5 Cara Menjauhkan Anak dari Perilaku Balas Dendam

Jumat, 18 Januari 2019 | 17:15 WIB Penulis : Erni Wulandari


Sakit hati memang suatu hal yang wajar dialami manusia kan, Moms. Tapi, kalau perasaan sakit hati ini berlanjut menjadi benci, kemudian dendam, ini yang bahaya. Perasaan dendam bisa membuat orang melakukan tindakan kejam. Namun nggak menutup kemungkinan bahwa anak-anak juga memiliki rasa dendam. Dilansir Families, anak-anak yang punya keinginan balas dendam biasanya ingin apa yang mereka akan lakukan tak dihalangi. Mereka tidak peduli terhadap konsekuensi dari tindakannya. Anak-anak yang cenderung pendendam menganggap ketika diganggu, mereka berhak atau pantas untuk membalasnya.

Nah, supaya anak nggak melakukan tindakan balas dendam, sebagai orang tua, Mommy dan Daddy perlu melakukan lima cara ini :


1. Beri tahu ketika mereka salah

Ketika anak berusaha menyakiti orang lain, tanyakan alasan dia melakukan hal tersebut. Ajukan pertanyaan seperti 'Kenapa kamu merasa perlu menyakiti orang lain? Menurut kamu, menyakiti orang lain bisa membuat keadaan membaik atau malah memburuk?''

2. Mendukung bakat anak

Anak-anak pendendam biasanya memiliki harga diri yang rendah. Mereka merasa bahwa kemampuan mereka lebih rendah dari orang lain. Mereka biasanya berpikir, "Kalau aku balas dendam, aku menunjukkan bahwa aku berdaya. Aku penting." Makanya, orang tua harus memberi perhatian pada talenta anak di bidang apapun. Dukung minat dan hobi mereka, serta beri kesempatan mereka mengembangkan bakatnya sehingga anak merasa lebih dihargai.

3. Beri reward saat anak berperilaku baik

Berikan pujian atau mungkin hadiah ketika anak melakukan perilaku baik, seperti membantu Mommy nya mengerjakan rumah. Ingat juga, jangan berikan pujian jika anak melakukan perilaku buruk.

4. Minta anak menebus kesalahannya

Ketika anak marah dan merusak perabotan rumah, minta dia membereskan dan menggantinya. Tapi, nggak harus dengan teriak ya, Moms. Respons orang tua terhadap tindakan anak yang ingin balas dendam harus tenang dan tegas. Misalnya, dengan mengatakan, "Kamu sudah merusak jemuran handuk. Sekarang, kamu harus bantu membetulkannya."

5. Beri cinta dan perhatian

Anak-anak butuh mendengar Mommy dan Daddy nya mengucapkan ungkapan sayang seperti 'Mommy sayang kamu' atau 'Kamu sangat berarti'. Sering-sering luangkan waktu untuk memberi perhatian kepada anak. Jadwalkan untuk melakukan kegiatan bersama anak jadi mereka tahu bahwa orang tuanya menyayangi mereka.

Jangan biarkan rasa benci dan dendam tertanam dalam diri anak ya, Moms. Nggak mau kan anak melakukan tindak kekerasan hanya karena ia merasa sakit hati? Masih ada cara baik-baik kok untuk menyampaikan rasa tersinggung dan sakit hati. Nggak harus dengan balas dendam.

 

 

 

Sumber :haibunda

Artikel Lainnya

Dari segi penampilan, tanda lahir anak sering menimbulkan masalah. Perlukah Bunda khawatir? Yuk, cari tahu jenis-jenisnya : Hemangioma adalah sekelompok pembuluh darah yang tidak ikut aktif dalam p...

Obesitas disebut juga kegemukan atau kelebihan berat badan. Ketika buah hati terlihat gemuk (obes), kerap orangtua menjadi senang dan bahagia karena merasa bahwa buah hati tidak mengalami kesulitan ma...

Siapa, sih, yang tidak tahu bahwa buah-buahan adalah sumber makanan penting karena kaya kandungan nutrisi. Tetapi, tidak semua orang menyukai buah-buahan, atau hanya mau mengonsumsi buah-buahan terten...

Semakin bertambahnya usia Si Kecil, menandakan jika ia mulai tumbuh dewasa, dan ini pun menjadi pertanda Si Kecil harus tidur sendiri tanpa orangtua. Memang bukan hal yang mudah untuk membuat Si Kecil...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................