Pahami Apa Itu Parenting VOC sebelum Menerapkannya

Rabu, 04 Februari 2026 | 15:33 WIB Penulis :


Ciri- ciri parenting VOC

Parenting VOC adalah istilah populer untuk menyebut pola pengasuhan otoriter yang menekankan disiplin ketat, kontrol penuh orangtua, dan kepatuhan tanpa kompromi.

Istilah ini diambil dari singkatan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), yaitu perusahaan dagang Belanda masa kolonial yang dikenal dengan ketegasan dan kerasnya sikap terhadap pribumi.

VOC diketahui menegakkan kekuasaan dengan paksa, tidak memberi kesempatan untuk negosiasi, dan menuntut semua orang untuk patuh.

Maka dari itu, istilah ini biasanya digunakan di media sosial atau percakapan sehari-hari untuk menyindir orangtua yang terlalu galak, kaku, dan tidak memberi ruang anak berekspresi.

Berikut beberapa ciri-ciri parenting VOC.

  • Aturan kaku dan tidak bisa dinegosiasi. Orangtua menetapkan peraturan yang ketat dan anak wajib mematuhinya tanpa kesempatan untuk berdiskusi.
  • Komunikasi satu arah. Anak tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat atau perasaan. Segala keputusan berasal dari orangtua.
  • Menekankan kepatuhan. Fokus utamanya adalah agar anak patuh, disiplin, dan tidak membantah orangtua, apa pun kondisinya.
  • Menggunakan hukuman sebagai alat disiplin. Pendekatan ini sering melibatkan hukuman (baik fisik maupun verbal) jika anak tidak menaati aturan.
  • Minim dukungan emosional. Orangtua jarang memberikan pelukan, validasi emosi, atau dukungan psikologis karena lebih mengutamakan hasil dan ketertiban.
  • Menanamkan rasa takut daripada rasa hormat. Anak sering takut pada orangtua, bukan karena menghormati, tapi karena takut dimarahi atau dihukum.
  • Menuntut anak yang harus tangguh dan mandiri sejak kecil. Anak dianggap harus bisa tahan banting, kuat menghadapi kesulitan, dan tidak cengeng.
  • Menuntut hasil dan prestasi. Orangtua sangat fokus pada pencapaian anak di sekolah atau bidang tertentu, dan mengabaikan proses atau kondisi emosional anak.

Dampak parenting VOC

 

Parenting VOC memiliki dampak positif maupun negatif terhadap perkembangan anak, termasuk perkembangan anak sekolah. Berikut masing-masing dampaknya.

Dampak positif parenting VOC

Walaupun sering dikritik, beberapa orangtua masih menerapkan pola pengasuhan ini karena ada efek positif tertentu yang diharapkan, terutama dalam jangka pendek. Berikut beberapa di antaranya.

  • Disiplin tinggi. Anak terbiasa mengikuti aturan dengan ketat dan mematuhi instruksi tanpa membantah.
  • Tahan banting (resilien). Anak cenderung lebih tangguh, kuat menghadapi tekanan, dan tidak mudah menyerah.
  • Mandiri lebih cepat. Dengan adanya tuntutan untuk bertanggung jawab dan tidak banyak mengeluh, anak bisa belajar kemandirian sejak dini.
  • Hormat kepada otoritas. Anak cenderung menghormati figur orangtua, guru, atau pemimpin karena terbiasa hidup dengan struktur yang jelas.

Dampak negatif parenting VOC

Namun, dalam jangka panjang, parenting VOC dapat berdampak buruk secara emosional dan psikologis, di antaranya sebagai berikut.

  • Rendahnya kepercayaan diri. Anak takut berpendapat dan merasa tidak mampu mengambil keputusan sendiri karena terbiasa disetir oleh orangtua.
  • Kesulitan mengekspresikan emosi. Anak tumbuh dengan keyakinan bahwa perasaan harus ditekan atau tidak penting, yang bisa memicu masalah kesehatan mental pada anak.
  • Stres dan cemas berlebihan. Tekanan untuk selalu benar dan takut salah dapat membuat anak mudah stres, bahkan sejak usia dini.
  • Hubungan anak-orangtua tidak dekat. Pola pengasuhan ini cenderung menciptakan jarak emosional, sehingga anak enggan terbuka pada orangtua saat menghadapi masalah.
  • Berisiko memberontak atau trauma. Beberapa anak mungkin akan memberontak saat dewasa atau mengalami trauma karena dibesarkan dengan kekerasan, baik verbal maupun fisik.

 

 

Source : hellosehat.com

 

Artikel Lainnya

Dalam Childhood Allergies, DR.Dawn Lim, dokter anak yang fokus di bidang alergi, menjelaskan bahwa anak-anak yang mengalami eksim akan merasakan gatal-gatal, ruam merah yang muncul dan ...

Ganti Popok Maksimal 4 Jam Sekali Waktu yang tepat untuk mengganti popok bayi bergantung pada beberapa faktor seperti usia bayi, kebiasaan buang air, dan kondisi kulitnya. Idealnya, popok bayi haru...

Muncul bintik-bintik merah yang sepertinya terasa gatal pada kulit bayi merupakan salah satu ciri utama biang keringat. Meski biasa terjadi, biang keringat pada bayi dapat menjadi tanda adanya ri...

Selama menjalani masa kehamilan, calon Ibu dan Ayah perlu memahami cara menjaga kesehatan Ibu dan Buah Hati di dalam kandungan. Sebab, perjalanan mengandung Buah Hati selama 9 bulan penuh dengan lika-...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................