Pernahkan anda mendengar mitos mengenai air kelapa untuk ibu hamil? Ya, sejak dulu air kelapa dipercaya dapat menguatkan kandungan ibu hamil. Air kelapa yang diminum ibu yang sedang hamil dipercaya da...

Selasa, 14 Februari 2017 | 10:54 WIB Penulis : Erni Wulandari
Wanita mana sih yang tak ingin tampil cantik menawan? Salah satu cara untuk tampil stunning adalah dengan mengubah warna rambut. Rambut berwarna yang cantik akan membuat setiap wanita tampak makin menarik.
Lalu sering sekali timbul pertanyaan dari para ibu yang baru saja melahirkan dan sedang menyusui? Apakah mewarnai rambut aman untuk mereka dan tak akan mempengaruhi bayi?
Sebenarnya memang masih belum ada penelitian tentang keamanan mengecat rambut saat sedang menyusui. Namun, ini dianggap aman oleh beberapa ahli karena bahan kimia yang digunakan untuk mengecat rambut tidak akan masuk ke dalam ASI dan mempengaruhi bayi.
Bahan kimia yang digunakan untuk mengecat rambut akan aman-aman saja dan tak berpengaruh pada ASI karena tidak terserap oleh kulit kepala. Namun yang biasanya jadi masalah adalah bau dari cat yang kemungkinan mengganggu bayi.
Jika memang masih ragu memang lebih baik tak mengecat rambut saat masih menyusui ya Bun. Namun, jika kamu ingin tampil maksimal dengan mengecat rambut maka kamu sangat disarankan untuk mengecat rambut tanpa mengenai kulit kepala. Kamu bisa memilih teknik highlighting yang dapat mengurangi risiko cat terserap ke dalam kulit tubuh. Pastikan cat hanya mengenai batang rambut saja. Bunda juga bisa mencoba henna yang terbuat dari bahan alami. Nah, semoga informasi ini bermanfaat ya Bun.
Sumber : vemale.com
Pernahkan anda mendengar mitos mengenai air kelapa untuk ibu hamil? Ya, sejak dulu air kelapa dipercaya dapat menguatkan kandungan ibu hamil. Air kelapa yang diminum ibu yang sedang hamil dipercaya da...
Salah satu kegiatan bersama Si Kecil yang tidak boleh Bunda lewatkan adalah tummy time. Selain menyenangkan, aktivitas ini bermanfaat bagi tubuh bayi, lho. Cara melakukan tummy time&nbs...
Cara menghitung kontraksi berguna untuk mengetahui kapan Anda harus segera ke rumah sakit. Bahkan, perhitungan kontraksi membantu Anda untuk mendeteksi kemungkinan persalinan prematur.Kontraksi ada...
Kejang demam dapat menimpa anak usia 3 bulan hingga 5 tahun. Namun, umumnya kondisi ini lebih sering dialami oleh anak berusia 1–1,5 tahun. Penyebab kejang demam belum dapat dipastikan. Nam...
WhatsApp ×