Serologi, PCR & Rapid Test? Apakah Bedanya?

Jumat, 04 September 2020 | 09:58 WIB Penulis :


Indonesia memberlakukan 3 pemeriksaan Covid-19 yaitu Rapid Test, Serologi, dan PCR Test. Ketiganya dipergunakan untuk melacak orang yang terinfeksi virus SARS-CoV2.

Hingga sekarang, pemeriksaan yang paling diandalkan adalah PCR Test. Pemerintah pun menggunakan data pemeriksaan ini untuk dilaporkan ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) per harinya.

Menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, per 1 September 2020 total orang yang diperiksa PCR sebanyak 1.312.477 orang. Semenetara itu, jumlah spesimennya mencapai 2.270.267.

Bicara mengenai tiga metode pengujian Covid-19, masyarakat mungkin perlu mendapatkan edukasi terkait hal itu. Ini menjadi penting supaya tidak ada orang yang keliru memilih tes Covid-19. Sebab, ini menjadi penting untuk menentukan status kesehatan seseorang.

Berdasar berbagai sumber, berikut Okezone jelaskan ketiga jenis pemeriksaan Covid-19 yang diterapkan di Indonesia:

 

1. Rapid Test

Dari namanya saja Anda semestinya tahu kalau ini adalah tes cepat. Ya, Rapid Test tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menentukan hasil ujinya. Makanya, tes ini diperlukan pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya pasien yang akan melakukan operasi, melahirkan, atau keperluan perjalanan lintas wilayah.

Rapid Test yang ada di pasaran ialah uji Antibodi IgM IgG. Diterangkan Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur dr Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, metode tes ini melalui uji tetes spesimen darah.

"Skrining Covid-19 dengan Rapid Test harus dilakukan secara berkala untuk memastikan saat yang tepat ketika Antibodi IgM IgG terbentuk di dalam tubuh, biasanya pada hari ke-7 seseorang terbukti terpapar virus corona," terang dr Irmansyah, beberapa waktu lalu.

 

Untuk pengujiannya sendiri, Rapid Test Antibodi IgM IgG menggunakan metode immunochromatography dan menggunakan sampel serum dan plasma. Lalu, sampel darah akan dicampur antigen khusus Covid-19 dalam alat tes.

"Jika seseorang terinfeksi Covid-19, maka akan terjadi peningkatan kadar antibodi yang ditunjukkan dengan munculnya tanda garis pada alat tes," sambung dr Irmansyah.

 

2. Serologi

Tes Serologi sebetulnya masuk ke dalam kategori Rapid Test juga, tapi pemeriksaan satu ini dinilai jauh lebih akurat dibandingkan tes Antibodi IgM IgG. Pemeriksaan Serologi hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk mendapatkan hasilnya.

Diterangkan Dokter Spesialis Patologi Klinik Siloam Hospital dr Tandry Meriyanti, Sp.PK, Serologi dikerjakan di alat besar di laboratorium. Jadi, hasilnya lebih lama yaitu 2 jam. Ya, enggak jauh berbeda dengan durasi medical checkup," terangnya belum lama ini.

Karena tak jauh berbeda dengan Rapid Test, Serologi pun menggunakan darah sebagai medium pengetesan Covid-19. Tapi, instrumen ujinya yang berbeda yaitu secara robotik. "CC darahnya pun sama dengan Rapid Test yaitu 1 tabung," tambah dia.

Lebih lanjut, Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur dr Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, menerangkan bahwa Serologi ini merupakan pemeriksaan kadar antobodi terhadap Covid-19 melalui alat canggih dengan prinsip ECLIA (Electrochemiluminescence Immunoassay) yang menggunakan cahaya untuk deteksi antobodi spesifik terhadap Covid-19.

"Serologi dianggap lebih efektif karena di dalam mesin uji, akan terjadi suatu proses pencucian, sehingga hanya tersisa komponen antibodi yang akan menempel bersama label perwana terhadap Antibodi spesifik Covid-19," papar dr Irmansyah, beberapa waktu lalu.

 

3. PCR Test

Tes yang satu ini biasa dikenal dengan nama Swab Test. Tapi, Anda mesti tahu bahwa kata swab itu sendiri merujuk pada proses pengambilan sampel uji yang dilakukan pada nasofarings dan atau orofarings. Pengambilan ini dilakukan dengan cara mengusap rongga nasofarings dan atau orofarings dengan menggunakan alat seperti kapas lidi khusus.

PCR merupakan singkatan dari polymerase chain reaction. PCR Test juga ialah metode pemeriksaan virus SARS-CoV2 dengan mendeteksi DNA virus. Dari uji ini, akan didapatkan hasil apakah seseorang positif atau tidak SARS-CoV2.

"Dibandingkan Rapid Test, pemeriksaan RT-PCR lebih akurat. Metode ini jugalah yang direkomendasikan WHO untuk mendeteksi Covid-19. Namun, akurasi ini dibarengi dengan kerumitan proses dan harga alat yang lebih tinggi. Selain itu, hasil didapatkan lebih lama ketimbang Rapid Test," tutur Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Tangerang dr V. Fridawati, Sp.PK di laman resmi Primaya Hospital.

 

Source: okezone

Artikel Lainnya

Anak-anak tak mau belajar ? Wajar jika kita sebagai orang tua kesal. Namun, orang tua perlu tahu salah satu penyebab anak sering malas belajar yakni dia tak tahu gimana caranya belajar. Hasilnya,...

Masalah sosial bisa jadi dirasakan dan dialami oleh anak yang cadel karena ia tidak dapat berkomunikasi dengan seharusnya, selain itu kemungkinan masalah belajar juga dapat terjadi. Terutama, yang ber...

Anak yang suka pilih-pilih makanan tak hanya berisiko kekurangan gizi. Dampak dari perilaku picky eater sebenarnya lebih luas lagi. Inilah beberapa dampak yang dapat ditimbulkan dari perilaku picky ea...

Beberapa waktu belakangan, beredar video yang menunjukkan 2 orang tengah berbelanja di supermarket kawasan Jakarta Selatan, dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, berupa baju hazmat, sar...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................