Sebagai orang tua, tentu Anda akan merasa senang jika buah hati Anda tumbuh menjadi anak pemberani, bukan? Namun, sebenarnya berani itu apa sih? Menurut Moore, seorang psikologis klinis di Princeton ...
Selasa, 28 Juni 2016 | 09:12 WIB Penulis : Erni Wulandari
Mudik atau melakukan perjalanan jauh saat libur lebaran memang menyenangkan bagi keluarga. Selain dapat berkunjung kepada sanak saudara, mudik juga menjadi sarana membentuk hubungan yang baik di keluarga. Namun, perjalanan jauh sangat berisiko membuat anak sakit. Terdapat beberapa penyakit langganan anak saat mudik. Untuk itu, Bunda membutuhkan antisipasi jika si kecil jatuh sakit saat berlibur panjang.
Antisipasi nya Bunda baiknya anak mengonsumsi makanan dalam porsi sedikit namun berkali-kali dan tetap bergizi. Dorong anak untuk melihat ke luar mobil dan mendapatkan udara segar. Sesekali Bunda harus membuka jendela mobil untuk mendapatkan udara segar. Gunakan bantal agar menimalkan gerakan kepala. Jika perjalanan sangat jauh ada baiknya sering berhenti. Berjalan kaki sebentar akan membantu mengurangi rasa mabuk perjalanan pada anak.
Antisipasinya Saat anak diare, Bunda harus memastikan si kecil tetap dehidrasi. Air minum dan ASI bagi bayi harus terus anak konsumsi. Siapkan tisu basah atau hand sanitizer untuk memastikan tangan tetap bersih saat makan. Buah dan sayuran yang Bunda bawa dari rumah juga perlu dimasak dengan matang atau dicuci dengan baik. Ada baiknya membawa bekal lauk pauk dari rumah seperti daging dan ikan. Pastikan alat makan hingga makanan yang dimakan tetap bersih.
Mengatasi penyakit langganan anak saat mudik harus dimulai dari persiapan yang matang. Pastikan Bunda mengetahui alergi dan membawa obat-obatan yang memang ia miliki. Bunda juga perlu membawa atau mencatat riwayat kesehatan anak seperti imunisasi yang ia terima atau kondisi-kondisi tertentu seperti alergi. Hal ini akan membantu dokter setempat mengetahui obat dan penanganan yang coock untuk si kecil.
Sumber : Nakita
Sebagai orang tua, tentu Anda akan merasa senang jika buah hati Anda tumbuh menjadi anak pemberani, bukan? Namun, sebenarnya berani itu apa sih? Menurut Moore, seorang psikologis klinis di Princeton ...
Vaksinasi COVID-19 sudah mulai dilakukan di Indonesia. Namun, pemberian vaksin COVID-19 untuk ibu hamil dan ibu menyusui belum menjadi prioritas. Mengapa demikian dan apakah sebenarnya efek vaksin COV...
Sesuaikan isi buku dengan usia anak Anak akan lebih mudah memahami bacaan apabila tema dan tokohnya dekat dengan mereka. Sebagai contoh, untuk anak kelas 1-2 SD, buku dengan tema kehidupan sehari-h...
Membaca itu asyik! Wawasan bertambah, imajinasi berkembang, kreativitas meningkat, dan lebih fokus! Agar Si Kecil suka membaca, bangun kebiasaan membaca sejak dini. Si Kecil harus diperkenal...
WhatsApp ×