Penyebab Dan Cara Mengatasi Anak Dengan Suara Serak

Rabu, 14 Oktober 2020 | 16:37 WIB Penulis :


Moms, pernahkah mendapati suara balita serak tapi tidak tahu persis apa penyebabnya?

 

Jangan khawatir dulu Moms, kalau menurut informasi dalam situs KidsHealth, suara serak adalah salah satu jenis disfonia atau gangguan suara yang memang sering terjadi pada anak dan balita karena berbagai kondisi yang mempengaruhi struktur atau fungsi laring.

 

Biasanya suara balita serak akan membaik dengan sendirinya dalam hitungan jam atau hari, namun ada juga serak kronis yang tidak kunjung membaik bahkan setelah hitungan minggu atau bulan.

 

Suara serak yang terdengar kasar dan kurang jelas sebenarnya terjadi akibat adanya tarikan, iritasi, atau peradangan di pita suara sehingga tidak bisa bergetar dan memproduksi suara dengan normal.

 

Suara balita serak sementara paling sering terjadi karena demam atau flu yang membuat pita suara meradang. Texas Children’s Hospital juga menyebutkan beberapa penyebab lain suara balita serak, yaitu:

 

  • Alergi.
  • Infeksi yang membuat cairan hidung menetes ke tenggorokan.
  • Berteriak, menangis, atau bernyanyi terlalu lama atau terlalu keras.
  • Batuk berkepanjangan.
  • Menghirup udara kotor seperti asap rokok atau polusi kendaraan.

 

Lalu apa saja penyebab suara balita serak berkepanjangan? Silakan baca sampai selesai untuk tahu jawabannya ya, Moms.

 

1. Benjolan Jinak Di Sekitar Pita Suara

 

Penyebab Suara Balita Serak Dan Cara Mengatasinya 1.jpg

Foto: kidshealth.com

 

Seperti disebutkan dalam laman Hassenfeld Children’s Hospital, penyebab serak kronis pada balita yang paling umum adalah adanya benjolan atau gumpalan jinak di bagian bawah maupun pada permukaan pita suara.

 

Benjolan atau gumpalan tersebut akan membuat suara balita serak karena pita suara jadi sulit untuk membuka, menutup, serta menggetarkan udara secara normal untuk membuat suara.

 

2. Luka Berulang Pada Pita Suara

 

Penyebab Suara Balita Serak Dan Cara Mengatasinya 2.jpg

Foto: lisaraleigh.com

 

Suara balita serak berkepanjangan juga bisa disebabkan oleh luka berulang pada pita suara akibat menangis, berteriak, atau berbicara terlalu keras dalam jangka waktu panjang.

 

Pasalnya, penggunaan suara berlebihan bisa menyebabkan munculnya benjolan dan polip pada permukaan pita suara.

 

Selain itu, pita suara yang sudah sering membengkak karena banyak digunakan untuk berteriak juga bisa menjadi kaku dan membentuk benjolan.

 

3. Luka Akibat Penanganan Medis

 

Efek samping dari penanganan medis tertentu juga bisa menyebabkan suara balita serak berkepanjangan lho, Moms.

 

Contohnya saja, pemasangan selang udara saat operasi yang bisa melukai pita suara atau operasi pada dada atau leher yang bisa merusak sebagian atau seluruh saraf laring Si Kecil.

 

4. Sleep Apnea

Bila suara balita serak berkepanjangan meski tidak sakit, berteriak, atau banyak bicara, ada baiknya Moms mengecek gejala sleep apnea saat Si Kecil tidur di malam hari.

 

Menurut Mayo Clinic, yang dimaksud dengan sleep apnea adalah gangguan tidur serius dimana pernapasan sering terhenti selama tidur.

 

Bila mengalami sleep apnea, balita seringkali harus bernapas melalui mulut saat tidur. Akibatnya, suara menjadi serak karena pita suara kering dan meradang.

 

Suara balita yang serak sementara bisa dipulihkan kembali di rumah dengan cukup istirahat, minum air hangat, serta tidak banyak bicara atau menangis dengan suara keras.

 

Sedangkan serak yang tidak kunjung menghilang sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar bisa diberikan penanganan yang tepat setelah diketahui penyebab pastinya.

 

Apa Moms punya pengalaman dalam menghadapi suara balita yang serak?

 

Source: parenting.orami.co.id

Artikel Lainnya

Beberapa ramuan organik dan bahan – bahan alami yang berada di dapur dapat menjadi peningkat kekebalan tubuh. Bumbu – bumbu seperti kunyit dan lengkuas dapat dikategorikan sebagai antibiot...

Minum obat memang bisa meredakan gejala gangguan kesehatan yang kamu alami. Namun, jika obat terlalu sering dikonsumsi dan tidak sesuai dosis, kamu justru berisiko mengalami overdosis.  Overdo...

Campak disebabkan oleh virus dan bisa menular dengan cepat. Meski sudah ada vaksinnya namun terkadang cakupan vaksin tak bisa mengimbangi penyebaran virus. Oleh karena itu hingga sekarang campak masih...

“Anak saya itu beberapa kali kalau lagi sedang main bersama temannya, lalu mainannya direbut, reflek temannya langsung dipukul. Cepet banget gerakannya, ampe ga sempet saya tahan tangannya. Pada...

WhatsApp ×
Hai Mom, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 17:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
......................................................