Moms, meski sama-sama masih bayi, ada perbedaan cara merawat kulit bayi baru lahir dengan usia 6 bulan ke atas. Ya, pasalnya kulit bayi baru lahir masih sangat halus dan lebih tipis, bahkan rentan ter...

Senin, 09 Maret 2026 | 10:24 WIB Penulis :
Biang keringat dan alergi pada bayi memiliki kesamaan yaitu membuat kulit kemerahan, gatal, dan iritasi. Namun, keduanya disebabkan oleh hal yang berbeda.
Bayi biang keringat biasanya disebabkan oleh keringat, bakteri, dan sel kulit mati yang terperangkap di bawah kulit.
Sementara reaksi alergi muncul karena adanya respons dari berbagai alergen yang bisa saja berupa makanan, debu, hingga produk perawatan bayi yang mengandung zat kimia tertentu.
Lalu, bagaimana cara mengetahui perbedaan antara biang keringat dan alergi pada bayi?
Meski tampak sama, sesungguhnya kedua kondisi ini menunjukkan gejala-gejala yang berbeda. Simak perbedaan gejala biang keringat dan alergi pada bayi di bawah ini.
Biang keringat pada bayi bisa diamati dengan munculnya beberapa tanda, seperti berikut ini.
Biang keringat biasanya terjadi pada bagian leher, punggung, ketiak, atau beberapa bagian tubuh lain yang sering mengeluarkan keringat lebih banyak.
Akibat produksi keringat berlebih yang terperangkap di bawah kulit, biang keringat dan cuaca panas sering kali terkait. Artinya, biang keringat pada bayi sering terjadi saat cuaca panas.
Beda dengan biang keringat, sda banyak hal yang bisa menyebabkan bayi alergi, dari makanan, bahan kimia, hingga benda tertentu.
Tanda dan gejala yang muncul juga beragam. Tak hanya kemerahan pada kulit, melainkan juga bisa meliputi berikut ini.
Tentunya, kondisi ini tidak akan dipengaruhi oleh cuaca. Jadi, bisa kapan saja terjadi ketika si Kecil terpapar dengan alergen tersebut.
Jika si Kecil mengalami beberapa perubahan, coba ingat-ingat lagi makanan apa yang Anda berikan atau benda yang baru ia pegang. Pasalnya, mungkin saja ia alergi terhadap makanan atau benda tersebut.
Sebagai dua kondisi yang beda, tentu juga ada perbedaan dalam mengobati biang keringat dan alergi pada bayi. Berikut perbedaan cara pengobatan untuk biang keringat dan alergi.
Tergantung dari tingkat keparahan kondisi biang keringat pada bayi, berikut beberapa cara pengobatan yang bisa Anda lakukan untuk membantu meredakan gejala di kulit,
Bila biang keringat disertai demam, Anda juga bisa berikan obat penurun panas, seperti paracetamol, yang aman untuk menurunkan demam pada bayi.
Beda dengan biang keringat, untuk meredakan gejala alergi pada bayi, Anda harus mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi pemicu kondisi ini.
Setelah mengetahui pemicunya, hal pertama yang bisa Anda lakukan, yaitu menghindarkan bayi Anda dari pemicu tersebut.
Misalnya, jika si Kecil alergi terhadap serbuk bunga (pollen), jauhkan anak dari jenis bunga apa pun yang memiliki serbuk bunga.
Sementara itu, bila bayi Anda alergi terhadap tungau, debu, atau hewan, Anda perlu memastikan rumah bersih dari debu dan bulu hewan.
Anda dapat menggunakan penyedot debu yang dilengkapi dengan filter HEPA (high efficiency particulate air) untuk memastikan debu tersedot sampai bersih.
Anda juga bisa membeli filter udara untuk menghilangkan partikel penyebab alergi di dalam ruangan rumah Anda.
Agar gejala alergi pada bayi bisa lebih cepat reda, Anda juga bisa menggunakan obat-obatan berikut ini.
Sebenarnya, biang keringat pada bayi akan hilang dengan sendirinya.
Apalagi jika suhu dan cuaca di sekitar sudah tak begitu panas, maka bayi akan merasa sejuk dan biang keringat lama-lama akan hilang.
Bila memang tak membaik dalam beberapa hari, sebaiknya bawa bayi ke dokter anak.
Sementara jika si Kecil menunjukkan gejala alergi yang cukup serius, seperti sulit bernapas dan mengalami pembengkakan, jangan menunda untuk segera membawanya ke rumah sakit.
Alergi pada bayi bisa jadi berbahaya bila tak ditangani dengan cepat.
Source : hellosehat.com
Moms, meski sama-sama masih bayi, ada perbedaan cara merawat kulit bayi baru lahir dengan usia 6 bulan ke atas. Ya, pasalnya kulit bayi baru lahir masih sangat halus dan lebih tipis, bahkan rentan ter...
Mata merah adalah salah satu masalah mata pada bayi yang cukup sering terjadi. Sebagian penyebab mata merah pada bayi tidak berbahaya, tetapi sebagian lainnya bisa menular dan perlu segera d...
Gumoh merupakan kondisi umum yang dialami bayi di awal-awal kehidupannya. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gumoh terjadi karena lambung bayi masih sangat kecil dan katup lam...
Mengatasi bayi yang sulit tidur memang susah-susah gampang. Maka dari itu, untuk mempermudah Mama, berikut beberapa penanganan yang dapat dilakukan: Berikan sesuatu untuk diisap Mengisap...
WhatsApp ×