantikan oleh susu formula manapun.
Sayangnya produksi ASI sering kali mengalami penurunan drastis pada saat ibu bekerja. Hal ini pula yang kerap membuat ibu-ibu yang berkarier di luar rumah mengalami dilema saat harus kembali bekerja.
Agar produksi ASI kembali melimpah, power pumping adalah salah satu cara memompa ASI yang dapat meningkatkan suplai ASI. Dengan cara memompa ASI yang tepat, produksi ASI diharapkan akan meningkat kembali sehingga mencukupi kebutuhan bayi sehari-hari.
Apa Itu Power Pumping?
Cara memompa ASI dengan teknik power pumping membutuhkan pompa ASI yang nyaman. Ada banyak hal yang menjadi penyebab produksi ASI menurun. Sebagai contoh, terlalu lama membiarkan ASI tidak keluar dari payudara, baik disusui langsung atau dipompa, penggunaan obatobatan, dan kondisi medis tertentu.
Meskipun produksi ASI dapat menurun, tetapi produksi ASI yang tidak mencukupi untuk bayi jarang terjadi. Mengutip dari Mayo Clinic, faktanya ibu menyusui menghasilkan sepertiga lebih banyak ASI dari yang bisa diminum oleh bayi.
Produksi ASI pada dasarnya berkaitan dengan berapa banyak ASI yang dibutuhkan bayi. Tubuh akan mendapatkan sinyal ini dari jumlah waktu yang dihabiskan untuk menyusui ataupun memompa ASI. Kualitas isapan baik dari bayi dengan pelekatan yang baik atau pompa ASI juga bisa berpengaruh.
Power pumping pada dasarnya tidak menggantikan jadwal rutin pompa Bunda. Sebaliknya, power pumping dilakukan di sela-sela jadwal rutin pumping biasa. Metode ini akan bekerja paling efektif jika Bunda melakukanexclusive pumping.
Jika bayi sering menyusu langsung, maka akan sulit bagi tubuh untuk membuat ASI esktra yang cukup di antara waktu menyusui. Akan tetapi, tidak perlu khawatir ASI akan habis jika Bunda melakukan power pumping. Payudara tidak akan pernah sepenuhnya kosong dan gerakan mengisap dari mulut bayi atau pompa akan merangsang produk ASI lebih banyak sesuai kebutuhan.
Cara Melakukan Power Pumping yang Perlu Ibu Pahami
1. Sisihkan Waktu Khusus Untuk Power Pumping
Pastikan Bunda merasa nyaman dan santai sebelum melakukan pumping agar produksi ASI dapat ditingkatkan dengan efektif. Jika Bunda menyusui bayi langsung, cobalah melakukan power pumping setelah sesi menyusui. Gunakanlah pompa ASI elektrik ganda yang bisa dipakai di kedua payudara dan bra menyusui hands-free jika memungkinkan. Dengan begini Bunda tidak perlu terus-menerus memegang pompa, melainkan bisa melakukan aktivitas lainnya
2. Pompa Disela dengan Istirahat
Untuk melakukan power pumping, pertama pompa ASI selama 20 menit terlebih dahulu. Kemudian hentikan pompa dan istirahatlah selama 10 menit. Lalu Bunda bisa kembali memompa selama 10 menit tanpa henti. Setelah itu, istirahat lagi selama 10 menit. Lakukan kembali pompa ASI selama 10 menit. Bunda bisa kembali ke rutinitas pemompaan atau menyusui normal sesudahnya. Idealnya power pumping dilakukan satu kali sehari saja, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk melakukannya hingga dua kali. Namun, perlu diingat bahwa sesi power pumping bisa melelahkan fisik dan mental ibu.
3. Rutin Melakukannya
Tiap ibu tentu berbeda tingkat keberhasilannya. Sebagian ibu merasakan power pumping cukup dilakukan selama 3 hari berturut-turut, dan setelah itu ASI sudah lancar. Namun, ada juga yang merasa perlu melakukannya hingga seminggu berturut-turut bahkan lebih.
4. Hasil Akan Terlihat dalam Beberapa Hari
Khasiat daripower pumping bisa dirasakan setelah melakukannya selama dua atau tiga hari. Namun, ada pula yang baru berhasil setelah empat hingga tujuh jari. Setelah produksi ASI sudah meningkat dan dirasa cukup, Bunda bisa berhenti melakukan power pumping. Metode ini bisa dicoba kembali jika Bunda merasa perlu.
Source : https://id.theasianparent.com/
Menangis keras sembari memukul dan menendang orang lain maupun dirinya sendiri, sering dilakukan si kecil pada saat tantrum. Di saat anak sulit ditenangkan seperti ini, terkadang emosi orang tua juga ...
Kondisi Janin pada Ibu Hamil yang Terkena Covid-19 Ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 tidak harus melakukan operasi caesar. Cara melahiran bisa dilakukan secara n...
ayi yang telah memasuki masa MPASI umumnya menjadi penasaran dengan segala makanan yang ada di dekatnya. Tak jarang, Si Kecil bahkan mencoba mengambil makanan dari tangan Bunda saat sedang makan. Rasa...
“Istilah ERACS berasal dari pendekatan Enhanced Recovery After surgery (ERAS) yang bertujuan untuk meminimalkan respons fisiologis selama operasi. Nah, pada bidang obstetri, pendekatan tersebut ...