Cegukan umumnya akan berhenti dengan sendirinya. Namun, durasinya memang tidak bisa ditentukan. Jika orang dewasa yang mengalammi cegukan, tentu banyak cara mengatasi cegukan yang bisa dilakukan. Tapi...
Senin, 20 Maret 2017 | 10:31 WIB Penulis : Erni Wulandari
Mem-posting foto-foto anak di media sosial sepertinya sudah menjadi hal yang biasa. Berbagai momen seakan tak boleh terlewat untuk ‘dipamerkan’. Mulai dari anak bangun tidur, sedang makan, main di playground, semua lengkap ada di dalam album foto Facebook, atau akun media sosial lainnya. Meski begitu, Bunda pasti tahu kan, bahwa ada semacam aturan tak tertulis soal posting foto anak di media sosial? Dunia maya bukanlah tempat yang aman untuk anak. Oleh karena itu, Bunda perlu tahu beberapa aturan soal posting foto anak ini. Coba praktikkan langkah-langkah berikut untuk membuat keluarga, terutama anak, aman dari orang-orang yang memanfaatkan dunia digital untuk hal-hal buruk, bahkan menakutkan:
Mulai dari Privacy Setting
Saat kita mendaftar di salah satu akun media sosial, fitur satu ini sering kali terlupakan. Padahal fitur keamanan ini bisa menjadi ‘benteng’untuk melindungi data Bunda di dunia maya. Contoh di Facebook, Bunda bisa memilih siapa saja yang bisa membuka akun, melihat album foto-foto, dan siapa saja yang bisa mengontak. Kami sarankan untuk memilih hanya orang-orang yang sudah menjadi teman yang bisa ‘mengintip’ akun Bunda. Namun, pastikan juga bahwa teman-teman Bunda adalah orang-orang yang bisa dipercaya dan tidak akan menyalahgunakan foto-foto.
Fitur keamanan ini juga dimiliki media sosial lain. Di Instagram misalnya, Anda bisa mengaktifkan fitur Private Account agar bisa lebih leluasa menyeleksi follower yang bisa mengakses akun Bunda. Temukan fitur keamanan ini di bagian setting di setiap media sosial.
Gunakan watermark
Watermark merupakan penanda yang menunjukkan bahwa gambar itu adalah hak milik Bunda secara pribadi. Biasanya, penggunakan watermark di foto dilakukan oleh perusahaan-perusahaan. Tapi untuk faktor keamanan, Bunda juga bisa memakai watermark pada foto-foto anak. Sangat mudah mengaplikasikannya. Apalagi saat ini sudah banyak aplikasi watermark yang dapat diunduh, atau Bunda bisa membuatnya sendiri lewat program Photoshop. Dengan adanya watermark, para ‘pencuri’ foto akan berpikir dua kali sebelum menyalahgunakan foto-foto Bunda.
Unggah foto ukuran kecil
Buat orang lain kesulitan memanfaatkan foto anak (baik menyimpan atau mencetak) dengan mengunggah ukuran foto beresolusi rendah.
Matikan fitur penanda lokasi di ponsel
Bila ingin mengunggah foto di Facebook atau Instagram, biasanya akan muncul pertanyaan apakah Bunda juga ingin menandai lokasi Bunda saat itu. Sebaiknya, hindari memakai fitur ini, agar orang lain tidak mengetahui lokasi-lokasi yang rutin Bunda datangi bersama anak. Hindari juga memasang foto anak yang sedang mejeng di depan bangunan sekolah atau tempat kursusnya.
Cegukan umumnya akan berhenti dengan sendirinya. Namun, durasinya memang tidak bisa ditentukan. Jika orang dewasa yang mengalammi cegukan, tentu banyak cara mengatasi cegukan yang bisa dilakukan. Tapi...
Masalah gangguan tidur pada anak-anak bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi. Setidaknya, sebanyak 50 persen anak-anak di seluruh dunia mengalami masalah tidur, terutama dalam 1 tahun di awal kehidup...
Jakarta - Sejak anak lahir, mereka sangat luar biasa di mata Bunda. Setiap kemampuan barunya semakin membuat Bunda yakin bahwa Si Kecil pasti cerdas. Ternyata, hal tersebut tidak se...
Berapa Jumlah Trombosit Normal pada Anak? Kadar trombosit pada anak dianggap normal bila berada di kisaran 150.000-300.000. Kurang dari 150.000, trombosit si kecil dianggap rendah. Kadar trombos...