Apakah Anda memiliki banyak bahan bekas di rumah? Eits, jangan buru-buru dibuang ya. Anda bisa memanfaatkan barang-barang tersebut untuk membuat kerajinan tangan bersama sang buah hati. Selain meng...
Senin, 28 Agustus 2017 | 11:23 WIB Penulis : Erni Wulandari
Berkali-kali Bunda memanggil si kecil yang sedang asyik bermain di teras belakang, tapi ia tak kunjung menghampiri Bunda. Jangan langsung naik darah dan menuduh ia tidak mau mendengarkan Bunda ya, Karena bisa jadi, ia memang benar-benar tidak mendengar panggilan Bunda karena ada gangguan pada pendengarannya.
Tapi, masih kecil, kok, sudah punya masalah pendengaran?
bisa jadi itu karena si kecil sering melakukan satu dari empat kebiasaan ini, yang mengganggu kualitas pendengarannya.
1. Mengorek telinga menggunakan cotton bud.
Kebiasaan ini dapat mengeluarkan sebagian serumen/kotoran telinga, tapi juga bisa mendorong sebagian serumen ke dalam liang telinga, yang jika dibiarkan, dapat mengganggu pendengaran.
Faktanya, serumen/kotoran telinga ini terjadi 20-50 persen pada anak usia SD.
“Gerakan mengunyah secara alami akan mendorong kotoran keluar dari liang telinga dengan sendirinya. Cotton bud sebenarnya ada untuk membersihkan kotoran di lipatan daun telinga,” ujar dr. Soekirman Soekin, Sp.T.H.T.K.L, M.Kes, Ketua Perhimpunan Ahli THT Bedah Kepala Leher.
2. Menggunakan ear candle.
Menurut dr. Soekirman, terapi telinga dengan membakar ear candle yang terbuat dari bahan lilin/wax tidak disarankan. Bukannya mengeluarkan kotoran, tapi terapi itu justru akan meninggalkan kotoran lebih banyak di telinga. “Malah di Amerika Serikat, ear candle telah dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).
3. Mendengarkan musik terlalu keras terus-menerus.
Paparan suara keras (>85 desibel) dalam jangka waktu lama dan berulang-ulang dapat menyebabkan kerusakan organ corti (sering disebut rumah siput) yang terletak di telinga dalam. Suara bising ini bisa berasal dari lingkungan (bandara, jalan raya), gadget (menggunakan earphone/headset dengan volume di atas 60%), juga menonton konser musik.
4. Menyepelekan batuk pilek.
Batuk dan pilek bisa dibilang merupakan penyakit langganan anak-anak balita atau yang berusia kurang dari 5 tahun. Salah satu alasan mereka gampang terserang sakit batuk pilek adalah sistem kekebalan tubuh mereka belum matang sempurna.
Sayangnya, infeksi yang berkepanjangan dapat menyebabkan radang telinga tengah, atau sering disebut congek. Dan menurut dr. Soekirman, kondisi itu dapat merusak gendang telinga, yang akibatnya mengganggu pendengaran.
Sumber : parenting
Apakah Anda memiliki banyak bahan bekas di rumah? Eits, jangan buru-buru dibuang ya. Anda bisa memanfaatkan barang-barang tersebut untuk membuat kerajinan tangan bersama sang buah hati. Selain meng...
Tengok cara mengobati gatal-gatal pada anak sesuai penyebabnya, yuk mom! Gatal-gatal adalah gejala dermatologis umum yang bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Penyebab gatal-gatal pada anak...
Tes Psikologi Anak Autis Autisme adalah gangguan pada saraf yang dapat mempengaruhi perkembangan seseorang. Tes psikologi anak autis perlu dilakukan sebelum dokter memberikan diagnosis. Diantaranya...
Tak ada yang bisa menggantikan peran pentingnya orangtua dalam kehidupan anak. Baik peran orangtua dalam kesehatan anak, peran orangtua dalam pendidikan anak, dan lain sebagainya. Dalam artikel ini...
WhatsApp ×